Kesulitan Menjual Pada Generasi Millennial? Begini Caranya…

02:17 on February 28, 2017 by Editor in Capture

Hanya 50,5% dari generasi millennial yang setia pada satu brand tertentu. Tidak mengherankan bila generasi ini mudah berpindah ke lain brand, karena karakter dari golongan konsumen ini. Abdullahi Muhammed, founder dan CEO Oxygenmat menulis dalam Entrepreneur bahwa millennial tidak akan menghabiskan uangnya hanya untuk satu merek.

Pahami cara generasi millennial berkomunikasi

Standar tinggi akan kualitas dengan slogan yang catchy tidak menjamin sebuah brand dibeli. Hal paling menentukan bagi seorang millennial memutuskan membeli adalah karena rekomendasi keluarga, teman, atau orang-orang terdekat. Menjadi pekerjaan rumah produsen untuk bisa masuk ke ‘ranah pribadi’ konsumen sehingga produk menjadi obrolan yang sifatnya pribadi.

Tawarkan bantuan ketimbang presentasi menjual

Hebatnya millennial, mereka punya segala hal yang dibutuhkan untuk memutuskan membeli. Mereka bisa membandingkan sebuah brand dengan kompetitornya. Semua alat mereka akan gunakan untuk mendapatkan info produk yang dibutuhkan. Bila produk Stars people menawarkan bantuan atas permasalahan yang dihadapi millennial, mereka akan mudah menjatuhkan pilihan.

Gunakan pendekatan emosional

Karakter yang unik dari generasi millennial seperti kritis, tidak bisa dipaksa, suka menunjukkan eksistensinya, dan cerdas, menjadikan kelompok ini cenderung ‘sulit ditaklukkan’. Namun demikian bukan berarti tidak mungkin melakukan transaksi dengan mereka. Tugas para penjual hanya diminta untuk lebih humanis sehingga mampu melakukan pendekatan-pendekatan emosional. Millennial begitu peduli generasi lainnya, ketidakstabilan ekonomi, perlindungan satwa, pencemaran air, dan hal-hal lain yang menuntut mereka untuk terlibat. Hal ini tak lain karena mereka terpanggil untuk bertanggung jawab. Melalui pendekatan ini, sebuah produk lebih mudah diterima. (CEO Stars-RD)