Saran Terbaik Para CEO Dunia Untuk Pemimpin Perusahaan

11:58 on December 28, 2015 by Editor in Capture, CEO insight

1. Mary Barra, CEO General Motors

Memimpin perusahaan dengan jumlah karyawan 212.000 orang di lebih dari 120 negara tentu tidak mudah. Pengalaman dan pengetahuan menjadikan Barra seorang CEO yang cukup disegani. Wanita lulusan Stanford University ini pernah menjadi cover majalah Time “100 Most Influential People in the World”.

“Lakukan sesuatu yang menjadi passion dan yang Anda sukai. Mengerjakan sesuatu sesuai passion secara natural dapat mengantar seseorang menuju sukses. Begitu pula banyak hal akan terjadi di kehidupan kita tanpa perlu merasa khawatir berlebihan. Begitu banyak kesempatan dan pilihan. Maka jalanilah. Hidup terlalu pendek.” Sarannya.

2. Marc Andreessen, Co-Founder Andreessen Horowitz

Marc Lowell Andreessen, nama lengkap pria kelahiran 9 Juli 1971 ini. Dikenal sebagai pengusaha dan investor ternama, sekaligus insinyur software. Lulusan Universitas Illinois ini menjadi investor sejumlah startup ternama seperti Plazes, Netvibes, CastTV, Twitter, dan The RockMelt. Ia mengagumi kata-kata dari Steve Martin dalam bukunya yang luar biasa¬†Born Standing Up berbunyi : “Jadilah yang terbaik. Mereka tidak akan bisa mengabaikanmu.”

Warren Buffett senang berbagi pengalaman di banyak forum

Warren Buffett senang berbagi pengalaman di banyak forum

3. Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway

Siapa yang tak kenal pria berusia 85 tahun ini? Seorang investor dan penasihat bisnis di sejumlah forum bisnis ini juga dikenal sebagai sosok yang membumi. Lahir di Omaha, Nebraska, pada 1930, Buffett adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Memulai karir dengan bekerja di Buffett-Falk & Co. Sebagai investment sales, ia telah menghasilkan 9.800 dolar Amerika Serikat pada tahun 1950. Karirnya terus meroket hingga ia pernah membeli saham Coca Cola.

Ada saran bagi perempuan muda darinya yang berbunyi : “Lakukan hal sama seperti seorang pria lakukan, ikuti passionmu dan temukan sesuatu yang kamu cintai. Karena hanya sedikit orang-orang yang mau menekuni pekerjaannya. Dengan begitu kamu akan benar-benar ‘terlihat’. Orang lain akan mudah mengenalimu jika engkau serius mengerjakannya.”

4. Helena Foulkes, Executive Vice President CVS Caremark Corporation

Hobi seseorang seringkali berpengaruh pada keseharian dari orang tersebut. Ini juga yang dialami Executive Vice President CVS Caremark Corporation, Helena Foulkes. Kebiasaan berlarinya memberi ia filosofi. “Saya menyukai lari jarak jauh. Darinya saya merasakan sakit dan ketabahan pada saat-saat tertentu. Membuat keputusan bisnis seperti seorang pelari maraton. Kita tahu mana garis finish yang akan dituju, dan apa yang dirasakan sepanjang perjalanan. Tidak semuanya menyenangkan memang. Namun jika mata kita selalu tertuju pada hadiah yang akan didapat, maka itu akan mendorong kita berada di sana.” Ungkapnya.

Meg Whitman presentasi di sebuah forum

Meg Whitman presentasi di sebuah forum

5. Meg Whitman, CEO Hewlett-Packard

Memulai karir dengan bekerja sebagai brand manager Procter & Gamble di Cincinnati, Ohio, Whitman memang telah dianugerahi otak yang cerdas. Berbagai tawaran dari perusahaan ternama jatuh ke tangannya seperti menjadi konsultan di Bain & Company’s San Fransisco, wakil presiden The Walt Disney dan CEO Florists Transworld Delivery.

Inilah tips Whitma agar selalu bahagia dan sukses dalam karir : “Buatlah deskripsi jelas tentang apa yang paling penting. Dan apa yang paling penting tersebut adalah keluarga. Akan ada banyak ‘transaksi’ dimana dibutuhkan kejelian kita untuk memilihnya. Akan ada banyak lingkungan yang akan kita masuki, namun pilihlah orang-orang yang membuat kita nyaman.”

Whitman memberi saran bagi anak muda di luar sana : “Jika kamu berada di perusahaan yang engkau merasa ada sesuatu yang tidak beres dan tidak nyaman dari sisi leadership maupun kebijakan perusahaan, larilah -jangan cuma berjalan- cari pintu keluar!”

