Ingin Hunian Hijau Tapi Lahan Sempit? Manfaatkan Papan dan Bola Tumbuh

Animo masyarakat terhadap lingkungan yang lebih hijau makin hari makin tinggi, meski terkendala lahan. Anddys Green Architect hadir dengan ide-ide kreatif menawarkan solusi untuk hunian hijau, salah satunya kreasi Bola Tumbuh (Bolu) dan Papan Tumbuh (living frame).

Bola tumbuh merupakan salah satu inovasi cara menanam menggunakan sabut kelapa dan tali hias sebagai pengganti pot. Selain lebih efisien, tanaman juga terlihat lebih cantik dan artistik. Papan tumbuh juga tak kalah inovatif. Bayangkan, kita bisa menanam dengan cara vertikal dan berkreasi, layaknya merangkai bunga. Uniknya, papan tumbuh ini bisa diaplikasikan dengan banyak cara, dan berbagai macam bentuk frame. Ruangan jadi semakin sehat, terlihat lebih segar, nyaman dan cantik.

“Butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra untuk membuat karya bola ataupun papan tumbuh ini. Tidak sedikit yang gagal mengaplikasikan di rumah. Untuk itulah kami menghadirkan Green Lab, sebagai wadah sharing seputar tips, desain, dan pengalaman berkreasi menciptakan hunian yang lebih hijau”, ujar Anddys Firstanty, arsitek sekaligus CEO Anddys Green Architect.

Selama tahun 2017 Anddys Green Architect telah menyelenggarakan beberapa kali workshop seputar green lanscape dan green architect. “Workshop bola tumbuh dan papan tumbuh ini adalah amunisi kreatif kami di Green Lab di penghujung tahun 2017. Tahun depan kami akan hadir dengan inovasi baru yang lebih kreatif dan ramah lingkungan pastinya”, imbuhnya.

Penasaran dengan inovasi kreatif green living  selanjutnya? Pantau terus aktivitas hijau para Greeners di Green Lab melalui Facebook, Twitter, Instagram, dan Linkedin Anddys Green Architect. (CEO Stars-AP)

Publish on October 30th, 2017 under Capture by Editor | Comments

7 Formula Pekerjaan Impian

Bekerja sesuai passion atau mendapatkan pekerjaan impian pasti menjadi harapan semua orang. Faktanya, tidaklah mudah mendapatkan pekerjaan impian, bahkan banyak orang terjebak dalam rutinitas dan pekerjaan dengan mengorbankan hasrat. Tak sedikit juga yang merasa terpaksa melakukan semuanya karena kewajiban dan tugas. Lalu apa saja kriteria pekerjaan impian itu?

1. Pekerjaan itu menantang

Hal apapun patut diperjuangkan jika itu menantang, baik sebagai pribadi maupun profesional, tetapi terkadang rasa putus asa dan mudah menyerah lebih mendominasi. Akibatnya, makin terpenjara dalam zona nyaman yang kita ciptakan sendiri. Varun Panjwani, CEO salah satu start up di Singapura, Global Health and Travel mengatakan, “yang sering terabaikan adalah bahwa pekerjaan impian sering hadir melalui serangkaian tugas-tugas yang harus diselesaikan”. Peningkatan kualitas diri akan bertambah seiring dengan kerja keras dan keberhasilan menghadapi tiap tantangan dalam tugas.

2. Pekerjaan itu melengkapi kekuatan yang kita miliki

Masih ingat dengan analisis SWOT? Selain untuk menganalisa kinerja perusahaan, analisis Strength, Weaknesses, Opportunity, Thread (SWOT) juga bisa digunakan untuk pribadi Stars people. Akan sangat menyenangkan mengerjakan pekerjaan yang kita sukai, terlebih jika keahlian kita terpakai dan benar-benar terasah didalamnya. Tidak hanya prestasi yang terus meningkat, keahlian pun akan semakin tertempa seiring tiap tugas yang mampu terselesaikan.

3. Bangga dengan pekerjaan kita

Pekerjaan impian mampu membuat seseorang merasa bangga memilikinya. Suasana kerja yang kondusif, baik lingkungan, rekan kerja ataupun pimpinan punya andil besar dalam mewujudkannya. Terus belajar, menggali pengalaman, pencapaian demi pencapaian akan meningkatkan prestasi dan menjadikan Stars people bangga dengan pekerjaan yang dijalani.

