Menelusuri Kota Merah Marrakech

02:24 on June 12, 2016 by Editor in CEO travel

Orang boleh mengenal Casablanca sebagai kota “terseksi” di Maroko karena kepopulerannya. Namanya tersohor hingga seantero dunia. Tetapi jika Stars people juga tergelitik untuk mengunjunginya, maka sempatkan pula untuk mampir ke Marrakech, kota yang juga tak kalah memesona dibanding Casablanca. Kontributor CEO Stars, Shah Shamsiri berkesempatan mengunjunginya dan menceritakan pengalamannya untuk Stars people berikut ini :

Saat mengunjungi Maroko, saya teringat ucapan dosen saya di Perancis dulu yang mengatakan bahwa Maghribi adalah negeri paling cantik di dunia, dalam hati saya bergumam, “Dia mungkin belum pernah ke Indonesia..” tetapi kata-katanya menarik minat saya untuk browsing mencari informasi tentang Maghribi.

Istana Elbadi

Istana Elbadi

Sedingin Eropa

Maghribi diambil dari kata Al-Maghrib, yang dalam bahasa Arab berarti barat, sebutan untuk negara-negara yang berada di belahan barat, tepatnya di Afrika Utara, meliputi Maroko, Libya, Tunisia, dan Aljazair. Tadinya saya megira Afrika tidak mengalami empat musim seperti layaknya Eropa, Amerika dan Australia, ternyata Afrika Utara juga beriklim dingin yang suhunya tak ubahnya di negara-negara di 3 benua seperti yang saya sebutkan di atas. Dari Paris, butuh waktu 3 jam untuk bisa tiba di Marrakech. Suhu udara waktu itu (bulan Februari) mencapai 10 derajat selsius! Untungnya saya sudah membawa pakaian musim dingin.

Sudut lobby Hotel The Royal Mansour nan mewah

Sudut lobby Hotel The Royal Mansour nan mewah

Harus pintar menawar

Seperti di banyak negara berkembang lainnya, taksi di Maghribi juga jarang menggunakan argo. Hari itu pun kami kebagian taksi dengan sistem tarip tawar-menawar. Di sini kita haruslah pintar menawar, karena bisa-bisa kita dimintai bayaran tarip yang mahal. Di Marrakech kami tinggal di The Royal Mansour, sebuah hotel mewah di kota Marrakech. Desain The Royal Mansour tidaklah seperti hotel pada umumnya, melainkan ruangan serupa mansion yang didesain mirip ruangan mewah para bangsawan Arab jaman dulu. Arsitektur bangunan lebih mirip benteng, khas bangunan kerajaan Arab klasik. Hotel dilengkapi ruang tamu yang elegan, kolam renang ekslusif, dan fasilitas mewah lain. Benar-benar seperti kisah dongeng seribu satu malam! Tamu dilayani bak raja dan ratu. Setiap sudut memiliki detil nan indah. Service karyawannya pun bertaraf internasional.

Hidangan siput rebus khas Marrakech

Hidangan siput rebus khas Marrakech

Menikmati lezatnya siput hisab

Sajian makanan di Maghribi juga sangat enak dan kami berkesempatan mencoba hidangan tradisional lokal berupa nasi yang dimasak dalam tembikar khas. Para wisatawan muslim tidak perlu mencemaskan kehalalan makanan di sini karena dijamin halal. Saya sempat berpetualang kuliner dengan mencicipi telur goreng tradisional yang digoreng bersama daging sapi yang sudah dilumuri garam. Dalam bahasa Perancis disebut ‘Oeuf Khli’. Merupakan cara turun termurun untuk menyimpan daging agar lebih tahan lama. Jadi ia dilumuri garam terlebih dulu. Hidangan pembuka seperti salad dan aneka sayuran juga tersaji di sini.

Megunjungi pasar populer Jemaa El-Fnaa

Tidak jauh dari hotel tempat kami bermalam terdapat masjid paling terkenal di Marrakech, yakni masjid Koutoubia yang sering menjadi menara ikon dalam kebanyakan foto serta kartu pos Maghribi. Dari situ jugalah kami berjalan ke salah satu bazar dan pasar terbuka paling populer di dunia, Jemaa El-Fnaa. Saya begitu excited saat menjejakkan kaki di sana karena seperti bayangan sebelumnya yang sering saya lihat di stasiun-stasiun televisi internasional. Suasana riuh-rendah melengkapi sajian kuliner khas lokal seperti siput hisap dan jus jeruk segar yang dijual bebas di sepanjang jalan. Kunjungan ke istana El Badii melengkapi perjalanan saya ke Marrakech, sebuah istana peninggalan tempo dulu yang syarat cerita sejarah. Jika Stars people hendak mengagendakan liburan dalam waktu dekat, saya sarankan untuk memasukkan nama Marrakech dalam daftar kota tujuan wisata, karena akan menjumpai eksotika negeri merah, dimana banyak bangunan dengan nuansa merah terpampang di sini. (CEO Stars-RD)