Sukses Di Singapura, IIA Siap Bawa Pebisnis Indonesia Ke Vietnam & China

03:16 on August 16, 2015 by Editor in Capture

Sukses menggelar business matching dengan ASEAN Business Centre Indonesia dan ASEAN Business Centre Singapore, 14 Agustus 2015 lalu, konsultan pengembangan bisnis Indonesia Investment Advisory (IIA) mengagendakan kegiatan serupa dalam waktu dekat. Tidak tanggung-tanggung, di dua negara sekaligus, yakni Vietnam dan China. Hal ini dikarenakan animo luar biasa para pengusaha yang hadir di penyelenggaraan kemarin.

“Indonesia-Singapore Business Matching Event”, 8 Jurong, Pier Road, Singapore, diikuti 15 pengusaha anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surabaya, 35 pengusaha Singapura dan dihadiri Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura. Chief Operational Officer IIA Rudy Fang menegaskan perlunya pebisnis Indonesia mengikuti kegiatan ini. Market Singapura memungkinkan brand Indonesia dikenal lebih luas di Asia Pasifik. Selain itu, jika pengusaha lokal ingin brand-nya bersaing secara internasional, mau tidak mau standar kualitas harus mengikuti standar dunia.

Sigit S. Widiyanto dari Kedubes RI untuk Singapura memberi sambutan.

Sigit S. Widiyanto dari Kedubes RI untuk Singapura memberi sambutan.

Kegiatan mempertemukan pengusaha kecil dan menengah Indonesia dan Singapura ini dilakukan untuk memperluas jejaring pelaku usaha skala Small Medium Entrepreneur (SME) atau UKM di Indonesia dengan rekan bisnis seperti eksportir, importir, distributor, retailer & investor negeri jiran tersebut.

“Ini peluang bagus bagi pengusaha lokal yang ingin melebarkan sayap bisnisnya ke Singapura. Apalagi negara ini dikenal sebagai hub-nya Asia. Dengan berjejaring dengan sejumlah rekan bisnis Singapura, kesempatan agar brand lokal Indonesia mendunia terbuka lebar.” Jelas Rudy.

Aisya, dari PT Fortuna Badja Inti, salah satu peserta Business Matching mengenalkan produknya.

Aisya, dari PT Fortuna Badja Inti, salah satu peserta business matching mengenalkan produknya.

Antusiasme terlihat dari peserta business matching di Singapura saat sesi presentasi. Beberapa peserta dari Singapura sangat antusias mengenal lebih jauh produk-produk yang dibawa dari Indonesia, seperti Sabor Indonesia yang mengenalkan sabun dan body lotion eksotisme Timur Tengah-Indonesia, Griya Dizza dengan produk etnik Tuban dan Fortuna Badja Inti yang hadir dengan produk alat pemadam kebakaran dan produk baja lain andalannya.

Standar Internasional
Pertanyaan yang sering mencuat manakala brand lokal ingin mengepakkan sayap ke pasar internasional, bagaimana sebenarnya peluang merek dalam negeri di kancah dunia? Rudy memaparkan bahwa produk lokal sebenarnya tak kalah dengan merek luar, hanya saja dalam urusan mengemas, pengusaha lokal masih lemah. Itulah mengapa IIA yang memiliki spesialisasi dalam business coaching ini menekankan pentingnya menaikkan standar mutu produk agar mampu bersaing. Dua hal yang dilakukan pihaknya agar pengusaha Indonesia bisa mendunia, yakni meningkatkan bisnis dalam negeri dengan menggandeng partner asing untuk meningkatkan kualitas Produksi, HRD, sales dan beberapa elemen penting lain, dan mendapatkan pendanaan dari investor luar negeri.

Jangan Menunda
Problem klasik yang dialami oleh pengusaha UKM biasanya tidak jauh-jauh dari permodalan, pemasaran dan manajemen. Rudy menekankan kepada pengusaha agar tidak bingung dengan 3 urusan klasik ini. Kalau mau maju memang harus disegerakan, yakni meningkatkan pengetahuan dan menyegerakan diri agar kualitas meningkat. Di sinilah peran IIA. Karena jika pengusaha sudah kuat secara produk, pemasaran dan manajemen, maka peluang sukses ada di genggaman.

Tertarik bergabung dengan Business Matching Event di Vietnam dan China? Segera jadi member ASEAN Business Centre dan tunggu undangan kegiatan-kegiatan mereka. Atau dapat pula menghubungi Indonesia Investment Advisory dengan cara mengirim nama perusahaan, contact person dan alamat email ke nomor whatsapp +65 9101 2098 atau via email info@aseanbusinesscenter-sg.com. (CEO Stars-RD)