Leadership Insight : Saatnya Menjadi Man of Honor

09:16 on June 4, 2016 by Editor in Capture, Community

Ada banyak insight didapat dari diskusi buku Man of Honor (penerbit Gramedia), yang digelar komunitas IntelliGro Book Club, siang ini di sebuah kedai kopi di kawasan Jalan Thamrin Jakarta. Diantaranya adalah seorang pemimpin harus mendahulukan kepentingan orang lain dibanding diri sendiri. Insight lainnya adalah bagaimana menjadi seorang great leader dengan kemampuan beradaptasi di segala macam kesulitan yang ada.

Karyawan Harus Sejahtera

Seperti yang tertulis di buku yang sedang dibahas tadi, William Soeryadjaya, sang Man of Honor, menginspirasi banyak orang tentang kepemimpinannya sehingga ia dijuluki sebagai pria dengan hati seluas samudera. Bagaimana tidak? Ia berhasil mewujudkan mimpinya, berkontribusi pada bangsa dengan memiliki bisnis yang mampu menjadikan karyawan-karyawannya sejahtera. Sang anak memanggilnya dengan sebutan “Daddy yang sempurna”. William selalu berkeras hati bahwa karyawan harus sejahtera. Ia juga tak mau mengambil hak-hak karyawan.

Sepuluh Nilai Kehidupan

Om William, begitu panggilan akrab pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, itu bukan hanya mengajarkan nilai-nilai leadership. Darinya pula kita belajar tentang apa yang bisa diterapkan dalam hidup, diantaranya :

1. Bersikap jujur 
2. Suka berorganisasi
3. Menyayangi keluarga
4. Inovatif
5. Suka membantu orang lain
6. Bersahabat & suka berkomunikasi
7. Mau mendengar masukan bawahan
9. Haus membaca
10. Religius

Suasana diskusi buku di IntelliGro Book Club

Suasana

Great leader dibentuk oleh kesulitan

Menjadi pertanyaan para anggota yang hadir, apa yang menjadikan William sosok pemimpin inspiratif? Jawabannya tak lain adalah karena kesulitan demi kesulitan yang dialami. Tahun 1934 atau pada saat berumur 12 tahun, William sudah ditinggal mati kedua orang tuanya. Sementara di sisi lain ia harus menghidupi lima orang adiknya yang masih kecil. “Karena terbiasa dengan kondisi serba kesulitan itulah menjadikan Om William menjadi pribadi tangguh. Insightnya adalah leader itu harus ada di atas problem.” Tukas Hana Lim, salah seorang anggota book club yang hadir.

Buku adalah kebutuhan

“Entah apa yang bakal gue lakuin jika itu menimpa gue. Si Om (William) ini memang dianugerahi pemikiran yang luar biasa! Bayangin aja, dia mampu membalik keadaan. Pada zaman itu ya dimana kondisi politik sangat tidak kondusif bagi pengusaha Tionghoa, ia masih berpikir bagaimana menyejahterakan orang lain.” Tambah perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai marketing manager sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fiber glass tersebut. Beda Hana beda Nerisa, inspirasi paling membekas yang Nerisa tangkap setelah membaca buku “Man of Honor” adalah bagaimana agar tetap memberi kesempatan pada orang lain untuk memperbaiki kesalahannya. “Jangan pernah kehilangan kepercayaan pada orang lain. Berapa kali Om William dihianati? Tapi yang ada dia masih mempercayai orang lain kan? Jarang-jarang loh orang bisa seperti dia!” Jelas direktur perusahaan properti tersebut.

Obrolan siang tadi langsung mencair meski ada beberapa peserta yang baru kenal. Di awal pembukaan diskusi, Donovan Aditya Yahya, founder IntelliGro Book Club membuka dengan pertanyaan sederhana apa yang mendasari anggota yang hadir bersedia bergabung book club. Rata-rata menjawab karena membaca buku adalah kebutuhan. Melalui diskusi buku, akan mendapat manfaat lebih dari sekadar membaca. Diakui peserta bahwa untuk bisa meneruskan informasi pada buku yang dibaca membutuhkan pemahaman lebih.

Jangan pernah kehilangan kepercayaan pada orang lain

“Buku ini menginspirasi gue banget. Gue tuh sampe nangis pas di part  tulisan William meninggal dunia. Dia tuh orang yang nggak pernah kehilangan kepercayaan terhadap orang lain!” Tambah Nerisa mengomentari buku yang menurutnya sangat inspiratif.

Belajar memang bisa dari mana saja ya Stars people, termasuk dari diskusi buku. Tertarik join? Diskusi berikutnya, 30 Juli 2016, akan membahas “Manusia Ide”, sebuah buku tentang Mochtar Riady. Hubungi Aditya di whatsapp 087852660338. Bukankah leader yang sebenarnya akan selalu antusias belajar dari sekolah yang bernama kehidupan? (CEO Stas-RD)