Mampukah Amazon Mengalahkan E-Commerce Lokal?

07:23 on June 21, 2016 by Editor in Capture

Seiring berjalannya MEA, raksasa e-commerce berbasis elektronik asal Amerika Serikat, Amazon.com tak mau ketinggalan untuk berekspansi ke Indonesia menyusul kesuksesan Lazada dan Zalora. Menurut Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa, Amazon telah mengumumkan akan membuka e-commerce di Indonesia, dan menghabiskan investasi 600 juta dollar AS (sekitar Rp 8 triliun) untuk tahun pertamanya berekspansi di Indonesia.

Angin segar bagi industri di Indonesia

Masuknya e-commerce seperti Amazon di Indonesia, tidak bisa dipungkiri menjadi angin segar bagi industri dan UKM. Itu berarti para pengusaha UKM pun bisa menjual produknya melalui Amazon. Barang yang sudah berhasil masuk di e-commerce ini, dipastikan pasarnya meliputi global market. Peluang yang terbuka lebar bagi industri dan UKM di Indonesia, pasti diikuti pula munculnya tantangan. Diantaranya yaitu : menghasilkan kualitas terbaik di pasarnya dan inovasi. Keduanya mutlak harus dilakukan jika ingin tetap bertahan dalam kompetisi pasar global.

Lawan yang tangguh

Amazon tumbuh merajai pasar e-commerce di dunia. Secara teknologi dan modal yang dimiliki jauh melampaui e-commerce lain. Sebenarnya Amazon memiliki pola tersendiri ketika melakukan eskpansinya ke negara lain. Satu tahun pertama Amazon menggunakan waktunya untuk market research, setelah itu barulah ia akan memutuskan apakah melanjutkan ekspansinya atau tidak. Di beberapa negara, Amazon dengan mudah berekspansi. Ia mampu merajai pasar e-commerce di negara lain dengan mudah, bahkan dalam waktu kurang dari satu tahun. Di india contohnya, sebelum Amazon berekspansi ke negara ini, situs Flipkart adalah leader e-commerce di India. Tetapi ternyata Amazon berhasil memangkas 50% market Flipkart dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Lain halnya di negara China yang pasarnya telah dikuasai Alibaba. Dia tidak membiarkan begitu saja pasarnya diambil alih oleh Amazon. Hingga setelah satu tahun berada di China, Amazon pun memutuskan hengkang.

Bagaimana dengan Indonesia? Satu sisi Amazon menjadi angin segar bagi para pengusaha, di sisi lain kehadirannya menjadi momok bagi industri e-commerce lokal yang mulai menjamur di Indonesia. Mau tak mau e-commerce lokal harus mensejajarkan diri dengan Amazon. Secara teknologi dan modal mungkin kalah. Tetapi memanfaatkan kearifan budaya lokal dan kekuatan bounding dengan masyarakat lokal adalah nilai lebih yang tak boleh disepelekan. E-commerce lokal di Indonesia bisa berkaca pada Alibaba yang mampu mempertahankan eksistensinya di China. (CEO Stars-AP)