Dari Bisnis Laundry Terbang Ke Silicon Valley

08:27 on August 26, 2016 by Editor in Capture

Mencuci pada umumnya dikenal hanya sebagai pekerjaan rutin ibu rumah tangga. Tapi siapa kira dari mencuci yang dijadikan bisnis bisa mengantarkan orang pada kesuksesan sebagaimana yang dilakukan oleh Dimas dan Jay, founder Ahlijasa. Sebagai perusahaan start up, Ahlijasa bergerak di bisnis layanan jasa rumah tangga meliputi : laundry, home cleaning, dan service ac. Dalam operasionalnya perusahaan yang baru berdiri sejak Januari 2016 ini melakukan kemitraan dengan para pelaku bisnis kecil dan menengah. Para mitra menyediakan jasa, sedangkan Ahlijasa menjadi pengatur dan pematok standar biaya jasa dan menghubungkan mereka dengan pelanggan premium yang lebih luas.

Perusahaan jasa layanan rumah tangga berbasis aplikasi dan situs ini menjadi salah satu peserta Start Up World Cup (SWC) 2017 regional Indonesia yang diadakan oleh Fenox Ventures dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Bersama 9 peserta lainnya dari Asia Tenggara, Ahlijasa melenggang ke final yang diselenggarakan di Balai Kartini pada 23 Agustus 2016. Pada kesempatan pitching di depan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh yang berkompeten di dunia start up dan teknologi, Ahlijasa berhasil menyingkirkan kesembilan start up yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina yaitu :  U-Hop, QLue, Pro Sehat, Kashmi, Talenta, Recomn, Klikdaily, Kioson, dan Taralite.

Menurut Jay pada saat menerima piala kemenangan, kejuaraan ini adalah yang pertama bagi mereka dalam kancah kompetisi dunia. Sebagai pemenang, Jay selaku CEO dan Dimas sebagai CTO Ahlijasa akan berangkat ke Silicon Valley, AS, pada Maret 2017 mendatang. Mereka menjadi perwakilan regional Asia Tenggara melawan tim startup terbaik dari seluruh dunia. Meski masih “hijau” dibandingkan competitor lainnya, terbukti start up yang digawangi duo Jay dan Dimas ini berhasil menyisihkan 800 usaha rintisan digital lainnya sekawasan Asia Tenggara.

Menurut Dimas, jasa laundry sangat banyak bermasalah sementara peluang bisnis di dalamnya sangat besar. Pasar layanan jasa rumah tangga ini dibidik oleh Ahlijasa karena tidak ingin ikut arus berkembangnya bisnis e-commerce lainnya.

Start up pada dasarnya tentang siapa yang pertama. Yang pertama akan menang. Makanya kami bangga mengatakan bahwa kami adalah market leader untuk bisnis ini dan kami ingin terus berkembang di industri ini,” kata Dimas.

Sebanyak 15.000-an netizen telah menjadi pengguna Ahlijasa. Angka itu mencatat pertumbuhan rata-rata 40 persen per bulan sejak didirikan delapan bulan lalu. Tiap harinya mereka melayani sekitar 100 order dengan mengandalkan jasa 30 mitra.

Jay dan Dimas mengatakan bahwa kesempatan mewakili Asia Tenggara pada ajang Start Up Wold Cup 2017 di  Silicon Valley ini, menjadi motivasi bagi Ahlijasa untuk lebih gencar memperbaiki seluruh operasional sistem perusahaan. Mulai dari menambah karyawan, mengembangkan aplikasi iOS, memperbaiki sistem jaminan barang, sampai memperluas cakupan layanan.

Masih ragu untuk melakukan start up business, Stars people? Siapa tahu peluang itu saat ini ada untuk Stars people.  (CEO Stars-TS)