Mereka Dengan EQ Tinggi Akan Menghindari Hal-Hal Sederhana Ini

02:25 on January 31, 2018 by Editor in Capture

Ibarat angin, pikiran dapat mudah terbawa kemana ia menuju. Ia sangat memengaruhi sikap dan tindakan seseorang. Kecerdasan emosi menentukan kesuksesan seseorang. Justin Gammill dalam tulisannya menyebut bahwa pribadi sukses akan selalu peduli pada kondisi emosinya sehingga ia akan dengan sangat hati-hati dalam bertindak. Delapan hal di bawah ini setidaknya dapat menjadi pegangan Stars people bagaimana orang dengan Emotional Quotion (EQ) atau intelegensia emosi tinggi bersikap.

1. Emosi Mereka Bergantung Pada Kondisi Eksternal

Satu kunci utama dalam menjadikan kondisi EQ yang tinggi adalah sadar sepenuhnya bahwa emosi diri adalah sepenuhnya dikendalikan oleh pemiliknya, dan bukan orang lain. Mereka yang meletakkan kebahagiaannya di orang lain pasti akan selalu melibatkan orang lain dalam kebebasannya dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku.

2. Membuat Asumsi Khusus Tentang Kebahagiaan Dan Apa Yang Menciptakannya

Kebahagiaan dapat disebabkan oleh sesuatu benar adanya. Tetapi jika kebahagiaan diidentikkan dengan sesuatu tentu tidaklah benar. Mereka yang bahagia tidak pernah menggantungkan kebahagiaannya pada satu hal.

3. Cemas Secara Berlebihan Pada Sesuatu Yang Baru

Rasa takut itu wajar. Emosi yang dinamis pada manusia menjadikannya dapat merasa senang sewaktu-waktu dan juga dapat merasakan sedih di waktu yang lain. Hal ini wajar. Justru jika seseorang tidak pernah merasakan hal demikian maka sejatinya kondisi kejiwaannya tidaklah sehat. Sepanjang tidak berlebihan, takut akan sesuatu bukan hal yang perlu ditakuti. Orang dengan EQ tinggi memahami bahwa ketakutan adalah hal yang wajar.

4. Menyamakan Kondisi Emosional Sebagai Sebuah Kenyataan

Salah besar jika mereka yang menganggap bahwa problem adalah mimpi buruk seumur hidup. Ingat, bahwa badai tidak pernah terjadi setiap hari. Ia hanya datang sesekali lalu berganti dengan musim yang mendamaikan. Orang-orang dengan intelgensia emosi tinggi memahami bahwa emosi hanyalah reaksi dan bukan kenyataan hidup yang harus terus ditangisi.

5. Berasumsi Bahwa Perasaan Buruk Mengantarkan Pada Kehidupan Yang Buruk Pula

Banyak orang terjebak pada kondisi sesaat. Saat ia merasakan sesuatu, seringkali dirinya beranggapan bahwa kondisi tersebut akan terus menerus dan menjadi sebuah kenyataan hidup. Padahal hal tersebut sama sekali tidak benar. Saat seseorang terjebak dalam kondisi sesaat, di situlah awal bencana terjadi.

6. Mudah Menjadikan Orang Lain Sebagai Kawan

Satu dari sekian banyak hal penting dalam hidup adalah memilih siapa orang yang layak berada di sekitar kita. Karena ia akan menentukan ‘masa depan’ kita. Cara berpikir orang sekitar, karakter, dan sifat sekitar sedikit banyak akan memengaruhi seseorang. Jika Stars people ingin hidup berkualitas, maka pilihlah orang-orang berkualitas di sekitar Anda.

7. Terbelenggu Orang Lain Dalam Berpikir

Orang dengan kecerdasan emosi yang tinggi, menurut Gammil, seringkali keras kepala. Hal ini dikarenakan ia memiliki cara berpikir dan emosi yang independen. Tidak pernah terbelenggu oleh cara berpikir orang lain. Mereka sangat memahami perasaan mereka. Mereka tahu reaksi apa yang harus diberikan dalam merespon sesuatu kejadian atau orang lain. (CEO Stars-RD)