Pemuda Dalam Perputaran Arus Kepemimpinan

05:39 on October 28, 2016 by Editor in Capture
Pemuda Dalam Perputaran Arus Kepemimpinan

28 Oktober 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 yang diperingati secara seremonial dalam bentuk upacara bendera di berbagai instansi, merupakan salah satu tonggak sejarah terbebasnya Indonesia dari belenggu penjajahan. Peristiwa tersebut tercatat sebagai salah satu moment penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Menilik kembali sejarah tercetusnya Sumpah pemuda tidak terlepas dari peranan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) sebagai penggagas Kongres Pemuda ke-2 yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Dihadiri oleh sekitar 750 peserta mewakili para pemuda dari seluruh Indonesia. Kesepakatan para peserta kongres menghasilkan deklarasi yang dibacakan di Jalan Kramat Raya 106 dan dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Sejak Kongres tersebut  bermunculan para pemimpin dari kalangan pemuda yang bersinar pada jamannya. Sebut saja Moehammad Yamin, Johanes Leimena, Soegondo Djojopoespito, Amir Syarifudin harahap, WR Soepratman, Kasman Singodimedjo (perintis Gerakan Pramuka), Sie Kong Liong (pemilik rumah yang sekarang dijadikan Museum Sumpah Pemuda), Soekarno, Mohammad Hatta, Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, dan masih banyak lainnya. Mereka memberi kontribusi yang tidak sedikit dalam perjalanan sejarah bangsa.

Kongres Pemuda 2

Kongres Pemuda 2 – google.com

Saat ini seiring lajunya perkembangan Indonesia di segala bidang, sesungguhnya belum banyak kita rasakan ‘greget’ Sumpah Pemuda menggugah semangat anak bangsa. Masih banyak kita temui perpecahan dan bentrokan di kalangan organisasi, institusi dan birokrasi yang disebabkan oleh masalah integritas para pemimpin di dalamnya.

Integritas modal utama seorang pemimpin

Kebanyakan orang cenderung melihat integritas hanya dari sudut pandang korupsi. Padahal integritas sangat terkait erat dengan seluruh aspek kehidupan. Integritas merupakan modal utama seorang pemimpin sekaligus modal yang paling jarang dimiliki oleh para pemimpin. Peneliti kepemimpinan James Kouzes dan Barry Posner dalam buku mereka berjudul Credibility: How Leaders Gain and Lose It, Why People Demand It melaporkan hasil riset mereka selama hampir 20 tahun dari survei lapangan terhadap ribuan kaum profesional dari empat benua bahwa karakteristik nomor satu yang paling kritis bagi seorang pemimpin adalah masalah integritas.

Saat ini kebutuhan akan hadirnya pemimpin sejati semakin mendesak. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, tidak bisa dipungkiri Indonesia menjadi centre of view di Asia Tenggara bahkan Asia. Integritas menjadi antitesa pada saat ini menyebabkan Indonesia berada dalam kondisi darurat kepemimpinan yang integral dan berintegrasi. Untuk itu dibutuhkan para pemuda dalam perputaran arus kepemimpinan yang memiliki integritas tinggi, visioner, cerdas, konsisten, tulus, open minded, dan bersedia bekerja keras membawa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. (CEO Stars-TS)