Fatih Indonesia Naikkan Image Baju Koko

01:06 on July 31, 2015 by Editor in Capture, Young CEO

Siapa bilang baju muslim pria atau biasa dikenal baju koko hanya cocok untuk acara seremonial keagamaan? Stars people boleh buktikan dengan mencoba koleksi baju Fatih Indonesia. Desain modern dan casual namun masih ada sentuhan religi koleksi mereka cocok dipadupadankan dengan celana modern untuk segala situasi. Image itu sengaja dihadirkan oleh produsen baju muslim pria Fatih Indonesia agar para profesional masih bisa memakainya di banyak kesempatan. Apa dan bagaimana Fatih Indonesia? Rubrik Young CEO kali ini menghadirkan wawancara eksklusif bersama CEO Fatih Indonesia, Fahmi Hendrawan.

Bagaimana awal mula bisa terbersit membuat brand Fatih Indonesia?
“Tren busana muslimah dengan hijab dan bajunya yang sangat pesat mengelitik saya untuk berpikir kalau hijab & baju muslimah saja bisa dikenal luas, bahkan diperhitungkan di dunia fashion, mengapa busana muslim pria tidak? Saya ingin mengangkat level baju muslim pria dan se-fenomenal hijab. Baju koko itu tidak hanya untuk beribadah saja kok, tapi juga untuk bebagai aktivitas non formal, semi formal bahkan formal sekalipun. Itulah mengapa tagline kami “saatnya baju koko naik kelas”.

Kenapa memilih bisnis di bidang busana muslim?
“Indonesia dicanangkan menjadi kiblat fashion muslim Asia pada tahun 2018 serta pusat fashion muslim dunia pada tahun 2020. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk muslim Indonesia terbesar di dunia. Saya melihat banyak potensi Indonesia di bidang ini, selain tentu warisan budayanya yang beragam serta iklim kreatif fashion di negeri ini yang sangat kondusif.”

Fahmi Hendrawan memamerkan baju koleksi Fatih Indonesia.

Fahmi Hendrawan memamerkan baju koleksi Fatih Indonesia.

Butuh persiapan berapa lama untuk menyiapkan brand Ini?
“Dari mulai ide, survei, membuat business plan hingga merealisasikan, kurang lebih 3 bulan, karena saya ingin memanfaatkan momentum Ramadhan untuk launching dan memperkenalkan brand Fatih ini pada saat yang tepat. Pada awalnya saya ragu karena tidak ada basic sama sekali di industri ini. Hanya bermodal nekat saya memberanikan diri untuk mencoba. Kalau tidak dicoba, bagaimana kita tahu? Bagi saya bisnis itu dijalanin. Bukan dipikirin, apalagi dibingungin.”

Mengapa memilih nama Fatih?
“Pada awalnya brand ini bernama Al Fatihah, yang berarti “pembuka”, tapi setelah saya pikir-pikir kok terlalu berat ya untuk nama sebuah brand? Jadilah saya singkat menjadi Al Fatih. Seiring berjalannya waktu saya mulai sadar bahwa merek baju koko berawalan ‘Al’ itu terlalu banyak. Saya pun memuutuskan untuk menghilangkan kata “Al” dan menjadi Fatih yang berasal dari bahasa arab, yang artinya sebagai penakluk. Harapannya mampu mengambil hati konsumen. Bisa juga bermakna pemimpin (bagi merek/produk di kelasnya). Fatih juga berarti pembuka. Saya harap ini menjadi pembuka jalan untuk berbisnis secara barokah dan membantu orang-orang sekitar.”

Siapa target market Fatih Indonesia?
“90% pria urban kelas menengah, usia 20-40 tahun dan 10 % wanita di kelasnya dengan usia yang sama sebagai eksekutor atau pengambil┬ákeputusan pria dalam berbelanja.”

Bicara konsep, bagaimana sebenarnya arah desain dari Fatih ini?
“Ada 3 karakter pria kelas menengah dalam berbusana muslim, yakni pria yang memiliki karakter santai dan dominan, kemudian pria yang suka segalanya rapi dan elegan, serta yang ketiga adalah pria dengan karakter aktif, kreatif dan percaya diri. Ketiganya telah kami siapkan berturut-turut koleksi Adam, Daud dan Yusuf. Ada perbedaan mencolok dari ketiganya karena dari jenis kain maupun desain memang disesuaikan dengan karakter pemakainya.”

Strategi apa yang digunakan Fatih agar dapat bersaing di industri busana muslim tanah air?
“Sejak awal membangun bisnis ini, saya ingin menekankan bahwa bisnis itu tidak semata-mata untuk mencari keuntungan saja, namun juga harus bermanfaat bagi orang banyak. Itulah mengapa Fatih mengusung konsep strategi bisnis 4 AL, yakni lokal, tradisional, sosial & digital. Kami bekerjasama dengan penjahit lokal di Garut, kami juga mengangkat budaya Indonesia di koleksi-koleksi kami, bisnis Fatih juga memikirkan unsur kepedulian sosial dan terakhir kami memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai sarana mengenalkan produk.”

Bagaimana dengan produksi dan pemasarannya?
“Kami ingin konsumen puas dalam memakai produk Fatih, itulah kenapa produksi masih di kisaran 300-an pcs per bulan karena kami sangat detail dengan jahitan & pola. Salah satu bahannya juga batik yang menjadi ciri khasnya. Ke depan kami produksi hingga 1.000 pcs per bulan. Untuk pemasaran kami memilih jalur online seperti website & instagram, bazar & pameran sebagai aktivitas pelengkap penjualan.” (CEO Stars-RD)