Digital Ekonomi Peluang Emas Menjangkau 17.000 Pulau

05:55 on August 30, 2016 by Editor in Capture

Pagi ini presiden Joko Widodo meresmikan Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kegiatan festival digital ekonomi ini diikuti oleh 2100 peserta yang sebagian besarnya adalah para kaum muda.

Pada kesempatan ini hadir Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Pada sambutannya Jokowi mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi sekat yang membatasi setiap bagian di dunia. Kemajuan teknologi internet membuat berita dan informasi dapat tersebar dengan cepat. Namun sangat disayangkan perkembangan teknologi ini belum merambah hingga daerah pelosok di Indonesia, termasuk teknologi di bidang digital ekonomi.

“Bahkan untuk jasa layanan keuangan yang sederhana, penyimpanan uang di bank, banyak dari masyarakat kita yang belum terlibat. Apalagi jasa keuangan yang modern seperti jasa modal. Jadi mereka sulit menemui potensi maksimal. Mau usaha susah, mau punya rumah sulit, mau menabung juga sulit dan susah,” ungkap Jokowi.

“Manfaat kemampuan teknologi digital perlu dilihat sebagai kesempatan emas terutama untuk menjangkau mereka yang belum terjangkau jasa layanan keuangan formal,” papar Jokowi lagi saat meresmikan pembukaan IFFC 2016.

Dalam sambutannya Jokowi juga mengatakan jika hanya berbicara pulau Jawa saja, sebagian besar sudah terakses oleh jasa perbankan dan layanan keuangan secara digital. Sedangkan Indonesia terdiri dari 17.000 pulau yang sebagiannya adalah pulau-pulau terpencil dan daerah perbatasan.

Dengan kemajuan digital ekonomi, Jokowi berharap hal tersebut menjadi peluang emas dan potensi bagi pemerintah untuk memberikan layanan jasa keuangan secara menyeluruh bagi masyarakat Indonesia sampai di daerah-daerah terpencil.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad pada kesempatan ini mengatakan, kegiatan IFFC ini diadakan untuk mendukung perkembangan Fintech di tanah air. Ia juga mengatakan bahwa, IFFC ini merupakan ajang bagi pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari mulai 29-30 Agustus 2016,  serta menghadirkan 53 pembicara baik dari dalam maupun luar negeri.

Ingin usaha Stars people berkembang hingga ke pelosok daerah di seluruh Indonesia? Segera gunakan layanan digital ekonomi untuk mendukung perkembangan dan jalannya bisnis saat ini. (CEO Stars-TS)