Bagaimana Melatih Otak Untuk Berpikir Analisis?

07:44 on November 8, 2016 by Titie Surya in CEO insight
Melatih Otak Untuk Berpikir Analisis

Berpikir analisis merupakan kemampuan untuk memvisualisasikan, mengartikulasikan, mengonsep, atau memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan rumit dengan membuat keputusan yang masuk akal. Menurut Taksonomi Bloom yang dipopulerkan oleh Benjamin Bloom, seorang ahli psikologi pendidikan, berpikir analisis adalah aspek kognitif ke-4 setelah pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Dengann demikian mustahil seseorang bisa berpikir analis tanpa menguasai aspek-aspek sebelumnya.

Richards J. Heuer Jr, penulis buku Psychology of Intelligence Analysis mengatakan bahwa, “berpikir analisis adalah sebuah keterampilan sebagaimana pertukangan atau mengendarai mobil. Bisa diajarkan, dipelajari, dan ditingkatkan. Tetapi seperti banyak keterampilan lain, tidak bisa dipelajari hanya dengan duduk di dalam kelas. Berpikir analisis merupakan proses learning by doing.” 

Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang dilahirkan dengan kemampuan berpikir yang sama. Namun bukan berarti mereka tidak bisa berpikir analisis layaknya  Ibnu Sina, Ibnu Majah, Imam Ghozali, Socrates, BJ Habibie, dan tokoh lainnya yang memiliki kemampuan berpikir sangat baik. Modal dasar untuk bisa berpikir analisis adalah perbanyak ilmu pengetahuan dan pengalaman. Selebihnya kita bisa menstimulus otak untuk berlatih berpikir analisis dengan cara berikut:

Berinovasi dalam memecahkan masalah

Untuk mencapai solusi yang out of the box, Stars people harus menghadapi masalah yang anti mainstream. Sebagai seorang analisis, Stars people harus selalu mencari fakta-fakta terbaik dalam memecahkan sebuah masalah sehingga menghasilkan dampak yang signifikan. Pada saat Stars people menajamkan kemampuan untuk mengolah data berdasarkan fakta-fakta, otak akan terlatih untuk berpikir lebih tajam dan kritis sehingga menghasilkan analisa tepat dan berdampak positif yang luas bagi bisnis dan proyek-proyek yang sedang dijalankan.

Mengasah refleks dengan berhitung cepat

Practice makes perfect bukan sebuah slogan kosong. Kita sangat terbiasa menyebut angka 1.000.000 sebagai sejuta tanpa harus menghitung berapa angka nol berulang kali, karena kita terbiasa dengan bilangan tersebut. Stars people bisa membayangkan ribuan bilangan dari kombinasi angka-angka dari 0-9 tersebut di kepala, lalu menyebutkan dan menghitungnya dengan cepat, bisakah? Dengan berlatih untuk berhitung secara cepat di luar kepala akan membuat refleks berpikir Stars people lebih intuitif dan cepat dalam berpikir analisis.  Untuk itu dibutuhkan waktu khusus untuk melatih otak Stars people agar bisa mengasah refleks berpikir dengan berhitung secara cepat.

Berpikir dari banyak sudut dan ambil yang paling tepat

Menyusun sebuah puzzle kelihatannya sebuah kegiatan yang sangat sederhana. Tetapi memikirkan bagaimana menyusun sebuah puzzle yang sama dengan metode yang berbeda, dan kemungkinan hasil yang juga beda, tidak hanya menarik melainkan juga membangun kemampuan analisa yang lebih tajam. Dengan memandang suatu masalah dan memikirkannya dari sudut pandang yang berbeda, lalu memilih satu yang paling tepat, merupakan proses latihan otak agar dapat berpikir kritis dan analisis.

Dalam perjalanan pulang pergi ke kantor, cobalah hitung berapa polisi lalu lintas yang ditemui di persimpangan jalan, berapa waktu yang diperlukan untuk perjalanan pulang pergi ke kantor, berapa kecepatan kendaraan yang mendahului, dan rekamlah pembicaraan dengan sopir taksi atau siapapun yang memberi layanan jasa pada Stars people. Dari data-data tersebut, buatlah analisa sederhana tentang semua itu, dan catatlah. Dengan terbiasa melakukan hal-hal sederhana tersebut, Stars people akan makin terlatih untuk berpikir analisis. (CEO Stars-TS)