Cara Kreatif Mengelola Kemarahan Dalam 5 Menit

09:59 on October 24, 2016 by Editor in CEO insight
Cara Kreatif Mengelola Kemarahan Dalam 5 Menit

Setiap orang pasti pernah merasakan marah. Kemarahan yang seringkali diluapkan dengan kata-kata, perilaku, dan ekspresi yang cenderung negatif terdiri dari 3 unsur yaitu: pikiran (pemikiran negatif), perasaan (kekecewaan, frustasi, emosi) dan tindakan (berteriak, kekerasan fisik). Marah  awalnya terjadi karena kondisi ketidaknyamanan, jika dibiasakan akan menjadi suatu kebiasaan buruk yang merugikan.

Canadian Mental Health Association menyebutkan bahwa kemarahan adalah kondisi emosi yang memberitahukan kita ada hal yang salah, dan kita kehilangan kontrol untuk mengendalikan kesalahan itu. Setiap pemimpin pasti pernah juga mengalami rasa marah, namun bedanya sebagai seorang pemimpin Stars people jangan sampai kehilangan kendali saat marah, dan  harus bisa mengendalikan rasa marah dan mengubahnya menjadi sebentuk energi positif. Sebagaimana dikutip dari Inc.com edisi 20 Januari 2015, dalam sebuah buku berjudul The 15 Commitments of Conscious Leadership yang ditulis oleh Jim Dethmer, Diana Chapman dan Kaley Klemp, dijelaskan ada 3 cara kreatif menjadikan kemarahan menjadi sebuah tindakan yang efektif yaitu:

1. Terima dan rasakan amarah, jangan ditahan

Banyak orang berpikiran bahwa sebagai seorang leader harus bisa menahan amarah, padahal saat kemarahan ditahan justru akan menimbulkan masalah kesehatan seperti: sakit tulang belakang, sakit hati, tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan depresi. Selain itu menahan marah justru membutuhkan energi yang lebih besar.

Kemarahan adalah sebuah sensasi rasa yang mengalir dalam tubuh sebagaimana perasaan lainnya. Menurut penulis rasakan amarah dengan cara mengambil nafas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, berjalan bolak balik dalam ruangan, dan secara sadar terimalah rasa amarah itu. Dalam waktu kurang lebih 90 detik, rasa amarah itu  akan menjadi reda.

2. Ekpresikan kemarahan, jangan menyembunyikannya

Sebagai seorang pemimpin banyak disarankan agar tidak mengekspresikan kemarahan. Sungguh itu adalah ide yang buruk dan aneh. Manusia hidup berkomunitas. Setiap kita merasakan apa yang dirasakan orang lain dalam komunitasnya. Merasakan perasaan orang lain itu adalah kunci kita untuk bertahan hidup. Jika berusaha menyembunyikan kemarahan dari orang lain di sekeliling Stars people hanya akan membuang energi lebih banyak.

Pemimpin yang hebat belajar untuk mengekspresikan kemarahannya. Mereka mengungkapkan kemarahannya secara sehat, sederhana, dan tidak agresif.  Seorang pemimpin tidak marah secara liar, ia hanya akan berkata, ” Saya marah!” tanpa perlu menjelaskan, “Saya marah karena kamu tidak mampu menyelesaikan proyek secara tepat waktu.” Bagaimanapun berbagai penjelasan dan sikap mengadili saat marah hanya akan membuang waktu dan tenaga secara sia-sia. Sebaiknya jelaskan kesalahan tadi pada saat amarah sudah mereda.

3. Belajarlah dari kemarahan, jangan sia-siakan

Seorang great leader seharusnya tahu bahwa marah-marah dengan menyalahkan orang lain sebagai kambing hitam merupakan tindakan yang sia-sia. Marah dengan menyalahkan orang lain tidak akan menghasilkan apa-apa dan tidak akan mencapai suatu konsensus yang baik. Daripada menyalahkan orang lain, seorang pemimpin yang hebat justru akan belajar dari kemarahannya untuk menjadi pemimpin yang lebih baik lagi. Tidak akan pernah ada suatu yang sia-sia dalam setiap momen kemarahan sekalipun jika bisa mengambil pelajaran dari kondisi tersebut.

Kemarahan biasanya mengajarkan kita untuk lebih memahami suatu masalah, berhenti melakukan yang tidak seharusnya, mengubah arah kebijakan, menghadapi dan lebih mengenal watak dan cara kerja anggota tim, dan mengatakan tidak pada sesuatu yang seharusnya tidak layak dilakukan.

Menguasai amarah memang tidak mudah. Stars people dapat memelajari ketiga cara di atas dalam waktu 5 menit, namun butuh waktu seumur hidup untuk menguasainya. Khabar baiknya adalah, jika mampu mengelola kemarahan dengan baik, maka  Stars people akan segera melihat hasil positifnya dalam kehidupan dan pekerjaan. (CEO Stars-TS)