Bermasalah Dengan Karyawan Racun? Begini Cara Mengatasinya

06:33 on October 4, 2016 by Editor in CEO insight
Karyawan Racun Dalam Perusahaan

Karyawan racun dalam setiap perusahaan pasti ada, berpotensi menjadi virus yang menyebar dan akan menggerogoti kinerja karyawan lainnya serta berdampak buruk bagi perusahaan. Seorang karyawan racun bukanlah ia yang bodoh dan pemalas melainkan sosok yang pintar dan memiliki potensi terbaik. Dengan segala potensinya ia menjadi trouble maker dan menyebarkan kebencian dan ketidaknyamanan di kalangan sejawatnya.

Ada perbedaan mencolok antara karyawan yang bermasalah dengan karyawan racun. Karakter dasar  karyawan racun antara lain: selalu berpikiran negatif, sulit bekerja sama dalam tim, selalu membawa masalah, egois, emosional, suka bergosip, dan tidak pernah bersyukur atas apa yang ia terima dari perusahaan. Menurut Dylan Minor, seorang asisten profesor dari Kellogg School of Management, karyawan sejenis itu disebut racun karena tidak hanya mengganggu sistem kerja perusahaan melainkan juga menyebarkan perilaku negatif kepada karyawan lainnya.

Jika Stars people berpikir bahwa dengan segala potensinya karyawan racun tersebut masih dibutuhkan oleh perusahaan, sebaiknya segera ambil tindakan tepat untuk mengatasi agar ia tidak terus menyebarkan virusnya. Untuk mengatasi karyawan racun, Stars people dapat menggunakan 6 cara berikut:

Kenali karyawan dan masalahnya

Dekatilah karyawan racun. Cari tahu masalah apa yang sedang dialaminya. Apakah ia tidak bahagia dengan pekerjaannya? Atau ia sedang memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya? Stars people dapat menggali lebih dalam masalah-masalah yang dihadapinya dan memberikan saran untuk mengatasinya. Jika diperlukan Stars people dapat menyarankan kepada karyawan tersebut agar menemui psikolog untuk berkonsultasi.

Beri solusi, jangan menghakimi

Sebagai seorang leader, Stars people sebaiknya tidak hanya sekadar menghakimi karyawan racun tersebut. Cobalah untuk menganalisa setiap permasalahan yang menjadi latar belakang perilaku. Tempatkan diri Stars people pada posisinya lalu diskusikan dan berilah saran sebagai solusi bagi permasalahan yang dihadapinya.

Lakukan rekam jejak

Sebaiknya Stars people memiliki rekam jejak atas karyawan racun agar bisa menjadi dasar yang kuat saat akan melakukan tindakan yang lebih tegas. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan info yang tidak bisa dipercaya seperti gosip. Rekam jejak perilaku juga akan bermanfaat tidak hanya pada satu karyawan tapi juga terhadap seluruh karyawan. Dengan mendokumentasikan rekam jejak perilaku karyawan, Stars people sudah melakukan tindakan preventif yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menentukan suatu kebijakan.

Lakukan pemisahan karyawan

Jika Stars people tidak ingin memecat karyawan racun itu, pisahkan ia dari teman sejawat agar akar perilaku buruknya tidak menyebar dan memengaruhi banyak orang. Berikan ia pekerjaan khusus yang membatasi ruang gerak interaksi. Dengan demikian ia akan merasakan hukuman yang Stars people berikan sebagai upaya untuk mengubah perilakunya.

Jelaskan konsekwensi hukuman

Jelaskan sedetil mungkin konsekwensi yang akan diterima oleh karyawan tersebut atas perilaku yang merugikan jika ia tidak mau mengubahnya. Konsekwensi berupa punishment semisal tidak dapat bonus tahunan dan tidak dapat promosi jabatan. Kebanyakan orang akan merasa terpukul pada saat ia tidak menerima apa yang seharusnya diterima. Dengan adanya konsekwensi hukuman akan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan perilaku.

Bantu perbaiki reputasinya

Keburukan sangat mudah menyebar hingga ke setiap sudut perusahaan, namun kebaikan sering tidak cepat diserap dan diketahui banyak orang. Menjadi tugas Stars people sebagai leader untuk memperbaiki dan mengapreasiasi perubahan perilaku yang menjadi lebih baik. Stars people sebaiknya membantu untuk memperbaiki reputasi karyawan racun yang berusaha keras untuk mengubah bad habit-nya.  Jika setiap kesalahan layak mendapat punishment, begitupun setiap perubahan menjadi lebih baik layak untuk mendapatkan reward.

Tidak mudah memang melakukan kesepakatan dengan seorang trouble maker, namun sebagai leader Stars people harus melakukan yang terbaik bagi kepentingan perusahaan dan banyak karyawan lain. Siap menghadapi permasalahan tersebut, Stars people? Be wise and do the right step. (CEO Stars-TS)