Rahasia Sukses Pemilik Restoran Terbaik Dunia

06:47 on June 17, 2016 by Editor in CEO insight

Massimo

Bagi para pecinta kuliner, menyantap makanan enak berkelas, disajikan oleh seorang chef handal di sebuah restoran terbaik di dunia adalah sebuah impian yang harus dikejar dan diwujudkan.

Dalam sebuah ajang World’s 50 Best Restaurant Awards, sebuah tradisi tahunan di dunia kuliner, yang diadakan di New York, telah memilih 50 restoran terbaik di dunia dalam 15 tahun terakhir. Daftar restoran tahun 2016 di seluruh dunia dipillih oleh sekitar 1.000 ahli gastronomy yang terdiri dari : pelaku industri kuliner, termasuk pemilik restoran, chef, food writers, dan para ahli pencicip makanan. Mengutip Bloomberg, mereka dibagi menjadi 27 kelompok regional yang masing-masing terdiri dari 36 anggota. Tugas mereka adalah memilih 7 restoran terbaik, bukan saja berdasarkan jenis makanan, namun juga cita rasa, penyajian, keunikan, dan filosofinya. Terpilih sebagai restoran terbaik pertama adalah Osteria Francescana, milik seorang chef, Massimo Bottura.

Tidak heran jika restoran Italia tersebut menempati posisi pertama. Dalam tradisi Italia, makanan adalah ekspresi cinta. Meyiapkan sebuah hidangan berarti menghadirkan cinta melalui makanan yang disajikan untuk orang-orang yang akan menikmatinya. Untuk itu dibutuhkan https://invite.grab.co/titie64370 skill yang tinggi agar bahan makanan dapat diolah dengan seni dan kelezatan yang berkelas.

Cinta di atas sepiring sup

Bagi Massimo Bottura, sang istri, Lara Gilmore adalah sumber inspirasinya. Perempuan yang pertama kali ditemuinya pada tahun 1993 di Soho, New York, memberinya inspirasi sekaligus tantangan bagaimana membuat sup artichokes selezat masakan ibu mertua tercinta dalam bentuk dan sajian yang berbeda.

Tantangan itu membuatnya menghasilkan sebuah creamy soup, yang merupakan rekonstruksi dari bentuk bola dunia. Terdiri dari 15 lapisan bahan-bahan yang saling melapisi satu sama lain. Bagi Lara Gilmore, cinta di atas sepiring sup yang disajikan oleh suaminya, adalah sebuah cita rasa tinggi yang tidak akan pernah ia lupakan. Sedangkan menurut pria penggila seni memasak ini, momen tersebut adalah awal ia tertantang untuk menghasilkan sebuah karya seni di dalam memasak dan menyajikan sebuah hidangan.

Kreatifitas tak kenal batas

Sebagai chef terkenal dan pemilik sebuah restoran, Massimo kerap menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan makanan khas Italia. Di lingkungan yang konservatif, ia berusaha menjadikan makanan tradisional berkembang dengan cita rasa dan seni yang tinggi, dan bisa diterima di seluruh dunia.

Salah satu varian yang dikembangkannya adalah “Riso-Pizza.” Paduan antara risotto dan pizza. Hidangan nasi yang dibuat dari beras yang direndam dalam susu berbumbu dan kaldu, dicampur dengan saus berbahan Vesuvian tomatoes, disajikan dengan pinggiran garing menyerupai pizza mengelilingi nasi.

Salah satu seni penyajian makanan ala Massimo Bottura, lukisan di atas piring psychedelic spin-painting. www.sothebys.com

Salah satu seni penyajian makanan ala Massimo Bottura, lukisan di atas piring psychedelic spin-painting. www.sothebys.com

Dalam penyajian makanan, Massimo Bottura kerap menggunakan keahlian seni tinggi dengan lukisan di atas piring psychedelic spin-painting warna merah, putih dan hijau yang dibuat dari bit merah, pure kentang dan klorofil dan ditambah sebuah smoky sous-vide veal dengan sentuhan akhir berupa Villa Manodori extra old balsamic vinegar and horseradish.

Top achievement seorang chef

Perjalanan panjang Osteria Francescana dimulai dengan menempati posisi ketiga pada tahun 2013 dan 2014. Baru pada tahun 2015 menempati urutan kedua. Massimo Bottura, chef sekaligus pemilik restoran tersebut, yang dengan segala passion, kreatifitas, ketrampilan, dan seninya berusaha keras untuk menduduki posisi puncak dari ajang bergengsi tersebut. Usahanya tak sia-sia, pada 13 Juni 2016, di Cipriani Wall Street, Manhattan, New York, Osteria Francescana terpilih sebagai restoran Italia pertama yang dianugerahi penghargaan sebagai juara pertama.

Menurut Massimo Bottura, dalam winner speech-nya, ia berterima kasih pada seluruh anggota timnya yang membuat restoran tidak cuma sekadar menyajikan makanan, tapi karya seni. Sebagai seorang chef, Bottura selalu menghadirkan gairah di dalam bekerja bersama timnya yang disebutnya sebagai pekerjaan dapur sehari-hari. “Kami bekerja untuk sukses.” Ungkapnya di atas panggung kemenangan.

Sebagai seorang owner, Massimo Bottura tidak hanya pandai mengendalikan bisnisnya, ia mampu menjadikan dirinya sebagai leader. Memberi contoh kinerja, kreatifitas, semangat, dan keahlian yang tinggi. Memimpin crew-nya untuk bersama-sama mencapai puncak kemenangan. Stars people, ingin sukses di bisnis kuliner? Belajarlah dari kesuksesan Massimo Bottura. (CEO Stars-TS)