4. Uang bukan faktor utama

Tentu saja uang merupakan faktor penting dalam pekerjaan apa pun, tetapi pasti ada suatu alasan lebih besar untuk bekerja dan menikmati pekerjaan yang Stars people banggakan.

5. Ada nilai lebih dan kompensasi

Ada harga yang harus dibayar atas tenaga, waktu dan pikiran yang kita gunakan saat bekerja, layak tidaknya nilai yang diterima menjadi alasan penting tidaknya pekerjaan itu dilakukan. Jika pekerjaan tersebut mampu memberikan nilai lebih dari sekadar gaji, maka Stars people patut berbangga dengan pekerjaan yang selama ini dilakukan. Apa bentuknya? Bisa berupa perbaikan kualitas pribadi, peningkatan keahlian, dan prestasi kerja.

6. Ada manfaat kesehatan

Siapapun akan sepakat, bahwa kesehatan adalah salah satu harta yang sangat berharga dalam hidup. Pekerjaan impian harus menghargai dan memeliharanya. Sederhana saja, menciptakan lingkungan kerja yang positif, hubungan baik dengan rekan kerja atau tim manajemen yang memungkinkan Stars people mengambil jam istirahat saat tubuh atau pikiran perlu lelah.

7. Dilakukan dengan cinta

Cinta mampu memicu tindakan seseorang. Bisa jadi, kecintaan pada pekerjaanlah yang menjadi alasan Stars people memaknai lebih, bahwa pekerjaan bukan hanya sekadar mendapat gaji tiap bu!an. “Saya suka membangun perusahaan karena saya suka membangun tim dan melihat pendapatan karyawan yang meningkat dari $ 1.000 per bulan menjadi $ 10.000 per bulan, hingga menjadi $ 1.000.000 per tahun, dan seterusnya,” kata Mario Berta, CEO Platform Flyspaces. Baginya mengubah kehidupan banyak orang, terlebih anggota timnya adalah penghargaan terbesar dalam hidup.

Bagaimana, sudah menemukan profesi impian, atau ingin menciptakan sendiri pekerjaan impian versi Stars people tersebut? (CEO Stars-AP)

Publish on August 3rd, 2017 under Capture by Arie Prestiwanti | Comments

Kenali 8 Jenis Hubungan Dalam Pekerjaan

Relationship di dalam lingkungan pekerjaan seringkali bersifat kaku. Sedikit sekali yang berkembang menjadi hubungan yang hangat, dinamis, dan baik. Hubungan yang akan saling menguntungkan banyak pihak.

Menurut Dr. Jan Yager, penulis buku “Who’s That Sitting At My Desk?” menjelaskan bahwa, sangatlah penting bagi seorang leader membangun hubungan, dan menyediakan blue print sebagai petunjuk dalam menjalin hubungan yang tepat.

Dalam bukunya, ia menjelaskan 8 jenis hubungan yang harus diketahui dan dikuasai sisi positif dan negatifnya oleh setiap leader agar bisa mengambil tindakan tepat terhadap kondisi tertentu dalam timnya. Kedelapan jenis hubungan tersebut adalah :

1.Hubungan dengan kenalan baru

Setiap hubungan bisnis baik yang sejenis maupun tidak, internal maupun eksternal selalu diawali dengan perkenalan yang bersifat formal. Sangat banyak hubungan seperti ini yang tidak berkembang menjadi lebih baik. Hal tersebut bisa disebabkan karena komunikasi yang buruk, rendahnya kepercayaan, dan bisa juga karena sharing produktivitas yang rendah. Dalam kondisi seperti ini, sangatlah mendesak untuk segera membangun komunikasi yang lebih baik agar dapat segera berubah menuju hubungan kerja yang efektif.

2. Hubungan dengan seorang mentor

Hubungan jenis ini merupakan hubungan kerja yang produktif. Di mana pada satu sisi si mentor yang lebih berpengalaman dan memiliki pengetahuan lebih luas, lebih aktif mengarahkan dan memberi petunjuk kepada pihak lain yang dianggap lebih kurang darinya. Padahal jika keduanya sama aktif bisa memberi keuntungan yang positif dan berdampak  lebih dahsyat baik di dalam hubungan keduanya, maupun bagi karir mereka.

