Caktrans di Tengah Raksasa Transportasi Online

02:13 on October 14, 2016 by Editor in CEO cares
Caktrans Di Tengah Raksasa Transportasi Online

Bicara tentang transportasi di era digital saat ini tidak bisa mengesampingkan pertumbuhan moda transpotasi online yang bertumbuh cepat di banyak negara. Di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini juga kita temui beberapa provider transportasi online yang digagas anak bangsa termasuk oleh putra daerah bernama Yosephus Widyawan, CEO PT Sahabat Solusi Intermoda (Caktrans), sebuah perusahaan transportasi online lokal Surabaya.

Berangkat dari passion dan keinginan untuk melayani masyarakat CEO yang akrab dipanggil Wawan ini mengatakan bahwa Caktrans selain menjual safety juga peduli untuk mengelola sumber daya manusia di sekitar. Sebagai layanan transportasi roda dua dengan konsep taksi online, Caktrans yang lahir pada tahun 2012 mengukuhkan diri sebagai taksi roda dua yang siap melayani masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Dalam sebuah wawancara, alumnus Universitas Gajah Mada tersebut menjelaskan kekhasan  Caktrans dibandingkan transportasi online lainnya.

Apa sih kelebihan Caktrans dibandingkan moda transportasi lainnya?

Caktrans memiliki rider yang khusus untuk mengangkut penumpang. Setiap sopir berada dalam pengawasan perusahaan langsung. Pada saat perekrutan rider mendapat screening beberapa tahap dan penjelasan SOP sebelum berkendara. Perusahaan juga memeriksa kelaikan dan kelengkapan kendaraan seperti; STNK, SIM, atribut lengkap sebagai mitra Caktrans, dan argo. Disamping itu sopir juga harus meninggalkan jaminan berupa BPKB atau ijasah terakhir setelah diterima pada saat perekrutan. Saat ini kami memiliki 30 rider dan 60 kurir dengan latar belakang pendidikan yang variatif. Kami menargetkan memiliki 1.000 kurir di tahun 2016.

Keunggulan Caktrans lainnya yaitu penggunaan argo seperti taksi. Per 1 km, tarif jasa Caktrans hanya Rp 2.000. Biaya tersebut merupakan fair price yang harus dibayar konsumen sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa tersebut.

Dari mana munculnya ide mendirikan Caktrans?

Semua bermula saat saya kuliah suka melakukan penelitian dan survei, juga mendapat materi kuliah supply chain management yang mengajarkan bagaimana proses distribusi yang benar, ada standar servis, dan KPI. Sebelumnya saya pernah bekerja sebagai manager logistik pada usia 25 tahun. Kemudian pada usia 27 tahun saya menempati posisi national logistik, lalu meningkat sebagai general manager supply chain sebuah perusahaan distributor mesin industri.

Suatu hari ada teman yang minta tolong melakukan penelitian  untuk memberdayakan ojek lokal di Semarang. Dari situ saya tertarik untuk membuat bisnis sendiri dan memutuskan switching career. Tujuannya ingin menantang diri karena sebelumnya hidup saya begitu mulus. Pada usia 28 tahun saya memulai wirausaha.

Saya memilih mendirikan Caktrans karena pemahaman saya bahwa antitesis kapitalis adalah solidaritas. Selama ini moda tranportasi konvensional dikuasai oleh para pengusaha besar yang mau tidak mau merupakan lingkaran kapitalis. Untuk mengalahkan kapitalis kita harus membuat sebuah usaha yang bersifat seperti komunitas yang mengedepankan solidaritas kebersamaan dan ikatan emosional.

Apa keunggulan management Caktrans?

Kami menerapkan 3 pilar dalam mengelola SDM. Yang pertama seorang leader harus punya value yang bisa ditularkan kepada tim. Kedua membangun sistem yang baik. Sistem yang baik hanya bisa dilakukan dan dikelola oleh pemimpin yang baik. Ketiga kami menerapkan “Mari bicara KITA dulu, baru bicara AKU” yang disingkat menjadi KITAKU. Kepanjangan dari KITAKU adalah;
K = ejujuran
I = nisiatif (tinggi)
T = anggung jawab
A = ntusias
K = ualitas
U = ntuk kesejahteraan bersama

“Dengan menerapkan 3 pilar SDM tersebut, kami percaya ke depannya Caktrans siap menjadi market leader transportasi online di Surabaya,” pungkas Yosephus Widyawan. (CEO Stars-TS)