Berbisnis Rumah Makan

02:51 on July 6, 2015 by Editor in CEO insight

Setiap orang tentunya membutuhkan makan untuk bertahan hidup. Seiring dengan perkembangan gaya hidup dan tingkat ekonomi-sosial seseorang, maka makan di rumah perlu kadang-kadang diselingi makan di luar rumah. Terlebih di bulan-bulan istimewa semisal ; Ramadhan, libur sekolah, Natal, dan tahun Baru. Pola hidup makan di luar rumah inilah yang ditangkap sebagian pebisnis dengan membuka rumah makan karena berharap bisnis ini bisa memberikan keuntungan besar, meski tidak sedikit di antaranya yang kemudian jatuh berguguran.

Untuk memulai bisnis rumah makan, beberapa kiat “logis” berikut dapat digunakan agar bisnis rumah makan Anda berhasil dalam jangka panjang :

   1. Konsep yang jelas

Apakah tujuan bisnis ini sekedar untuk dilihat tetangga atau teman bahwa kita memiliki usaha (image), atau bisnis hanya sebagai sumber penghasilan tambahan, atau memang ingin bisnis ini bisa diwariskan, semua tergantung dari konsep awalnya. Yang dimaksud dengan konsep di sini mencakup konsumen dari kalangan seperti apa yang kita harapkan (segmentasi), desain tempat (interior dan eksterior), cara pelayanan, harga yang ditetapkan, cara berpromosi, pemilihan lokasi, menu dan nama, dll.

    2. Cita rasa yang enak

Namanya juga bisnis makanan, maka apa yang disajikan (menu) akan menjadi kunci utama menentukan apakah pembeli akan datang kembali ke rumah makan kita atau tidak. Agar cita rasa enak dan bisa dinikmati, maka yang perlu diperhatikan antara lain : bahan baku, koki, cara penyajian, dll

    3. Lokasi yang strategis

Kebanyakan keberhasilan pemilik bisnis rumah makan skala besar dikarenakan memiliki lokasi yang mudah dijangkau dengan lahan parkir yang memadai. Sekalipun bisnis rumah makan Anda saat ini dirintis dari sebuah jalan kecil (gang), pasti kelak saat skala bisnis mulai membesar, relokasi tempat usaha akan menjadi kebutuhan mutlak (kecuali Anda sudah puas dengan penghasilan yang ada).

     4. Pelayanan yang prima

Rasa enak, harga wajar, lokasi dan desain rumah makan ciamik, akan menjadi tidak ada artinya jika pelayanan :  sebelum, selama, dan sesudah pembeli menikmati makanan di tempat kita tidak bagus.

Titik penting layanan sebelum antara lain  tempat dan juru parkir, resepsionis/penerima tamu/door boys-girls, dan  penerima order.

Pelayanan selama antara lain : saat menyajikan di meja makan, perlengkapan /peralatan makan, suasana, kamar mandi, kebersihan, keramahan, dll.

Pelayanan sesudah antara lain : kasir, resepsionis/door boys-girls, tempat dan juru parkir.

     5. Promosi yang menawan

Sering saya sampaikan di berbagai forum, bahwa percuma kita memiliki produk atau jasa yang bagus, namun orang tidak mengetahuinya. Itulah sebabnya promosi diperlukan. Promosi tidak mahal, kok. Banyak cara atau media untuk memromosikan produk yang kita tawarkan, misalnya dengan membagi voucher/ diskon pada waktu tertentu (saat pembukaan, ulang tahun tempat usaha, hari istimewa tertentu, dll), spanduk/billboard, desain interior/eksterior, enaknya makanan, harga yang wajar, beriklan di media yang tepat, dll.

     6. Harga yang wajar

Harga terlalu murah atau bahkan mahal bisa membuat pembeli suka berkuliner di tempat kita atau tidak. Penentuan harga yang wajar dipengaruhi sedikitnya oleh kelima faktor di atas, termasuk tentunya faktor biaya produksi.

Keenam faktor di atas saling terkait atau dengan kata lain, kurang maksimal jika berdiri sendiri. Namun yang TERPENTING dari kesemua kiat di atas adalah DOA. Seberapa bagusnya strategi yang kita jalankan, jika Tuhan tidak menyertai bisnis kita, juga akan sia-sia, bukan ?

Jadi tetap dekat dengan Tuhan, bagi saya adalah kunci utama keberhasilan suatu bisnis. Karena orang yang dekat kepada Tuhan akan menjaga nama baiknya melalui cara melayani, kejujuran, kebersihan, dll, sehingga konsumen pun merasa puas.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. (Teguh Prayogo-trainer writer/ CEO Stars-Ed)