Brand in Love: Image Apa Yang Ingin Anda Bangun?

01:38 on August 25, 2017 by Diah A. Olif in Capture

“Brand are born of experience and Reflect Trust.” Stars People pernah mendengar kutipan itu? Personal Branding yang kuat memberi makna dan pengalaman pada banyak orang dan mendapat kepercayaan dari konsumen. Ada beberapa hal yang bisa Stars people lakukan, diantaranya:

Awareness

Mengapa orang lain mengenal kita? Apa yang menjadikan mereka mengenal kita? Contoh sederhana jika menyebut produk mie instant, kebanyakan mengaitkan pada satu produsen mie terbesar, sehingga apapun merek mie instant lain, akan dengan mudah konsumen ‘menamainya’ dengan nama yang sama. Begitu juga dengan Stars People, bagaimana cara membuat semua orang mengenal Anda begitu menyebutkan satu keyword tertentu. Contoh paling sederhana dan ini pengalaman pribadi, banyak orang mengenal saya sebagai pecinta kopi. Tak sedikit yang memanggil saya dengan sebutan Madame karena identik dengan nama kedai kopi yang saya kelola, Madame Coffee. Begitu orang berbicara tentang kopi, banyak dari yang di media sosial menghubungkan dengan saya. Tahu dari mana? Pengakuan mereka sendiri. Mereka disarankan koleganya untuk menghubungi saya.

Trust

Pernah mengalami atau bahkan punya teman yang sangat dipercaya dalam mengelola uang yang bukan miliknya? Sempat tidak berpikir, apa sih yang membuat orang lain bisa memercayainya meski uang yang dikelola tidak sedikit? Kekuatan Personal Branding yang baik menjadikan orang lain percaya untuk bekerja sama. Bisnis bukan hanya tentang profit, melainkan kesanggupan menumbuhkan kepercayaan pelanggan.

Reputation

Menjaga reputasi bukanlah perkara mudah. Masih ingat dulu bagaimana kita diberi pesan oleh orang tua agar menjaga nama baik mereka? Seperti itulah reputasi dijaga. Berapa banyak anak/pelajar bermasalah dan akhirnya mencoreng nama baik orang tuanya? Meski kita mengantongi reputasi yang baik, sekali dia tercoreng, maka label buruk itu akan menempel seumur hidup.

Perception

Personal Branding Stars people menciptakan persepsi tersendiri di benak setiap orang. Itu bisa disebabkan keahlian yang dikuasai, pengetahuan yang dimiliki, atau bahkan kebaikan yang pernah dilakukan. Bisa jadi orang lain tertarik dengan hal yang sifatnya privasi kita, hanya karena kita, menurut mereka, figur yang layak diidolakan. Tak sedikit dari figur publik yang disorot bukan karena prestasinya, melainkan kehidupan pribadinya. Tiga hal yang harus dikembangkan di bagian ini adalah: Skill, Knowledge dan Achievement.

Personal Branding yang kuat menciptakan banyak peluang. Terlebih bagi Anda para leader. Bagaimana cara berbagi tentang visi kita dan bukan menjual secara “Hard Selling” tentang diri sendiri. Menjual dan meningkatkan Personal Branding, bisa melalui Public Relation, Social Media, dan Professional Relationship.

Ada dua pernyataan penting di sini, yakni: People from relationship with people, people buy from people they know, like and trust. Bagaimana menjadikan orang lain yang tidak kita kenal bisa memberikan like atau comment di postingan medsos kita? Kuncinya adalah dengan respect terhadap mereka. Berikan komentar balasan kepada orang-orang yang sudah menuliskan komentarnya di postingan kita atau juga menyempatkan diri untuk membalas memberikan like atau comment yang menarik di postingan orang lain.

My Image di dalam Brand in Love adalah bagaimana menggabungkan SkillInterest, Network, Experience & Goals. “We choose one over the other on the basis of our perception of its reputation” (Shivam Dhawan). Salam Cinta dari Saya, Diah Ayu Olif, Madame Coffee Indonesia. Love-Coffee-Journey. (CEO Stars-WS)