3. Hubungan dengan penasehat hukum

Tidak seperti hubungan dengan seorang mentor, yang akan membimbing dan mengajarkan banyak hal, seorang penasehat hukum akan menyarankan untuk melakukan yang terbaik yang bisa Stars People lakukan. Seorang penasehat hukum melakukan hal ini karena ia peduli pada Stars People secara pribadi bukan karena aspirasi personal. Pada hubungan ini produktivitas akan meningkat, moralitas menjadi lebih tinggi, dan skill akan bertumbuh.

4. Hubungan dengan seorang perintis

Seseorang yang memiliki sifat seolah ia adalah perintis dalam sebuah usaha tidaklah terlalu kompetitif. Ia akan selalu merasa beberapa langkah di depan, suka sekali menunjukan sebuah perilaku agar ditiru, atau bisa jadi motivasi bagi yang lain agar mengikuti jejaknya. Hubungan seperti ini mungkin akan menjengkelkan di satu sisi. Sementara hasil positifnya, Stars People akan menjadi duplikat dirinya. Menjadi perintis bagi yang lainnya, dan memimpin menuju hubungan yang lebih kuat bersama tim dan memulai sesuatu menjadi lebih baik.

5. Hubungan dengan penyebar informasi

Seorang penyebar informasi selalu mencari info-info terbaru dan membuat Stars People menjadi orang terdepan dalam menerima berita terhangat seputar bisnis yang dijalani. Tidak seperti seorang penyebar gossip, seorang informan biasanya selalu menyebarkan informasi positif yang berguna bagi bisnis dan kemajuan karir Stars People. Prinsip seorang informan adalah What goes around almost always comes around.” Ia bisa menjadi sumber informasi penting tentang apapun yang terjadi di dalam ruang lingkup perusahaan dan bisnis.

6. Hubungan pertemanan

Ada 3 hal yang selalu mengiringi transisi hubungan dari sesama pekerja ke hubungan pertemanan yang lebih dekat yaitu : lebih banyak berbagi dalam banyak hal, meningkatnya hubungan dari sekadar sesama pekerja menjadi hubungan yang lebih personal, dan berbagi masalah berdasarkan kepercayaan atas rahasia. Hubungan pertemanan seperti ini tidaklah terlalu berdampak buruk bagi bisnis.

7. Hubungan romantis

Jika hubungan romantis terjadi di dalam sebuah perusahaan tapi ada keterbukaan antara keduanya, maka akan tetap berdampak positif baik bagi perusahaan, dan mereka yang terlibat hubungan romantis tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri rentan terhadap masalah-masalah pribadi  dan emosional, ada yang tersakiti dan menyakiti. Semua itu pada akhirnya akan berdampak buruk bagi perusahaan. Hubungan professional akan diciderai oleh hubungan romantis di dalamnya. Perlu ketegasan dan kepekaan seorang leader dalam menyikapi hubungan jenis ini.

8. Hubungan permusuhan

Jika hubungan di dalam sebuah tim sudah berubah menjadi permusuhan, sudah saatnya menjadi peringatan agar dapat diatasi lebih dini. Hubungan permusuhan sangatlah tidak sehat dan bisa menjadi bara yang siap membesar dan membakar usaha dan segala hubungan di dalamnya. Seorang leader sebaiknya segera mengambil tindakan tegas terhadap jenis hubungan seperti ini.

Dalam membangun sebuah bisnis dan hubungan personal, bagaimanapun seorang leader harus mampu menjalin dan meningkatkan hubungan yang baik dengan stake holder, customers, partners, suppliers, dan siapapun yang terlibat di dalamnya.

Stars People, relationship bisa menjadi jalan mengembangkan bisnis untuk menjadi lebih baik, atau bahkan menjadi jalan kematian bisnis itu sendiri. Bijaklah mencermati dan menjalin hubungan baik. (CEO Stars-TS)

Publish on August 3rd, 2016 under CEO insight by Editor | Comments

Pentingnya Learning And Networking Di Leaders Academy

Leaders Academy Surabayat batch I baru saja digelar oleh CEO Stars tadi malam. Event yang merupakan forum bagi para leader untuk belajar leadership langsung dari para pemimpin yang sukses di bidangnya. Leaders Academy penting bagi para leaders karena tak banyak forum yang peduli untuk berbagi tentang leadership, sedangkan Indonesia membutuhkan lebih banyak figur leaders.

