Recharge, Serupa Teko Yang Diisi Ulang

07:44 on June 23, 2015 by Editor in Capture

recharge

Seorang pemuda, fresh graduate dari sebuah universitas, lulusan terbaik di fakultasnya, mendapat sebuah pekerjaan yang memadai. Sesuai dengan jurusannya. Ia bekerja dengan penuh semangat sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Di divisi IT. Hasilnyapun maksimal.

Setelah tiga tahun bekerja, CEO di perusahaannya memanggil sang pemuda untuk menghadap. Setelah bertanya khabar karyawannya tersebut, sang CEO bertanya,”Apakah kamu sakit dalam 1tahun terakhir ini?”

“Tidak, pak. Saya sehat-sehat saja dan selalu masuk kerja. Tidak pernah absen.” Jawabnya

“Berapa banyak buku yang kamu baca selama 3 tahun bekerja di sini?”

“Saya tidak sempat membaca banyak, Pak. Waktu dan pikiran saya tercurah pada pekerjaan. Berupaya agar target perusahaan yang diberikan pada saya dapat tercapai maksimal.” Ujar keryawan tersebut.

“Apakah kamu mengikuti seminar-seminar atau workshop terkait pekerjaanmu?”

“Jangan mengikuti seminar, Pak. Waktu saya sepenuhnya saya curahkan pada pekerjaan di perusahaan ini.” Kata si karyawan sambil mengembuskan nafas panjang.

“Eeehm, apa menurutmu perusahaan tidak akan mengijinkan karyawannya mengikuti seminar atau workshop terkait pekerjaan di sini?” selidik sang CEO.

“Lalu apakah targetmu menaik dari tahun ke tahun?” Tanya sang CEO dengan senyum penuh arti.

“Itulah yang akhir-akhir ini membuat saya pusing, Pak. Rasanya semua ilmu yang saya dapat dari bangku kuliah telah saya terapkan semua. Tapi kok 1 tahun belakangan ini, hasilnya tidak seperti yang saya harapkan.” Keluh sang karyawan sambil menarik dan mengembuskan nafas dengan berat. Seolah ingin melepas beban dari hatinya.

“Anak muda, ilmu dan teknologi berkembang pesat dari tahun ke tahun. Kau bekerja di bidang apapun, jika tak banyak membaca, tak banyak belajar, maka ilmumu stagnan. Tak heran jika kau tak mampu meraih hasil maksimal seperti awal bekerja. Seperti saat baru lulus, ketika ilmumu masih penuh. Sesibuk apapun, sempatkanlah mengupgrade ilmumu. Membacalah. Hadirilah seminar-seminar bisnis. Maka kau akan lebih maju. Bahkan bukan tak mungkin kelak kau akan berada di posisiku saat ini. Yang perlu kau lakukan adalah ; membaca dan terus membaca. Ingat, tekopun perlu diisi ulang agar dapat tetap mengalirkan air ke gelas-gelas. Jadi recharge you knowledge segera.”

Pada dasarnya sebagian besar kita, terjebak pada rutinitas sama halnya dengan karyawan tersebut. Hingga seringkali melupakan sisi lain dari kebutuhan kita akan sesuatu yang baru dan dinamis berupa wawasan dan ilmu. Kesibukan kerap jadi alasan utama bagi kita untuk mengesampingkan pemenuhan kebutuhan intelektual tersebut. Maka tak heran, jika bertahun-tahun kerja kemampuan kita tak meningkat sama sekali.

Kita perlu keluar sejenak dari rutinitas, agar dapat kembali me-recharge ilmu dan pengetahuan. Setiap hari ada banyak penemuan, dan banyak buku diterbitkan untuk semakin meningkatkan daya keberhasilan dalam setiap bidang pekerjaan. Terlebih dari semua itu, kemauan dari dalam diri sangatlah penting untuk proses recharging tersebut. Masih menunda untuk me-recharge ilmu? Siap-siaplah untuk merugi. (CEO Stars-TS)