7 Tips Menjadi Pengusaha dan CEO Di Usia Muda

10:03 on August 22, 2016 by Editor in CEO insight

Menjadi CEO di usia muda siapa yang tak mau? Masalahnya adalah bagaimana memulai langkah untuk menjadi pengusaha sekaligus CEO di perusahaan yang dipimpinnya.

Fenomena bermunculannya entrepreneur muda yang sukses dalam kurun waktu belakangan ini setidaknya menjadi pemicu positif bagi banyak anak muda untuk memulai langkah sedini mungkin. Sebut saja Mark Zuckerberg pendiri Facebook yang sukses menjadi 29 pemuda terkaya di usia 28 tahun. Di Indonesia ada William Tanuwijaya yang mendirikan Tokopedia dan sukses meraih investasi sebesar 1,2 triliun rupiah di tahun 2014. Juga ada founder Bukalapak, Achmad Zaky yang sukses meraih nilai transaksi lebih dari 1 triliun rupiah pada tahun 2014, dan empat kali mendapat investasi untuk startup-nya di usia yang tergolong muda.

Kini menjadi pengusaha di usia muda bukanlah sekadar impian belaka. Kaum muda yang visioner bisa mengundang investor untuk mengucurkan dana bagi prospek usaha yang dinilai memiliki peluang bagus untuk bertumbuh. Berkembangnya dunia internet menjadi faktor pendukung pertumbuhan usaha-usaha yang dikelola oleh para anak muda. Sayangnya peranan pendidikan formal masih belum terlalu mendukung kemunculan bibit-bibit pengusaha muda. Bagaimanapun untuk memulai sebuah usaha sekaligus menjadi CEO bagi perusahaannya, seorang calon pengusaha muda harus mengenali hal-hal berikut ini :

Miliki passion

Seorang calon pengusaha hendaknya memiliki passion terhadap usaha yang akan dirintisnya. Tanpa passion, mustahil ia bisa menjalankan usaha dengan penuh semangat dan daya juang prima. Memiliki passion berarti seorang calon pengusaha siap menghadapi apapun kendala dan peluang yang akan dihadapinya.

Miliki dukungan orang terdekat

Bagaimanapun memulai sebuah usaha tidak mungkin dilakukan sendiri. Perlu dukungan dari orang terdekat yang bisa memahami visi dari usaha yang akan dijalankan. Dengan adanya dukungan akan lebih memudahkan dalam memulai dan menjalankan sebuah usaha baru.

Pahami perbedaan antara entrepreneur dan CEO

Seorang entrepreneur adalah orang yang berfikir out of the box, melakukan terobosan-terobosan baru, menjalani setiap tantangan, berani bereksperimen, dan melakukan tugas atas tanggung jawabnya sebagai pribadi. Sedangkan CEO selalu teribat dalam pengembangan tim dan selalu professional dalam menjalankan dan menyelesaikan setiap pekerjaannya. Menjadi seorang CEO juga berarti harus siap dengan segala draft dan rencana-rencana yang terukur.

Menjadi entrepreneur bisa dilakukan oleh siapa saja. Tapi untuk menjadi CEO kesulitannya lebih tinggi. Untuk itu, para calon pengusaha muda hendaknya memahami perbedaan peran keduanya.

Bersikap luwes dan fleksibel

Seorang pengusaha sekaligus CEO, akan memimpin timnya mencapai tujuan berdasarkan visi dan misi perusahaan. Di dalam anggota tim mungkin ada yang berusia lebih tua, lebih berpengalaman, dan pastinya berbeda latar belakang, watak, dan sikapnya. Diperlukan keluwesan dan sikap yang fleksibel untuk menghadapi keragaman anggota tim. Kematangan sikap dan emosi harus dimiliki oleh seorang leader agar bisa bersikap luwes dan fleksibel.

Melihat dari perspektif yang berbeda

Seorang CEO kadang mengambil keputusan, menentukan kebijakan, mengevaluasi, menentukan partner kerja, dan memilih mitra bisnis yang tidak sesuai dengan harapan anggota timnya. Bagaimanapun seorang CEO yang baik harus bisa melihat dari perspektif yang berbeda. Meskipun kadang tidak disetujui timnya. Semua itu demi kebaikan usaha yang dijalankannya.

Memahami sama pentingnya peluang dan kendala

Seorang CEO harus bisa memecahkan masalah. Ia juga harus memahami bahwa kendala yang dihadapinya sama besar dengan peluang yang akan didapatkannya. Untuk itu ia harus fokus untuk mencari solusi dari kendala yang dihadapi, agar peluang yang didapatnya lebih besar.

Mampu bersikap wajar dan alami

Meski di dalam perusahaan atau lingkaran bisnis akan menemui orang-orang yang lebih senior, sebagai pengusaha muda tetaplah bersikap wajar dan alami. Orang muda identik dengan sikap yang efektif, inovatif, dan kreatif. Teruslah bersikap demikian, karena para investor lebih menyukai para orang muda yang produktif dan tidak bersikap konvensional. (CEO Stars-TS)