Senja Di Kuil Seribu Porselain

11:26 on June 18, 2016 by Editor in CEO travel

Jika Stars people berkunjung ke Ibu Kota Thailand, Bangkok, pastikan menyempatkan mampir di Wat Arun. Apalagi saat senja, dijamin akan mendapatkan sensasi lebih. Kontributor CEO Stars Rosnah Indarti merangkum perjalanannya untuk CEO Stars.

Meskipun sebutannya adalah Temple of Dawn (Kuil Fajar), tapi menurut saya, kuil Wat Arun lebih cantik dinikmati pada saat senja. Terletak persis di sisi bagian barat sungai Chao Phraya, kombinasi sungai dan landscape kota Bangkok dijamin menjadi suguhan yang indah dilihat dari atas menara kuil. Ada yang menyarankan untuk datang lebih pagi untuk menghindari banyaknya pengunjung. Tetapi bila kerumunan orang bukan masalah berarti, Stars people bisa datang sore hari dan menikmati hiruk pikuk Sungai Chao Phraya saat orang-orang pulang kerja, lalu mampir ke Wat Arun.

Cobalah naik ke bagian atas bangunan menara utama kuil, menikmati sensasi meniti anak tangga yang sempit dan curam. Namun harap hati-hati karena selain tangganya yang curam, Stars people juga akan berpapasan dengan orang dari arah berlawanan. Bagi yang takut akan ketinggian, perlu menambah sedikit keberanian, terutama pada saat turun.

Ribuan keping porselain

Wat Arun adalah Candi Budha (Wat) tertinggi di Bangkok. Bangunan utamanya atau “Prang” mencapai ketinggian 80 meter. Dulunya, Wat Arun pernah menjadi kuil yang terbengkalai dan tidak terurus karena lokasinya yang terkesan ‘sendirian’ di seberang sungai dan terpisah dari ibukota kerajaan, sampai akhirnya dikembalikan lagi fungsinya pada masa Raja Rama II. Kuil ini juga sempat mengalami beberapa pergantian nama sejak abad ke-17. Nama Wat Arun sendiri berasal dari Aruna, sebuah nama India yang berarti Dewa Fajar.

Wat Arun dibangun dengan arsitektur dan detil hiasan yang unik. Terbuat dari batu bata yang dilapisi semen dan ribuan keping porselain China berwarna-warni. Detilnya cantik berbentuk bunga-bunga. Ada banyak patung yang merupakan wujud beberapa karakter cerita epik Ramayana dan Dewa-Dewa Budha dipasang di beberapa sudut bangunan. Ada juga patung gajah berkepala tiga di setiap arah mata angin.

Tangga sempit nan curam di Wat Arun

Tangga sempit nan curam di Wat Arun

____________________________________________________________________

Patung Budha di pintu masuk

Keindahan bangunanan dan kemegahan Wat Arun sudah mulai terlihat dari area taman. Setiap pengunjung wajib membayar 50 baht untuk masuk. Jika ingin berfoto dengan menggunakan baju tradisional Thailand, juga tersedia beberapa tempat penyewaan di dekat loket masuk.

Patung Budha di pintu masuk

Patung Budha di pintu masuk

Momen menjelang dan saat matahari terbenam dengan latar siluet Wat Arun dapat disaksikan dari seberang sungai atau lebih tepatnya di sekitar Dermaga Tha Tien. Ada beberapa restoran dan café berjajar di pinggir sungai yang siap dijadikan tempat bersantai sambil menikmati minuman dan makanan. Atau jika budget terbatas, bisa keluar dari area Dermaga Tha Tien dan memanjakan perut dari berbagai gerobak street food yang menjual kuliner lokal ataupun buah-buahan segar Thailand, tak jauh dari Grand Palace dan Wat Pho yang juga merupakan destinasi populer di Bangkok.

Senja dari balik seberang sungai Chao Phraya

Senja dari balik seberang sungai Chao Phraya

Mudah Dijangkau

Kuil yang merupakan landmark paling photogenic di Bangkok ini terletak persis di seberang Dermaga Tha Tien, Sungai Chao Phraya. Dari pusat kota Bangkok, akan lebih mudah dengan naik kereta monorail atau BTS dan turun di Stasiun Saphan Taksin. Kemudian berjalan kaki menuju Dermaga Express Boat Sathorn Taksin. Kemudia naik perahu yang berbendera oranye dengan biaya 15 baht ke arah utara menuju Dermaga Tha Tien, dan menyeberang menggunakan cross-river ferry dengan tarif 3 baht. Selamat berlibur! (CEO Stars-RD)