Mau Perubahan Lebih Efektif? Tanyakan Daftar Ini Pada Tim

01:55 on January 24, 2017 by Ficky A. Hidajat in Capture

“Semua perubahan, bahkan yang ditujukan untuk kondisi yang lebih baik sekalipun, selalu disertai kekurangan dan ketidaknyamanan.” Begitu Arnold Bennett pernah berpendapat. Jika memang perubahan selalu identik dengan ketidaknyamanan, maka tidak heran jika banyak orang yang tidak ingin atau bahkan sulit untuk diajak berubah.

Di artikel yang lain pemerhati perubahan Henrik Edberg pernah menulis bahwa alasan seseorang enggan berubah dikarenakan beberapa hal, di antaranya disebabkan oleh ketidakinginan untuk berubah, lingkungan yang membelenggu, dan satu hingga tiga kali kegagalan yang pernah dialami.

Tidak mau karena tidak tahu

Namun di antara banyak alasan mengapa seseorang tidak mau berubah karena ketidaktahuan, baik dampak yang akan dihadapi jika berubah maupun ketidaktahuan dalam caranya. Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu tim Stars people untuk merenungkan kembali tentang alasan mengapa dalam perusahaan butuh keberanian dari orang-orangnya untuk berubah:

1. Mengapa perubahan itu penting dan mendesak dilakukan?

2. Apa dampak baik dan buruk dari perubahan itu sendiri?

3. Apa saja kendala yang akan dihadapi serta pemecahan masalahnya.

4. Bagaimana mengatasi ketidaknyamanan selama masa transisi?

5. Keahlian apa saja yang harus dimiliki untuk berubah?

6. Butuh waktu berapa lama?

7. Siapa yang akan bertanggung jawab dalam mengawal perubahan itu?

8. Mengapa ketakutan selalu menghantui setiap keinginan berubah muncul dan bagaimana solusinya?

9. Bagaimana strategi perubahan bisa berjalan efektif?

10. Sudahkah membuat langkah perubahan yang sistematis untuk meminimalisir kegagalan?

Butuh kerja keras

Yang sering menjadi salah kaprah adalah banyak orang hanya melihat sisi negatif dari perubahan. Padahal semua hal berharga tidak ada yang dapat diraih tanpa kerja keras. Artinya, jika dalam perusahaan para karyawan ingin kondisinya lebih baik, termasuk dalam hal ini kesejahteraannya, maka ia harus bersuka cita untuk berubah.

Jika kita berhasil mengajak tim untuk melihat dengan lebih detil atas perubahan yang harus dilakukan tersebut, dengan dibantu pertanyaan-pertanyaan di atas, niscaya semua orang dalam satu organisasi rela melakukan perubahan. Semua kembali pada pengetahuan. Dengan menjadi tahu seseorang dapat mengukur kemampuannya. Jika masih ada persyaratan yang belum dipenuhi maka ia akan memperbaiki kekurangannya. (CEO Stars-FH)