CEO Bakpiapia Djogdja : Banyaklah berbagi karena akan lebih memudahkan

04:37 on August 19, 2015 by Editor in Capture, CEO on frame

“Saya tak pernah bosan dengan yang namanya bakpia.” Seorang ibu paruh baya mengambil cemilan khas Jogja ini lalu memasukkan ke mulutnya. Perempuan ramah ini tak lain adalah Rasuna Z, ibunda CEO Bakpiapia Djogdja Marizna. Ditemani putrinya, ia mempersilakan tim CEO Stars untuk mengambil beberapa bakpia “tidak asli” (istilah mereka untuk menyebut bakpia aneka rasa, karena pada umumnya bakpia hanya berisi kacang hijau) yang baru dikeluarkan dari oven.

Perjalanan ke Jogja terasa spesial. Wawancara eksklusif CEO Stars dengan profil CEO on Frame kali ini memberi banyak inspirasi, satu di antaranya adalah bahwa karya besar hanya dihasilkan dari sebuah hati yang besar. Rizna, panggilan akrab wanita berdarah Jawa-Palembang ini membagi hatinya untuk brand yang telah mengangkat profilnya menasional tersebut.

Beyond Original : Bakpiapia Djogdja menawarkan aneka pilihan rasa.

Beyond Original : Bakpiapia Djogdja menawarkan aneka pilihan rasa.

Mengembangkan bisnis layaknya mengayuh sepeda angin. Bila tak ingin jatuh maka teruslah mengayuh. Filosofi tersebut rupanya juga dianut oleh Rizna. Penggemar buku Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW ini menekankan bawahannya untuk terus berlari karena perubahan cepat (terus) terjadi. “Kita ini harus terus bergerak. Karena kompetitor selalu mengejar.” Rizna membuka obrolan sore itu yang tengah asyik membahas bagaimana ia berkreasi dengan merek produsen bakpia yang sudah berdiri sejak 14 tahun silam tersebut.

Kreatif, itulah kesan terkuat yang kami tangkap dari brand Bakpiapia. Dari mulai kemasan produk, inovasi rasa, tampilan toko hingga gebrakan-gebrakan dalam pemasaran. Apa kiat Anda?
“Kami membiasakan untuk terus berlari. Persaingan yang begitu sengit sangat tidak memungkinkan untuk bersantai.”

Bagaimana merangsang ide-ide kreatif agar terus bermunculan?
“Banyak belajar. Karena hanya dengan cara itu kita dapat terus berkembang. Kemudian sering jalan-jalan. Itulah yang saya lakukan. Yang terakhir merangsang tim dengan semangat.”

Sudah banyak varian rasa diciptakan Bakpiapia. Bagaimana proses berinovasinya sehingga rasa baru diterima oleh konsumen?
“Semua dari kami terlibat. Siapa yang punya ide, misalkan ada yang mengusulkan varian rasa baru, dibikin.. kita bereksperimen lalu dicicipi bareng-bareng.”

Bagaimana merangsang tim agar ikut dengan ritme kreatif Anda?
“Sesekali dimotivasi. Selain itu perlu juga dibantu dengan pendekatan religi. Saya percaya bahwa sekuat-kuatnya kita tidak akan maksimal tanpa bantuan Yang Maha Kuasa. Semua kembali pada Dia saja. Karena penentu dari semuanya kan Dia.”

Salah satu sudut outlet Bakpiapia Djogdja di Jalan Dagen Jogjakarta

Salah satu sudut outlet Bakpiapia Djogdja di Jalan Dagen Jogjakarta

Apa yang penting dari sebuah bisnis?
“Di Bisnis itu penting yang namanya manajemen. Banyak saya jumpai mereka yang gagal karena sistem kelola atau manajemennya yang tidak baik. Saya lagi menjalankan brand baru, mengakuisisi sebuah usaha yang saya lihat problem mereka terletak pada manajemen yang kurang baik. Padahal mereka dulu sempat berjaya.”

Ada saran untuk para CEO?
“Terus belajar, terlebih bagaimana memanage perusahaan. Sharing pengalaman dengan yang lebih expert dan jadilah lebih profesional.”

Saat ini Bakpiapia Djogdja memiliki 7 outlet dengan jumlah karyawan 80 orang. Fokus positioning pada pasar anak muda dikarenakan karakter golongan konsumen ini yang suka menyebar informasi. Sejumlah prestasi disabet, seperti finalis Wanita Wirausaha Mandiri bagi Marizna, juara di sejumlah penganugerahan pariwara terbaik, penghargaan dari sebuah tabloid wanita dan apresiasi lain. Marizna bukan hanya menjalankan bisnis dengan penuh hasrat, namun juga rendah hati. Siapa yang tak ia sapa dengan ramah saat dirinya melintas di Jalan Dagen Jogja. Seorang leader memang harus punya jiwa rendah hati. Bukankah langit tidak perlu mengatakan bahwa dirinya tinggi? (CEO Stars-FH)