Abdul Salam : Penampilan Adalah Cermin Harga Diri

03:58 on July 6, 2015 by Editor in CEO on frame

Foto koleksi pribadi Abdul Salam

Foto koleksi pribadi Abdul Salam

Penampilan yang rapi, siapa tak suka? Bagaimana kita menghargai diri kita tercermin  dari penampilan kita sehari-hari. Jangan pernah berharap untuk dihargai jika kita tidak menghargai diri sendiri terlebih dahulu. Penampilan rapi bukan hanya kebutuhan kaum wanita saja, tetapi muntlak menjadi kebutuhan kaum pria juga. Itulah yang dibidik H. Abdul Salam, pemilik Calixto Barber Shop yang terletak di kawasan Ruko Pasar Segar, Balikpapan. “Calixto ini berdiri Oktober  2014, masih sangat muda dan terlalu dini untuk dibilang yang terbaik, tapi harapan saya ini akan jadi yang terbaik”, ujarnya dengan begitu antusias.

Sebelum merintis usaha barber shop ini, ia belajar bisnis dari kakaknya, pengusaha kayu. Walaupun bekerja pada  perusahaan kakak sendiri, tidak serta merta ia menduduki posisi tinggi. Ia memulai kariernya sebagai pelayan di pantry, naik menjadi kepala logistic, sampai kepala cabang di Sulawesi Selatan.

“Inspirasi dari kakak, dan belajar dari setiap kegagalan, itulah yang saya lakukan sebelum memutuskan mendirikan Barber Shop ini. Jangan dibilang saya tak pernah gagal. Beberapa tahun yang lalu saya diberi kepercayaan oleh Bosowa Corporation untuk menjadi distributor semen di Kalimantan Timur, tetapi karena sistem manajemen yang kurang bagus, saya pun mengalami kegagalan,” tutur pria yang kerap dipanggil Alam ini.

Lalu mengapa barber shop? Menurut lelaki yang selalu berpenampilan rapi ini, tampil rapi adalah wajib. Karena kita tidak pernah tahu kapan bertemu siapa dan di mana. Bisa jadi pada satu kesempatan kita dipertemukan dengan seorang investor. Namun karena penampilan yang berantakan, rambut gondrong, dan tidak mencerminkan seorang yang laik dipercaya, maka terbanglah sang calon investor tersebut. Peluang inilah yang dibidik olehnya yang kemudian memancing para investor untuk menanamkan modal di bisnis ini, yang diakuinya sebagai peluang sekaligus tantangan.

Networking, belajar dari kegagalan dan bersabar tanpa batas adalah kunci sukses bagi pria kelahiran Balikpapan 12 Juli 1979. Menurutnya tidak ada keberhasilan yang instan. Butuh mengenali lingkungan, survey, dan  trial and error untuk menemukan formula yang pas menjaidu seorang pengusaha.

“Sekecil atau sebesar apapun usaha yang kita pimpin, yang paling penting  adalah trust. Kepercayaan adalah sesuatu yang mahal dalam berbisnis. Kepercayaan  internal  dalam perusahaan dan  dari customer sama pentingnya. Sedikit saja kepercayaan hilang, maka bisnis akan hancur seketika. Ke depan saya berharap,  Calixto bisa menjadi  franchise, dan memang itu yang sedang saya persiapkan. Memperkuat SDM dari segi kualitas, komitmen, dan menjaga kepercayaan, itu kuncinya. Tak perlu strategi yang rumit untuk tetap eksis di dunia bisnis. Negara ini akan maju jika makin banyak pengusaha. semakin banyak ide, maka makin banyak industri kreatif, sehingga akan bertambahlah peluang kerja. Hal tersebut otomatis meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Harapannya adalah semoga pemerintah lebih peduli dan bisa memfasilitasi masyarakat kreatif ini,” imbuhnya kepada CEO Stars. (Arie Prestiwanti-KontributorBPP/ CEO Stars-Ed)