Kenali 8 Jenis Hubungan Dalam Pekerjaan

02:49 on August 3, 2016 by Editor in CEO insight

Relationship di dalam lingkungan pekerjaan seringkali bersifat kaku. Sedikit sekali yang berkembang menjadi hubungan yang hangat, dinamis, dan baik. Hubungan yang akan saling menguntungkan banyak pihak.

Menurut Dr. Jan Yager, penulis buku “Who’s That Sitting At My Desk?” menjelaskan bahwa, sangatlah penting bagi seorang leader membangun hubungan, dan menyediakan blue print sebagai petunjuk dalam menjalin hubungan yang tepat.

Dalam bukunya, ia menjelaskan 8 jenis hubungan yang harus diketahui dan dikuasai sisi positif dan negatifnya oleh setiap leader agar bisa mengambil tindakan tepat terhadap kondisi tertentu dalam timnya. Kedelapan jenis hubungan tersebut adalah :

1.Hubungan dengan kenalan baru

Setiap hubungan bisnis baik yang sejenis maupun tidak, internal maupun eksternal selalu diawali dengan perkenalan yang bersifat formal. Sangat banyak hubungan seperti ini yang tidak berkembang menjadi lebih baik. Hal tersebut bisa disebabkan karena komunikasi yang buruk, rendahnya kepercayaan, dan bisa juga karena sharing produktivitas yang rendah. Dalam kondisi seperti ini, sangatlah mendesak untuk segera membangun komunikasi yang lebih baik agar dapat segera berubah menuju hubungan kerja yang efektif.

2. Hubungan dengan seorang mentor

Hubungan jenis ini merupakan hubungan kerja yang produktif. Di mana pada satu sisi si mentor yang lebih berpengalaman dan memiliki pengetahuan lebih luas, lebih aktif mengarahkan dan memberi petunjuk kepada pihak lain yang dianggap lebih kurang darinya. Padahal jika keduanya sama aktif bisa memberi keuntungan yang positif dan berdampak  lebih dahsyat baik di dalam hubungan keduanya, maupun bagi karir mereka.

3. Hubungan dengan penasehat hukum

Tidak seperti hubungan dengan seorang mentor, yang akan membimbing dan mengajarkan banyak hal, seorang penasehat hukum akan menyarankan untuk melakukan yang terbaik yang bisa Stars People lakukan. Seorang penasehat hukum melakukan hal ini karena ia peduli pada Stars People secara pribadi bukan karena aspirasi personal. Pada hubungan ini produktivitas akan meningkat, moralitas menjadi lebih tinggi, dan skill akan bertumbuh.

4. Hubungan dengan seorang perintis

Seseorang yang memiliki sifat seolah ia adalah perintis dalam sebuah usaha tidaklah terlalu kompetitif. Ia akan selalu merasa beberapa langkah di depan, suka sekali menunjukan sebuah perilaku agar ditiru, atau bisa jadi motivasi bagi yang lain agar mengikuti jejaknya. Hubungan seperti ini mungkin akan menjengkelkan di satu sisi. Sementara hasil positifnya, Stars People akan menjadi duplikat dirinya. Menjadi perintis bagi yang lainnya, dan memimpin menuju hubungan yang lebih kuat bersama tim dan memulai sesuatu menjadi lebih baik.

5. Hubungan dengan penyebar informasi

Seorang penyebar informasi selalu mencari info-info terbaru dan membuat Stars People menjadi orang terdepan dalam menerima berita terhangat seputar bisnis yang dijalani. Tidak seperti seorang penyebar gossip, seorang informan biasanya selalu menyebarkan informasi positif yang berguna bagi bisnis dan kemajuan karir Stars People. Prinsip seorang informan adalah What goes around almost always comes around.” Ia bisa menjadi sumber informasi penting tentang apapun yang terjadi di dalam ruang lingkup perusahaan dan bisnis.

6. Hubungan pertemanan

Ada 3 hal yang selalu mengiringi transisi hubungan dari sesama pekerja ke hubungan pertemanan yang lebih dekat yaitu : lebih banyak berbagi dalam banyak hal, meningkatnya hubungan dari sekadar sesama pekerja menjadi hubungan yang lebih personal, dan berbagi masalah berdasarkan kepercayaan atas rahasia. Hubungan pertemanan seperti ini tidaklah terlalu berdampak buruk bagi bisnis.

7. Hubungan romantis

Jika hubungan romantis terjadi di dalam sebuah perusahaan tapi ada keterbukaan antara keduanya, maka akan tetap berdampak positif baik bagi perusahaan, dan mereka yang terlibat hubungan romantis tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri rentan terhadap masalah-masalah pribadi  dan emosional, ada yang tersakiti dan menyakiti. Semua itu pada akhirnya akan berdampak buruk bagi perusahaan. Hubungan professional akan diciderai oleh hubungan romantis di dalamnya. Perlu ketegasan dan kepekaan seorang leader dalam menyikapi hubungan jenis ini.

8. Hubungan permusuhan

Jika hubungan di dalam sebuah tim sudah berubah menjadi permusuhan, sudah saatnya menjadi peringatan agar dapat diatasi lebih dini. Hubungan permusuhan sangatlah tidak sehat dan bisa menjadi bara yang siap membesar dan membakar usaha dan segala hubungan di dalamnya. Seorang leader sebaiknya segera mengambil tindakan tegas terhadap jenis hubungan seperti ini.

Dalam membangun sebuah bisnis dan hubungan personal, bagaimanapun seorang leader harus mampu menjalin dan meningkatkan hubungan yang baik dengan stake holder, customers, partners, suppliers, dan siapapun yang terlibat di dalamnya.

Stars People, relationship bisa menjadi jalan mengembangkan bisnis untuk menjadi lebih baik, atau bahkan menjadi jalan kematian bisnis itu sendiri. Bijaklah mencermati dan menjalin hubungan baik. (CEO Stars-TS)