Disamping itu Leaders Academy juga memberikan effort lebih bagi para audience dengan mendapatkan good quality networking. Tak hanya sekedar berjejaring tetapi juga kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis yang dikelola. Bertemu dan berinteraksi dengan pengusaha kuliner lain, sesuai tema pada batch I ini.  Bukan tidak mungkin akan ada peluang  kerjasama dengan para pengusaha kuliner lain yang mempunyai visi yang sama

Sharing para peserta #LeadersAcademySBY

Sharing para peserta #LeadersAcademySBY bersama CEO PT Sumber Pangan, Sego Njamur, dan Dea Bakery

Dengan mengusung tema inspiratif “Bersaing Di tengah Menjamurnya Brand” Leaders Academy Surabaya menghadirkan 3 orang CEO yang sukses membesarkan brand di bisnis kuliner. Mereka adalah : Michael Sakti Pratama (CEO PT Sumber Pangan Dunia), Mahendra Ega Hiquitta (CEO Sego Njamur), dan Mulyani Hadiwijaya (CEO Dea Bakery). Leaders Academy dikemas dengan konsep talkshow. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh yang hadir di acara tersebut.

Acara yang digelar di Sub Co tersebut dihadiri oleh para leader perusahaan, profesional, wirausahawan, pemangku jabatan, dan mereka yang ingin sukses dalam karir yang dijalaninya.  Learning and networking menjadi tujuan diadakannya Leaders Academy ini.

Stars People, Mau berjejaring? Hubungi CEO stars di email marketing@ceostars.net dengan subjek Leaders Academy. Ikuti update Leaders Academy di media sosial CEO Stars.   Nantikan Leaders Academy di 10 kota besar di Indonesia dengan tema-tema inspiratif yang berbeda.(CEO Stars.TS)

 

 

 

Publish on July 29th, 2016 under Capture by Editor | Comments

10 Kunci Untuk Sukses Luar Biasa

Sukses seakan menjadi cita-cita semua orang di dunia, walaupun masing-masing pribadi punya standar sukses tersendiri. Faktanya, pendidikan tinggi sering dipandang sebagai indikator penting untuk meraih sukses. Thomas J Stanley, Ph.D dalam risetnya yang meneliti sekitar 1.000 orang dari berbagai latar belakang profesi dan bisnis di 40 negara bagian di Amerika, setiap subyek survey punya kekayaan bersih minimal 1 juta dolar. Ia membuat ranking faktor sukses mulai nomor satu hingga seratus. Hasil riset tersebut mampu mematahkan mindset yang tertanam di masyarakat bahwa pendidikan tinggi menjadi faktor penentu sukses. Hasil riset tersebut tertuang dalam bukunya berjudul The Mllionaire Mind, salah satu buku dengan penjualan terbaik versi New York Times. Sepuluh ranking tertinggi penentu sukses tersebut antara lain :

1. Bersikap jujur

Sikap jujur menjadi norma yang harus dipegang teguh oleh tiap individu. Kejujuran adalah akar kepercayaan. Begitu mahal harganya. Rentan membuat seseorang terjatuh. Semakin dipercaya akan sebuah tanggung jawab, semakin banyak hak (imbalan) yang bisa kita peroleh. Di dunia kerja, ataupun dalam bisnis, semakin dipercaya oleh atasan atau klien, maka peluang untuk meniti karir atau mengembangkan bisnis akan terbuka lebar, dan kesuksesan akan menghampiri Stars people.

2. Disiplin yang kuat

Disiplin erat kaitannya dengan manajemen waktu dan konsistensi terhadap langkah-langkah mencapai tujuan atau visi ke depan. Ada banyak godaan saat kita akan melangkah. Terkadang lingkungan sekitar menjadi sumber yang mengalihkan fokus terhadap langkah mewujudkan visi. Dengan menanamkan sikap disiplin, setiap langkah kita akan fokus mencapai target. Perlahan dan pasti target yang selalu ditetapkan akan mengantarkan pada pencapaian sukses yang ingin diraih.

3. Pintar bergaul

Cara kita berinteraksi dengan orang lain dalam hidup adalah salah satu faktor penting untuk mencapai kesuksesan. Masing-masing pribadi punya goal achievements yang berbeda satu sama lain. Orang-orang di sekitar kita bisa menjadi penolong, atau bahkan penghambat dalam meraih kesuksesan. Harus ada semacam filter dalam diri Stars people. Jangan sampai pengaruh negatif menghambat langkah mencapai tujuan. Memperbanyak networking juga akan memperkaya ide, dan bukan tidak mungkin terjalin banyak kerjasama yang akan mendukung meraih sukses.

