Takut Ambil Risiko? Coba 10 Olahraga Ekstrim Ini

06:56 on December 12, 2015 by Editor in Capture, Coffee Break

Butuh keberanian cukup untuk menjadi seorang pemimpin karena pada situasi-situasi sulit keberanian tersebut dibutuhkan. Berani mengambil risiko tidak serta merta muncul, selain pengetahuan yang cukup akan risiko yang bakal diterima ke depan berikut solusinya, dibutuhkan juga pengalaman. Pengalaman perlu dicari agar dapat merasakan bagaimana sebenarnya yang terjadi jika ia berada di situasi serupa. Sepuluh olahraga ekstrim berikut mampu merangsang sisi risk taking seorang pemimpin :

1. Panjat Tebing

Mendaki sebuah tebing bukan perkara mudah, apalagi ia terletak di sebuah gunung yang curam. Selain konsentrasi tinggi, tenaga prima, dan emosi yang stabil, memanjat tebing juga butuh keinginan kuat karena jika sekali saja lengah maka nyawa menjadi taruhannya. Olahraga ini memang cukup berisiko. Namun demikian, punya banyak manfaat seperti menempa mental seseorang untuk lebih kuat pada kondisi mencekam, ketahanan fisik, solving problem, dan manajemen waktu.

Bungee Jumping

2. Bunggee Jumping

Olahraga yang terkesan amat sederhana, yakni hanya melompat. Tapi tentu bukan sembarang melompat, karena ia dilakukan pada ketinggian 250 kaki. Butuh adrenalin cukup untuk mereka yang ingin mencoba olahraga ini. Biasa melakukannya tentu akan menambah kepercayadirian, serta jiwa risk taking pada saat mengambil keputusan. Lompat modern bunggee pertama kali dilakukan pada 1 April 1979 dari Jembatan Suspensi Clifton setinggi di Bristol oleh 4 anggota Dangerous Sports Club, yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia, kita bisa mendapatkannya di sejumlah objek wisata di Bali.

skydiving

3. Terjun Payung

Memakai parasut, helm dan sejumlah alat pengaman lain yang tingkat savety-nya sudah dipertimbangkan dengan matang tidak menjamin seseorang berani melompat dari ketinggian ribuan meter. Bukan hanya mental berani ambil risiko yang didapat dari sini, tetapi optimisme, keyakinan, serta kemampuan estimasi yang tinggi. Situs healthfitnessrevolution.com menyebutkan bahwa skydiving memberi manfaat berupa pengurang stres, melatih percaya diri, mengubah cara pandang seseorang, berani melawan rasa takut, kontrol emosi, dan melatih otot karena butuh kekuatan untuk mengarahkan parasut saat melayang di udara.

Berkuda

4. Berkuda

Berbeda dengan olahraga di atas, berkuda bisa tergolong lebih aman. Anda hanya butuh ketenangan dalam mengendalikan kuda sehingga ia jinak dan mau mengikuti arahan penunggangnya. Namun demikian, menjinakkan kuda tidak mudah lho, selain dengan bahasa yang bisa diterima oleh binatang yang larinya super kencang ini, juga dibutuhkan kontrol emosi yang tinggi. Terlebih jika kuda dalam kondisi tidak bersahabat.

5. Berselancar

Selain melatih keberanian, olahraga yang satu ini juga menguji keseimbangan diri seseorang. Di kehidupan nyata, seorang leader harus bisa bersikap adil dan balance antara kerja dan kehidupan pribadi. Namun jika Stars people ingin mencoba olahraga ini, minimal Anda harus bisa berenang. Mau tidak mau dampaknya fisik dan napas juga lebih sehat. Bahkan sejumlah penelitian menyebut renang sebagai olahraga pengurang risiko diabetes dan meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung.

bmx downhill

6. BMX Downhill

Bersepeda di jalanan kota adalah hal biasa, tetapi bersepeda di daerah pegunungan yang kontur tanahnya tidak rata itu baru seru. BMX Downhill memang lebih familiar di kalangan pesepeda. Namun bukan berarti orang awam tidak boleh mencoba. Carilah waktu weekend ke daerah pegunungan di banyak wilayah di Indonesia akan menguji adrenalin Stars people. Coba deh!

Ice Climbing

7. Ice Climbing

Untuk olahraga yang satu ini, mau tidak mau Stars people harus ke luar negeri ke negara-negara pemilik 4 musim. Sensasi mendaki yang lebih mencekam karena yang didaki adalah pegunungan es, tentu menguji nyali tingkat tinggi. Seperti olahraga ekstrim lainnya, tak ada yang mustahil untuk dilakukan jika benar-benar dengan perhitungan matang. Bukankah segala sesuatunya memang perlu kalkulasi yang matang sebelum memutuskan?

Rafting

8. Arung Jeram

Seorang pakar kedokteran olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan bahwa rafting baik untuk kesehatan tubuh terlebih pada bagian tangan, dada, punggung, bahu dan leher yang banyak bergerak. Dari sisi psikologis, olahraga air ini menguji kemampuan seseorang dalam hal ketahanan mental, strategi, keberanian, dan solving problem.

Divers

9. Menyelam

Sama halnya dengan olahraga air lainnya, menyelam memiliki manfaat penting bagi vitalitas tubuh. Khusus diving, bukan hanya skill berenang yang dituntut, namun juga kemampuan beradaptasi di dasar laut. Terlihat sederhana sih, tetapi tentu tidak semudah jika kita terjun langsung ke dasar laut sana. Banyak nilai yang dapat dipelajari dari olahraga ini, yakni keberanian, manajemen waktu, fokus, kemampuan beradaptasi dan penghargaan pada sekitar.

10. Zip Lining

Asing mendengar nama olahraga yang satu ini? Bisa jadi. Karena memang hobi yang satu ini belum terlalu ngetren di Indonesia. Jika Stars people suka traveling, bisa mengagendakan ke daerah Tagaytay di Filipina. Ada sebuah wahana permainan bernama Zip Lining yang seru. Sekilas mirip seperty flying fox, tapi yang jauh lebih seru. Tagaytay sendiri mirip dengan Puncak. Butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil pribadi atau kendaraan umum dari pusat kota Manila. Uji keseimbangan sekaligus nyali ini bagus untuk merangsang rasa take a risk Anda sebagai seorang pemimpin.

Terkesan seperti hiburan semata, padahal ada banyak filosofi di balik sepuluh olahraga ekstrim tersebut. Siap menerima tantangan? (CEO Stars-FH)