Filosofi Orkestra Dalam Memimpin Sebuah Tim

04:33 on November 9, 2016 by Editor in CEO insight
Filosofi Orkestra Dalam Memimpin

Tahukah Stars people yang dimaksud dengan filosofi orkestra dalam memimpin sebuah tim? Seorang pemain musik mungkin akan meninggi jika ia memainkan sendiri alat musiknya. Tetapi bermain musik bersama dalam sebuah orkestra akan membuat seseorang menjadi rendah hati. Karena pada saat bermain bersama yang terjadi adalah saling mendengar, baik nada maupun bahasa tubuh agar tercipta sebuah harmonisasi musik.

Seorang pemimpin dalam sebuah orkestra harus menjadi pendengar yang baik bagi sekecil apapun suara. Melayani seluruh pemain musik dengan segenap kesabaran. Jika terjadi kesalahan, harus siap mengulang dari awal dengan memberi arahan lebih baik dan jelas serta memaafkan dan memberi kesempatan, karena ia bertugas melayani timnya bukan sekadar memuaskan penonton.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Litbang CEO Stars, untuk memenuhi filosofi orkestra seorang pemimpin harus melakukan 7 hal berikut:

Menciptakan leadership yang efektif

“Seorang konduktor harus bisa memberikan sinyal arahan yang positif dan mensugesti bagi para pemain orkestra, bukan sekadar sebuah koreografi bagi penonton,” ujar George Szell, music director dari Cleveland Orchestra, Amerika Serikat. Sebagai seorang pemimpin, Stars people harus memerhatikan hubunga kerja dalam sebuah organisasi terkait kebutuhan sosial dan emosi, dan menyusun interaksi antar anggota tim dalam rangka mencapai tujuan bersama. Untuk itu diperlukan komunikasi 2 arah, partisipasi, dan hubungan yang manusiawi.

Beri peran penting pada anggota

Seorang konduktor yang baik percaya bahwa setiap anggota dalam orkestra yang dipimpinnya memiliki peranan penting untuk menghasilkan sebuah harmonisasi musik. Dengan memberi peran penting bagi setiap anggota tim, Stars people telah mendapatkan kepercayaan penuh untuk memimpin mereka.

Bantu tim melihat tujuan dengan jelas

Menjadi seorang pemimpin sesekali harus berada pada posisi yang lebih tinggi. Dari ketinggian Stars people dapat mengedarkan pandangan ke semua arah. Dalam orkestra, seorang konduktor harus membantu semua anggota tim untuk melihat tujuan dengan jelas. Dengan cara seperti itu seorang leader akan bisa memotivasi timnya untuk bermain lebih baik dan bersinergi lebih luas.

Menjadi contoh yang baik

Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa seorang pemimpin harus Ing ngarso sungtulodo. Seorang konduktor di depan harus memberi teladan yang baik. Mustahil ia bisa memimpin sebuah orkestra tanpa pengetahuan yang mumpuni dalam bidang musik.

Luangkan waktu bersama mereka

Karakteristik penting bagi seorang pemimpin adalah mendengarkan anggota timnya dengan baik. Untuk itu luangkanlah waktu untuk terlibat aktif bersama mereka. Tidak hanya dalam situasi formal, tapi juga dalam suasana non formal seperti menghadiri pernikahan anggota keluarga mereka, berempati dalam suasana duka, atau sekadar duduk bercakap sambil minum kopi saat istirahat.

Puji dengan tulus

Sebuah pujian membuat anggota tim lebih semangat dalam bekerja. Sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya memberikan pujian atas sekecil apapun prestasi yang dihasilkan oleh anggota tim. Menurut Voltaire, seorang filsuf perancis, “Pujian adalah hal yang indah.” Pujian akan membuat hubungan dan suasana kerja menjadi lebih indah.

Beri penghargaan jika mereka berprestasi

Penghargaan adalah bentuk apresiasi terhadap pegawai atas prestasi dan kinerjanya sekaligus sebagai cara memotivasi agar mereka dapat bekerja dengan lebih baik lagi. Penghargaan tidak hanya berupa materi. Bisa juga berupa benda atau kesempatan untuk belajar.

Siap memimpin dengan baik, Stars people? Jangan lupa gunakan filosofi orkestra. (CEO Stars-TS)