4. Dukungan pasangan hidup

Dukungan yang sangat berarti adalah dukungan yang berasal dari orang terdekat. Selain keluarga, pasangan adalah orang terpenting yang mampu memberikan dukungan besar bagi kesuksesan Stars people. Studi yang dilakukan Washington University di St. Louis menemukan bahwa, pasangan hidup yang saling mendukung mampu menciptakan hubungan yang harmoni, saling melengkapi kemampuan, dan mampu meningkatkan prestasi kerja, sehingga peluang untuk mencapai kesuksesan akan terbuka lebar.

5. Bekerja lebih keras dari orang lain

Bekerja keras memang bukan menjadi jaminan mendatangkan kesuksesan. Tetapi akan ada hasil yang membedakan pribadi pekerja keras dan yang tidak, termasuk bagaimana kita mensyukuri segala pencapaian atas usaha dan kerja keras. Bekerja lebih keras dari orang lain berkait erat dengan keinginan dan kedisiplinan untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam diri Stars people.

6. Mencintai pekerjaan

Karir ataupun bisnis adalah sumber kekuatan finansial. Jika ingin sukses wajib untuk menumbuhkan rasa cinta dan loyalitas pada pekerjaan yang Stars people tekuni. “Karyawan dapat memberikan performa luar biasa bahkan 100% kinerjanya jika mereka loyal terhadap perusahaan,” kata Joyce Gioia dari The Herman Group, konsultan yang berbasis di Greensboro, North Carolina. Jadi ketika bekerja atau menjalankan bisnis, pastikan untuk mencintai apa yang akan Stars people kerjakan. Agar performa dan kinerja maksimal, sehingga menghasilkan kesuksesan yang juga maksimal pastinya.

7. Memiliki kualitas kepemimpinan

Faktanya, tonggak sebuah kesuksesan memang dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan yang baik, termasuk bagaimana memimpin diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki jiwa leadership, tergantung bagaimana memupuk dan menjadikannya mengakar pada tiap individu. Seseorang yang memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat, akan lebih mudah menentukan visi, tujuan, dan tindakan terstruktur yang sangat bisa dipertanggungjawabkan. Kualitas kepemimpinan yang baik dalam diri seseorang, mampu memandunya untuk menghasilkan sebuah pemikiran dan periaku yang akan menjadi habit dalam kesehariannya.

8. Memiliki kepribadian kompetitif

Pribadi yang kompetitif pantang menyerah, terutama dalam mengalahkan ego dan kekurangan dirinya. Memiliki jiwa pembelajar. Bagi pribadi seperti ini, kompetisi mampu mendorongnya untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik dalam mencapai target. Tiap target dan pencapaian yang diraih merupakan anak tangga menuju pintu kesuksesan. Semakin sering memacu diri untuk berkompetisi dan mencapai hasil terbaik, maka kesuksesan akan semakin cepat diraih.

9. Memiliki kebiasaan hidup teratur

Hidup teratur bukan berarti hidup dengan rutinitas membosankan. Beberapa rutinitas seperti bangun pagi lebih awal misalnya, akan memberikan waktu lebih untuk Stars people menyiapkan diri menjalani hari. Disamping itu membuat jurnal dan daftar pencapaian, akan membantu untuk fokus pada tiap langkah mencapai kesuksesan, dan yang tak boleh terlewatkan adalah menjalaninya dengan fun ya, Stars people.

10. Memiliki kemampuan untuk menjual ide

Kesuksesan tak bisa lepas dari ide dan inovasi. Setidaknya Stars people bisa meneladani bagaimana Colonel Sanders menjual ide “11 Rempah Rahasia KFC”, dan inovasi Steve Jobs untuk sentuhan artistiknya pada Apple. Memiliki ide saja tak cukup tanpa diimbangi kemampuan untuk menjualnya. Menghasilkan inovasi dari sebuah ide yang cemerlang harus diikuti dengan kemauan untuk hidup di dalam ide itu sendiri, dan menjualnya. Kemauan keras untuk live in a brand sebagai wujud sebuah ide, akan memudahkan Stars people untuk melakukan branding atas ide yang dihasilkan. (CEO Stars-AP)

Publish on June 29th, 2016 under CEO insight by Editor | Comments