CFO Zalora Indonesia : Apa Tujuan Hidup Karyawan Anda?

09:35 on July 20, 2015 by Editor in CEO insight

Berapa banyak waktu senggang Stars people dalam sehari? Dua jam, tiga jam atau lebih? Barangkali akan banyak yang menjawab, “Ah, nggak sebanyak itu.”

Sebagian orang yang sudah bekerja akan mengernyitkan dahi manakala ditanya ‘free time‘. Di banyak survei efektifitas kerja menyebut banyak waktu ‘buang’ yang apabila dihitung ulang setara dengan 50% atau lebih dari waktu bekerja dalam sehari. Namun berapa banyak orang yang mampu memanfaatkannya dengan baik?

ilustrasi : merenungkan hidup saat perjalanan dinas dapat merangsang kreatifitas dan motivasi dalam bekerja. (foto : poba/getty images)

ilustrasi : merenungkan hidup saat perjalanan dinas dapat merangsang kreatifitas dan motivasi dalam bekerja. (foto : poba/getty images)

Ketahui Tujuan Hidup
Founder Virgin Group Richard Branson mengatakan bahwa pemimpin besar adalah pendengar yang baik. Kenyataannya, banyak pemimpin menyadari bahwa mereka tidak terbiasa mendengar. Pada umumnya beralasan karena sibuk. Padahal alasan sebenarnya adalah mereka mendengar namun ‘tidak baik’ alias minimnya keahlian mendengar. Banyak manfaat yang didapat dari kebiasaan mendengar. Satu di antaranya adalah mengetahui tujuan hidup karyawan. Chief Financial Officer Zalora Indonesia Frans Budi Pranata menyarankan para leader mengetahui apa ‘driver‘ karyawan dalam hidup. Dengan mengetahui tujuan hidupnya seseorang akan lebih maksimal dalam pekerjaan, punya alasan mengapa ia bekerja.

6 Kebutuhan Paling Mendasar
Penulis buku best sellerBusiness Intelligence Cockpit” ini mengingatkan kembali akan 6 kebutuhan mendasar manusia, dimana kesemuanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Keinginan berprestasi dalam pekerjaan pun tak bisa lepas dari kehidupan pribadi dari karyawan tersebut. Basic needs tersebut adalah : kepastian dalam pekerjaan, keuangan dan hubungan; variasi dalam aktivitas; merasa berarti atau dihargai; dicintai; kontribusi terhadap keluarga, karir dan komunitas; serta kebutuhan untuk tumbuh.

Apa jadinya jika saat hendak ke luar rumah, tidak tahu kemana arah yang dituju. Seperti itulah gambaran menuju masa depan. Bila seorang atasan tahu tujuan hidup bawahannya, maka ia bisa menyinergikannya dengan tujuan perusahaan.

Miliki Waktu Bicara Dengan Bawahan
Untuk menggali informasi pendorong seorang bawahan dalam bekerja tentu dibutuhkan kesediaan waktu dari atasan. Berbicara dari hati ke hati selain bisa mengetahui tujuan hidup karyawan, dapat menciptakan keterikatan emosional antara atasan dan bawahan. Di tengah rutinitas harian di kantor, seorang atasan dapat menyelipkan sesi mengobrol santai dengan bawahan di jam istirahat untuk membangun afeksi dengan mereka.

Perlu Skill Komunikasi Prima
Ada tiga hal menurut Frans yang paling penting dalam perusahaan, yaitu kepemimpinan, manajemen waktu, dan komunikasi. Ini sesuai dengan yang ditulis dalam buku Personal Success Cockpit, 17 karakter sukses untuk people mastery, di antaranya : leadership, communication, service excellence & team work. Kepemimpinan intinya adalah memiliki visi, memberi motivasi & menunjukkan jalan mencapai visi itu sendiri. Ketiganya perlu dikomunikasikan dengan baik ke seluruh anggota organisasi.

“Miskomunikasi di perusahaan terjadi karena kurangnya pemahaman satu sama lain. Ditambah pemilihan media komunikasinya yang kurang tepat.” Tegas peraih Indonesian Best CFO 2013 ini. Dia menambahkan, komunikasi lewat tatap muka tentu lebih mengena emosinya daripada menyampaikan lewat email maupun telepon. (CEO Stars-FH)