BRAND IN LOVE (Bagian 1)

11:25 on June 10, 2017 by Diah Olif in Capture

Mengapa sebuah brand harus dicintai? Pernahkah Stars people menonton tayangan iklan di televisi dan merasa simpati, empati, tertarik, bermakna sehingga tidak bisa melupakan iklan tersebut? Jika jawabannya “YA” itu artinya Anda sudah jatuh cinta dengan iklan tersebut, sehingga tertarik untuk membeli produknya.

Konsumen Punya Alasan

Seperti kita tahu, konsumen membeli sebuah produk dikarenakan faktor 5P, yakni : Product, Price, Place, Packaging dan Promotion. Untuk selanjutnya saya tidak akan membahas secara detail mengenai brand dalam tayangan iklan. Yang akan saya bahas adalah bagaimana Stars people juga bisa menampilkan Brand diri sendiri, yaitu “Anda”, sehingga bisa dicintai orang lain. Bagaimana cara bisa menampilkan Brand is You, Brand in Love pada diri sendiri?

Saatnya Dicintai

Faktor penting dalam membangun brand image adalah bagaimana kita bisa menampilkan diri kita sebagai seseorang yang sangat spesial, unik, berbeda, dan punya ciri khas yang tidak dimiliki orang lain. Ambil contoh selebritis perempuan tanah air. Dari begitu banyak wajah cantik yang menghiasi layar kaca, berapa banyak yang punya brand image kuat sehingga mudah dikenali sekaligus dicintai penggemar sehingga semua dari mereka menjadi acuan penggemar. Tetapi apa yang terjadi saat selebritis tersebut tersandung kasus negatif, sekali saja? Image yang dibangun bertahun-tahun pun runtuh seketika. Ibarat pepatah “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”.

Apa yang pertama kali ditampilkan, menjadi penilaian orang lain. Jadi berhati-hatilah dalam membentuk sebuah brand image. Berikut panduan pertanyaan yang bisa dipakai dalam menampilkan brand image diri sehingga Stars people menjadi sebuah “Brand in Love”, yakni:

PRODUCT

Sebagai sebuah brand:
Siapa saya?
Apa keahlian saya?
Apa pengalaman saya?
Apa hobi saya?
Apa motivasi di dalam hidup saya?
Apa kepribadian saya?
Bagaimana cara saya berhubungan dengan orang lain?
Apa makna hidup buat saya?
Apa hal yang membuat saya tertarik dalam hidup?

PRICE

Sebagai sebuah brand:
Bagaimana orang menilai saya?
Bagaimana cara orang menghargai saya?
Kualitas diri seperti apa yang harus saya perlihatkan kepada semua orang?
Bagaimana cara saya agar mendapatkan perhatian dari semua orang?
Bagaimana cara saya mengelola diri sendiri?
Bagaimana cara saya bekerja?
Bagaimana agar saya terlihat berharga di depan semua orang?

PLACE

Sebagai sebuah brand:
Bagaimana orang menempatkan saya?
Apakah saya ada untuk mereka?
Apakah pekerjaan saya dibutuhkan orang lain?
Apakah profil saya dibutuhkan orang lain?
Apakah saya selalu memperbarui image diri sesuai dengan yang dibutuhkan orang lain?
Apakah yang disenangi orang lain ada di dalam diri saya?
Apakah orang lain membutuhkan saya?

PACKAGING

Sebagai sebuah brand:
Bagaimana orang melihat saya?
Cara saya berpakaian
Cara saya berbicara
Cara saya menulis
Cara saya berpenampilan
Cara saya bersikap
Cara saya bekerja
Cara saya menikmati hidup
Cara saya bekerja

PROMOTION

Sebagai sebuah brand:
Bagaimana orang mengingat saya?
Efek dari tulisan saya
Efek dari cara bicara saya
Efek dari meeting saya
Efek dari hubungan saya dengan orang lain
Efek dari jiwa sosial saya
Efek dari sikap saya

Setelah Stars people menjawab dan menganalisa semua pertanyaan tentang diri sendiri di atas, pastikan semua terjawab dengan penuh percaya diri dan menjadi “mantra ajaib” yang harus diakui “Ya, Itu semua adalah diri saya”, bahwa “Saya berbeda dengan orang lain”, dan “Saya cinta diri saya”. Banyak orang tidak mengenal dirinya sendiri, kesalahan utama yang selalu ditemukan di dalam membentuk sebuah Personal Brand Image. Padahal yang terpenting dalam upaya menampilkan Brand is You, Brand in Love adalah seseorang harus mengenal dan mencintai dirinya terlebih dulu. Dengan ia mencintai dirinya sendiri, ia akan respect terhadap dirinya, sehingga orang lain akan melakukan hal yang sama terhadapnya.

Salam cinta dari saya!
Diah Ayu Olif, Madame Coffee Indonesia, Love-Coffee-Journey (CEO Stars-RD)