95 Persen Perusahaan Di Indonesia Milik Keluarga

09:53 on August 24, 2016 by Editor in Capture

Apa urgensi dari sebuah bisnis keluarga? Apakah hanya sekadar memenuhi kebutuhan financial sebuah keluarga? Atau sebuah upaya membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi banyak orang? Pada kenyataannya menurut Indonesia Brand Forum, perusahaan keluarga memiliki kontribusi yang sangat strategis terhadap perekonomian Indonesia. Sebesar 95% perusahaan di Indonesia dimiliki oleh keluarga. Dengan omset sekitar US$ 5-10 juta (PWC, 2015), dan total kekayaan mencapai US$ 134 miliar (PWC 2014), atau sekitar 25% dari produk domestik bruto Indonesia

IBF 2016 diadakan untuk mengampanyekan dan membangkitkan kesadaran pelaku ekonomi di Indonesia dengan   mengusung tema “Branding Family Business: Lestari dari Generasi ke Generasi.” Acara yang diselenggarakan salah satu harian terbitan nasional ini menghadirkan Mochtar Riady, pemilik grup Lippo sebagai inspiring keynote speaker. Selain itu juga menghadirkan beberapa CEO perusahaan-perusahaan keluarga ternama yang akan mengisi beberapa sesi seminar pada tanggal 24 Agustus 2016.

Sebuah perusahaan keluarga bisa menjadi sebuah usaha besar dan profesional tentu tidak terlepas dari proses transformasi dan transisi dari generasi pertama ke generasi kedua dan selanjutnya. Selain itu leadership dan family values yang tertanam kuat, transformasi organisasi, suksesi, culture, attracting talents, sampai membangun kesinambungan (longevity) dari generasi ke generasi diperlukan untuk membesarkan sebuah family business.

Selain menghadirkan para pemilik bisnis keluarga yang sukses, IBF 2016 juga menghadirkan 7 Entrepreneurs Heroes yang bergerak di bidang industri kreatif dan pertanian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi Indonesia di kancah global. Mereka adalah : Didiet Maulana – IKAT INDONESIA, Ni Kadek Eka Citrawati – Bali Alus, Tuhar – Kopi Posong, I Gede Surya Atmaja – Bali Kamasan, Helianti Hilman – Javara, Patrick Owen – Fashion Designer, dan Rafi Abdurahman Ridwan – Fashion designer cilik tuna rungu. Karya dan jerih payah mereka menginspirasi banyak anak bangsa sekaligus membawa nama Indonesia dalam percaturan bisnis dunia.

Acara yang menarik ini dikemas dalam bentuk seminar, pameran, awarding, penerbitan buku, community blogging, kampanye media, corporate social responsibility (CSR), dan lain-lain ini dijalankan secara berkesinambungan setiap tahun dengan satu tujuan mewujudkan The Great Indonesia. Para pemenang 14 kategori Indonesia Brand Forum adalah :

1. Family Business Of The Year, PT Djarum Group

2. Family Business Leader (Family Member), Victor Hartono (PT Djarum)

3. Family Business Leader (Non-Family professional), Ongkie Tedjasurja (PT Kalbe Farma Tbk.)

4. Family Culture Development, PT Kalbe Farma Tbk.

5. Family Governance, Sinar Mas Group

6. Transformation towards professional institution, PT Sri Rejeki Isman, Tbk.

7. Succession Management, Sinar Mas Group

8. Sustaining Success/Longevity, PT Djarum

9. Attracting professional talenta, PT Sumber Alfaria Trijata Tbk

10. Mentoring next generation leaders, Salim Group Co

11. Family Contribution To Society, PT Djarum

12. Building Family Reputation, Martha Tilaar Group

13. Best family company to work for, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

14. Lifetime Achievement Award, Mochtar Riady.

Pada event ini juga diluncurkan buku berjudul “The 2nd G Challenges” yang menampilkan 14 narasumber yaitu : Bernadette Ruth Irawati Setiady (Kalbe), Christian Ariano Rachmat (Adaro), Maya Carolina Watono (Dwi Sapta Group), Shinta Widjaja Kamdani (Sintesa Group), Michael Wanandi (Combiphar), Annette Melati Tanjungsari Anhar (Tugu Group), Junius Rahardjo (Javaplant), Teresa Wibowo (Kawan Lama Retail), Dimas Prasetya Buntoro (MAK), Svida Alisjahbana (Femina Group), Noni Sri Aryati Purnomo (Blue Bird Group), Ivan Kamadjadja (Kamadjadja Logistics), Anne Patricia Sutanto (Pan Brothers), Wulan Maharani Teresa Tilaar (Martha Tilaar Group). (CEO Stars-TS)