8 Mitos Teamwork Dan Fakta Tentangnya

01:16 on March 8, 2018 by Westi Surya in Capture

Untuk sebuah tujuan besar seseorang tidak mampu bekerja sendiri. Ia membutuhkan sebuah tim yang mengerjakan serangkaian tugas besar demi terciptanya tujuan bersama. Perusahaan yang baik bukan hanya mempekerjakan karyawan yang berkualitas, melainkan pula individu yang mampu bekerja secara tim. Christopher M. Avery, Ph.D, menulis ada delapan mitos tentang teamwork atau kerjasama tim yang disalahartikan.

MITOS PERTAMA: Individu tidak bertanggung jawab atas kualitas pengalaman tim karena kerjasama tim merupakan keahlian kelompok.

FAKTA: Dalam sebuah tim, setiap orang memiliki pengalaman berbeda satu sama lain dimana setiap orang akan dan wajib bertanggung jawab atas performa tim. Jika seorang anggota menyerahkan performa tim pada anggota lainnya, bisa ditebak, (performa) tim tidak akan berlari sebagaimana mestinya. Tiap anggota wajib membagikan pengetahuan dan pengalamannya pada anggota lainnya sehingga menjadi pengetahuan bersama untuk sebuah pengalaman baru tim. Jika itu yang terjadi, maka diharapkan tidak akan ada lagi sebuah keluhan anggota, “Saya berada di tim yang buruk.”

MITOS KEDUA: Membangun tim merupakan tugas para manajer dan konsultan.

FAKTA: Program teambuilding tak lain adalah serangkaian komunikasi spesifik atau percakapan yang terjadi di antara anggota tim saat bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas demi tugas. Setiap orang punya tanggung jawab yang sama dalam mengomunikasikan apa yang dikerjakan berikut hasilnya, ada maupun tidak ada pengawasan dari manajer maupun konsultan.

MITOS KETIGA: Keahlian anggota tim lebih penting daripada motivasi mereka.

FAKTA: Saat teamwork dianggap penting, maka keahlian datang setelah sejumlah faktor seperti dorongan, energi, minat, motivasi, dan antusiasme karena kemampuan menciptakan teamwork yang baik muncul karena adanya hasrat dari masing-masing anggota tim dan bukan bakat. Sementara keahlian dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dengan baik.

MITOS KEEMPAT: Demi kesuksesan tim, anggota satu harus seperti anggota tim lainnya.

FAKTA: Tim yang mendorong memunculkan kesamaan untuk sebuah pekerjaan -bukan untuk yang bersifat urusan personal- menciptakan kesamaan kelompok yang kuat. Ini jauh lebih disarankan daripada mengupayakan sebuah persahabatan. Masing-masing orang di dalamnya sadar bahwa mereka “berkumpul” demi sebuah tujuan bersama bernama pekerjaan.

MITOS KELIMA: Anggota tim sebaiknya menurunkan ketertarikannya atas minat pribadi demi kebaikan tim.

FAKTA: Tanggung jawab anggota tim dapat mengontrol kekuatan pribadi. Mereka sadar sepenuhnya apa yang sebaiknya dilakukan dan yang tidak. Di situlah letak sebuah komitmen. Sebuah tim hanya akan berjalan tanpa arah jika tidak didasari passion dan komitmen. Mengenali hasrat diri bukan berarti menghalangi tujuan tim. Cukuplah memahami apa tujuan bersama yang harus ditempuh dan apa tujuan pribadi yang masih bisa diakomodir bersama kelompok.

MITOS KEENAM: Anggota tim harus bisa berkompromi antara tugas yang harus diselesaikan dengan memperlakukan anggota lainnya secara baik.

FAKTA: Jika seseorang telah berkomitmen menjadi bagian dari sebuah tim, maka dia harus bisa bekerja secara profesional. Tim terbaik percaya bahwa tugas dapat dikerjakan dengan baik dan anggota bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

MITOS KETUJUH: Teambuilding berarti mencari waktu khusus untuk membangun tim di luar jam kerja seperti outbond.

FAKTA: Teambuilding terjadi di sepanjang interaksi pekerjaan. Gesekan dan dinamika antar individu dalam kelompok menciptakan bonding antar anggota. Salah kaprah yang terjadi di banyak perusahaan adalah mereka beranggapan bahwa program outbond dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di tubuh perusahaan bertahun-tahun.

MITOS KEDELAPAN: Akhir perjalanan sebuah tim harus ‘sesuai’ dengan permulaannya.

FAKTA: Sejumlah kejadian akan terjadi sepanjang perjalanan tim. Dinamika akan terus berlangsung selama proses bekerja bersama tersebut. Setiap permasalahan dapat berbeda-beda solusinya di kesempatan yang berbeda. Ini dikarenakan setiap permasalahan menuntut diselesaikan dengan baik sesuai situasi dan kondisi pada saat itu. (CEO Stars-RD)