Ribuan Papan Surfing Berkualitas Terjual Hanya Lewat Garasi Rumah

10:39 on December 31, 2017 by Editor in Young CEO

Jumlah pengusaha muda Indonesia sampai dengan bulan Juni 2017 masih di bawah satu persen. Menurut Ketua Komisi XI DPR, Melkias Mekeng, idealnya, untuk mendongkrak jumlah pengusaha di sebuah negara perlu ada program pemberdayaan pengusaha muda agar jumlah pengusaha di negeri ini mencapai angka ideal minimal dua persen dari total populasi. Dari data CEO Stars, penyebab kegagalan berwirausaha rata-rata disebabkan lemahnya mental pengusaha, minimnya pengetahuan dan keahlian dalam berbisnis, dan produk yang kalah bersaing.

 

“Kita ini tinggal di daerah maritim. Kita punya banyak pantai. Tapi berapa banyak anak mudanya Indonesia yang bisa dan mau berselancar?”

 

Sudah Saatnya Anak Muda Lirik Pantai Indonesia

Ide Hare Yashuananda mendirikan Ratu Bagus Surf Shop bisa menjadi inspirasi bagi jutaan anak muda Indonesia. Bagaimana tidak, bermula dari keprihatinan atas realita dimana banyak anak muda tidak menyukai surfing atau berselancar, Hare terketuk hati membuat bisnis yang bisa mengajak anak muda untuk peduli pantainya. “Kita ini tinggal di daerah maritim. Kita punya banyak pantai. Tapi berapa banyak anak mudanya Indonesia yang bisa dan mau berselancar?” Tegasnya membuka obrolan dengan CEO Stars. Hare membuktikan bahwa peluang bisnis tidak datang begitu saja, tetapi perlu diciptakan. “Banyak anak muda kita nggak mau berselancar karena takut (kulit) hitamlah, takut jeleklah, yang berbahayalah, dan sebagainya. Padahal kan tergantung gimana menyiasatinya.” Sambungnya.

 

Founder Ratu Bagus Surf Shop, Hare Yashuananda

 

Sukses Menjual Yang Unik

Ia masih ingat awal mula membangun brand Ratu Bagus. Hanya karena ingin mengajak anak muda peduli dengan alamnya dan hasrat ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris, Hare memberanikan diri membangun usahanya. “Saya tadinya berpikir emangnya ada ya bule nyari bahan bekas? Waktu itu ada seorang bule nanya papan selancar bekas, lalu ada bule berikutnya lagi nanya. Saya belum melihat itu sebagai peluang bisnis. Hingga saya coba iseng menjual dan laku.”

Ditanya kiat suksesnya dalam menjual ribuan produk, Hare mengakui bahwa mengetahui prilaku konsumen menjadi hal mutlak yang wajib dikuasai oleh pengusaha. Konsumen saat ini lebih menyukai hal-hal yang sifatnya unik. Mereka menyukai sesuatu yang memberi mereka pengalaman. “Saya menjual yang unik. Jika umumnya toko surving ada di sekitaran pantai. Saya buka toko di rumah. Kedua, Setiap papan kami diperciki air suci. Saya ingin papan-papan ini jatuh ke tangan yang tepat.” Aku bungsu dari tiga bersaudara yang masih kuliah di Universitas Udayana ini.

1.200 Papan Selancar Terjual

Media sosial menjadi kekuatan kanal penjualan Ratu Bagus. Iklan berbayar diakui Hare ampuh mendongkrak penjualan hingga di angka total 1.200-an papan selancar dari sejak berdiri 7 November 2015. Menurutnya, medsos memberi kontribusi besar, yakni facebook 40%, instagram 30%, lalu sisanya dari mulut ke mulut.

Untuk anak muda yang ingin sukses, Hare memberi kiat untuk lebih mengenali diri sendiri. “Kenali diri sendiri dulu. Apa passion-nya, baru cari ide. Idenya harus unik. Maksudnya, ide unik apa yang bisa digali untuk menciptakan peluang bisnis.” Tegasnya. Sebuah bisnis juga harus punya value, seperti logo Ratu Bagus yang menyerupai sirip hiu. Maknanya, orang boleh melihat brand ini nampak dari luar kecil, padahal di dalamnya besar. Selain sebuah pesan moral bahwa ia ingin toko selancarnya ini menjadi ‘sosok’ yang disegani. Maksudnya menjadi merek yang berpengaruh. (CEO Stars-RD)