Personal Approach, Kunci Utama Harmonisasi Kerja

07:12 on June 23, 2015 by Editor in CEO cares

Latar belakang beragam karyawan di perusahaan memicu terjadinya perbedaan pendapat dan pandangan. Pendidikan, pengalaman hidup, hingga lingkungan tempat bertumbuh, memengaruhi cara seseorang beradaptasi dengan lingkungannya. Di organisasi manapun perbedaan pendapat dapat saja terjadi. Namun melebar tidaknya perbedaan hingga berujung pada konflik sangat erat kaitannya dengan kedewasaan seseorang dalam mengatasi masalah di tempat kerja.

Ingatkan kembali karyawan pada tujuan

Erison Hek Oktavian, Chief Information Officer PT. Media Nusantara Citra, Tbk membenarkan bahwa diĀ  organisasi manapun gesekan dapat saja terjadi. Ia berpendapat bahwa penting bagi seorang leader memiliki kemampuan merangkul banyak pihak untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Pria kelahiran Palembang, 6 Oktober 1964, peraih Best CIO Award ini menambahkan bahwa seorang pemimpin harus bisa mengapresiasi bawahan. Itulah kunci harmonisasi kerja. Untuk itu kemampuan atasan dalam melakukan pendekatan perorangan (personal approach) penting. “Seorang karyawan akan memberikan effort terbaik bila setiap usahanya dihargai. Bahkan ia siap pasang badan demi seorang atasan yang menghargai.” Jelasnya.

Sinergikan seluruh karyawan

Malang melintang di dunia informasi dan teknologi selama lebih dari 26 tahun membuatnya paham akan dinamika sumber daya manusia. Termasuk saat menghadapi kebuntuan komunikasi. Bila menghadapi situasi sulit seperti ini diperlukan sikap ulet dari seorang atasan untuk bisa menyinergikan setiap potensi karyawan.

“Saya pernah mengimplementasikan sistem finger print di tahun 2.000, dimana tidak banyak perusahaan menggunakannya. Seharusnya technology is the king, tapi kenyataannya human is more important than technology.” Imbuhnya, menceritakan pengalamannya akan kegagalan yang pernah dialami di masa lalu. Terkait kemampuan komunikasi ini, Erison tidak membantah bahwa skill komunikasi yang ia punyai tak lepas dari kesukaannya belajar. Selain itu dia juga aktif di banyak forum IT, seperti ; CXO Honor Indonesia, ICIO, Intel, dll.

Bantu karyawan menjadi berhasil

Erison sangat yakin bahwa tidak ada orang yang ingin gagal. Artinya setiap orang di perusahaan ingin bekerja maksimal. Tinggal bagaimana mengelolanya. Seorang pemimpin bertanggung jawab pada keberhasilan bawahannya. Jika ia tidak berhasil menjadikan bawahannya berhasil, maka ia belum layak disebut sebagai seorang pemimpin. Dalam melakukan pendekatan personal, seorang pemimpin bisa melakukan observasi terhadap karyawan. Pendekatan cukup pada beberapa orang yang memegang pengaruh. Sisanya biarkan mereka yang menularkan pada karyawan lain. Dengan demikian tujuan perusahaan tercapai.

Manfaatkan teknologi

Urusan teknologi ini memang gampang-gampang susah. Selain butuh investasi yang tidak sedikit, perusahaan berbasis teknologi untuk operasionalnya, juga seringkali mendapat kendala dari sisi kesiapan sumber daya manusia. Masih menurut Erison, dibutuhkan penjelasan kepada semua pihak di organisasi tersebut. Apa tujuan dari penggunaannya, bagaimana aplikasinya dan termasuk kelemahannya. Jika semua dikomunikasikan dengan baik, bukan tidak mungkin teknologi melipatgandakan performa karyawan. Namun Erison mengingatkan, penggunaan teknologi memang perlu, tetapi kesiapan SDM tidak kalah penting dari teknologi sendiri. (CEO Stars-FH)