Jeffrey Katzenberg di sebuah sesi tanya jawab

Jeffrey Katzenberg di sebuah sesi tanya jawab

6. Jeffrey Katzenberg, CEO DreamWorks

Pernah bekerja di The Walt Disney Company menjadikan Katzenberg tahu banyak tentang bagaimana membuat film animasi berkualitas. Sejumlah film ternama yang pernah ia produksi di antaranya Star Trek, The Little Mermaid, The Lion King dan Beauty and the Beast.

Ia menitikberatkan akan pentingnya mencoba : “Saya tidak berpikir seberapa kecil atau besar sebuah pekerjaan. Jika kamu bisa mengerjakan meski itu kecil, jauh lebih baik daripada sebuah pengharapan. Di DreamWorks, dengan setiap film yang kami buat, kami memulai semuanya dengan ambisi dan sebuah goal yang ingin mencapai titik kepuasan konsumen. Mungkin kami tidak mencapainya setiap saat, begitu juga Anda, tetapi kami yakin telah mencobanya.”

7. Martin Sorrell, CEO WPP Group

“Ayah saya pernah mengatakan bahwa untuk menemukan sesuatu yang kamu merasa nyaman mengerjakannya, bekerja keraslah untuknya dan kembangkan sebuah reputasi, dan kemudian jika kamu ingin memulai usahamu sendiri, lakukan. Jika kamu enjoy pada pekerjaanmu itu namanya bukan pekerjaan. Apa yang terjadi sekarang berbeda dengan dulu dimana orang jaman sekarang mudah sekali berpindah-pindah perusahaan.”

Martin menambahkan saran bagi mereka yang ingin sukses untuk selalu ulet dan cepat. “Get on with it!” Tegasnya.

CEO Western Union di CERF reception

Western Union CEO di CERF reception

8. Hikmet Ersek, CEO Western Union

Keahlian komunikasi menjadi concern banyak perusahaan terlebih keahlian dalam mendengar. Berapa banyak perusahaan yang tersandung masalah karena kurangnya ‘mendengar’ konsumen? Itu pula yang menjadi perhatian CEO Western Union, Hikmet Ersek.

“Top leaders seharusnya menaruh diri mereka pada sepatu orang lain dan selalu mendengar. Jika pemimpin siap untuk mendengar apakah orang lain tersebut dari Amerika Serikat ataupun Spanyol, Bangladesh atau Brazil, Mexico atau Rusia, apakah mereka kaya atau miskin, kulit putih atau hitam, pria atau wanita, tua maupun muda, mereka akan terus memotivasimu. Mereka akan membuatmu terus aktif. Jangan hanya melihat pada bagian bawah dari piramida atau pasar yang sedang tumbuh sebagai permasalahan yang harus diselesaikan. Lihatlah sebagai peluang untuk menciptakan sebuah perbedaan.” Jelas pria yang menjabat CEO di Western Union sejak 1 September 2010 tersebut.

9. Ginni Rometty, CEO IBM

Wanita ini beberapa kali masuk daftar tokoh berpengaruh. Di antaranya 50 Most Powerful Women in Business majalah Fortune pada 2012, 2013, dan 2014, World’s 100 Most Powerful People versi majalah Forbes, dan 50 Most Influential List dari Majalah Bloomberg Markets.

Ia punya saran terbaik bagi para leader : “Jangan pernah lindungi masa lalu. Jika kamu melakukannya, maka kamu tidak akan pernah keluar darinya karena terlalu memberatkannya. Jangan pernah medeskripsikan diri sendiri sebagai produk dan pembanding kompetisi karena akan kehilangan kemampuan melihat siapa sebenarnya pelangganmu.”

10. Indra Nooyi, CEO PepsiCo

Wanita yang konsisten mencatatkan namanya sebagai World’s 100 Most Powerful Women ini sering mengisi forum pemimpin dunia seperti World Economic Forum. Pernah menempati peringkat 13 dalam Forbes World’s 100 100 Most Powerful Women pada tahun 2014, Nooyi adalah wanita berkewarganegaraan Amerika Serikat hasil naturalisasi. Ia lahir di Madras, Tamil Nadu, India, 28 Oktober 1955.

Jebolan Yale School of Management ini juga penganut paham lifelong learning. “Ambilah tugas yang lebih berat. Karena tidak akan ada yang mengingat pada saat kita berhasil melakukan pekerjaan-pekerjaan mudah. Akan lebih baik jika kita menantang tugas-tugas yang lebih berat dan mampu mengatasinya, dimana tak seorangpun yang bisa melakukan. Itulah cara menjadi pemimpin terpercaya di sebuah organisasi. Jangan pernah berhenti belajar. Baik sebagai karyawan baru maupun seorang CEO, kita tidak akan pernah tahu. Jangan jadikan itu sebagai sebuah kelemahan. Pemimpin yang paling kuat adalah mereka, para siswa yang terus belajar sepanjang hayat.” Tukasnya. (CEO Stars-FH)