8 Cara Jitu Membentuk Mental Leader

03:53 on June 15, 2016 by Editor in CEO insight

Setiap orang yang bisa memberi dampak positif, dan menggerakkkan orang lain untuk berbuat baik, sejatinya adalah seorang leader. Menjadi seorang pemimpin membutuhkan kapasitas mental di atas rata-rata orang kebanyakan. Untuk memiliki kapasitas mental yang handal, dibutuhkan latihan dan pembiasaan yang rutin dan terus menerus. Berikut 8 cara jitu yang dapat dilakukan untuk membentuk mental seorang leader :

Lakukan kebiasaan orang sukses

Orang-orang sukses di seluruh dunia memulai harinya lebih awal. Bangun pagi lebih awal. Steve Jobs, CEO Apple, memulai harinya lebih pagi dengan sebuah renungan jiwa, “If today were the last day of your life, would you want to do what you are about to do today?”

Indra Krishnamurthy Nooyi, CEO Pepsi, selalu bangun pukul 4 pagi. Hal itu dilakukan agar punya waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaan domestik dan melakukan refleksi diri.

Tidak hanya bangun pagi. Orang-orang yang sukses juga memiliki kebiasaan untuk memiliki target harian, bergaya hidup sehat, berjejaring dengan orang-orang yang sukses, tidak berhenti belajar, berolahraga, lebih banyak membaca daripada menonton TV, konsisten, dan tidak menunda pekerjaan. Kebiasaan ini bisa diterapkan untuk membentuk mental seorang pemimpin.

Tingkatkan standar kemampuan diri

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui orang-orang yang merasa cukup puas dengan kapasitas kemampuan yang dimilikinya, sekalipun jika ia keluar dari zona nyaman ternyata kemampuannya belum seberapa. Menjadi seorang leader harusnya bisa menetapkan standar kemampuan diri yang lebih tinggi dari orang-orang kebanyakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia kerja sangatlah kompleks. Hanya dengan menetapkan standar yang tinggi, seorang pemimpin akan mampu bersaing di setiap zona yang dimasukinya.

Dengan memasang standar yang tinggi, ia akan mudah menurunkan manakala memasuki zona yang lebih rendah. Tapi jika standar kemampuan diri seorang pimpinan rendah, maka ia akan tergagap-gagap saat memasuki area yang lebih tinggi darinya.

Memiliki semangat membaca

Tuhan sudah menciptakan setiap orang dengan kapasitas kemampuan berpikir yang sama. Sinap-sinap di dalam kepala setiap orang hanya akan bekerja cepat dan lebih mudah terkoneksi jika ia terus belajar. Professor Yohanes Surya, PHd mengatakan bahwa, “Otak manusia berupa sel-sel saraf, semakin dilatih, hubungan antar saraf itu semakin mudah, lancar, dan bekerja secara otomatis.”

Cara termudah untuk merangsang sel-sel saraf adalah dengan membaca sebanyak mungkin. Membaca buku dari genre apapun, surat kabar, internet, dan sumber bacaan lain yang menunjang untuk meningkatkan kapasitas kemampuan seorang leader.

Memanfaatkan teknologi

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dibendung. Seorang leader yang memiliki visi ke depan, mau tidak mau harus bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas kemampuan diri, dan perkembangan usaha atau organisasi yang dipimpinnya.

Kemajuan teknologi memudahkan setiap orang untuk terkoneksi satu sama lain. Memperoleh informasi lebih cepat, layanan perbankan dalam genggaman, dan kemudahan-kemudahan lainnya. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seorang pemimpin bisa menciptakan sesuatu yang baru bagi masa depan. Sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, sekecil apapun yang diciptakannya. The best way to predict the future is to create it.

Perbanyak kompetensi

Seorang pimpinan tidak akan lelah mencari sumber-sumber ilmu. Mengikuti banyak seminar atau workshop adalah salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi seorang leader. Dengan mengikuti forum-forum tersebut, peluang bertemu orang-orang baru yang memiliki kompetensi yang lebih tinggi akan menyalurkan getaran frekwensi yang baik. Nikmati setiap proses di dalamnya. Buka hati untuk menerima segala kebaikan yang bisa didapat dari acara dan orang-orang yang terlibat dalam forum tersebut, untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang leader.

Masuki higher circle

Untuk memimpin artinya harus membiasakan diri dengan hal-hal yang membuat seseorang menjadi lebih tinggi dalam kapasitas kemampuan dirinya. Untuk itu masukilah lingkaran pergaulan di mana kita bisa mendapatkan energi positif yang bisa memengaruhi untuk menjadi lebih baik sebagai seorang leader. Mereka yang berada dalam higher circle, memiliki ciri mampu bersikap dan berpikir positif dengan standar tinggi layaknya seorang pimpinan. Contoh : seorang dokter jika ingin menjadi pimpinan sebuah rumah sakit, ia harus memasuki lingkaran professional para spesialis. Belajar untuk menjadi seorang spesialis di bidangnya. Di mana ia mampu meraih ilmu untuk memimpin dan mengelola sebuah rumah sakit.

Memasuki lingkaran yang lebih tinggi tidak lantas membuat seorang pemimpin lupa berpijak di bumi. Sikap rendah hati yang berkarakter tinggi, adalah mutlak diperlukan oleh seorang leader.

Berpikir kreatif dan inovatif

Para pemimpin harus anti mainstream. Harus berpola pikir out of the box. Inovasi selalu datang dari pikiran-pikiran kreatif. Seorang leader mutlak harus membiasakan diri untuk berpikir kreatif, agar mampu melahirkan terobosan-terobosan baru di dalam memimpin perusahaan atau organisasinya. Tak jarang seorang pimpinan meloncat-loncat cara berpikirnya. Untuk itu menuliskan setiap buah pikir mutlak diperlukan. Sebagai cara untuk merekam dan memudahkan langkah saat akan melakukan eksekusi sebuah proyek.

Ide-ide kreatif sering lahir dari imajinasi yang mendapat ruang untuk terus berkembang di dalam pemikiran. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein bahwa, “Imagination is more important than knowledge.” Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka yang sukses seringkali memiliki ide-ide gila yang dianggap tak masuk akal bagi banyak orang. Bagaimanapun kesuksesan tidak datang dari kekayaan dan kepintaran semata, melainkan ide kreatif yang terus berkembang dan melahirkan inovasi baru.

Berani ambil risiko

Sheryl Sandberg, COO Facebook mengatakan, “Kesuksesan tidak hanya tentang kemampuan kita menjalankan pekerjaan, namun juga bagaimana kita menerima apa yang terjadi dalam hidup kita. Bangunlah kekuatan di dalam dirimu. Ketika tragedi dan kekecewaan menghantam, ketahuilah kalau kamu memiliki kemampuan untuk menjalani semuanya. Kita lebih lemah dari yang kita pernah pikirkan, namun kita lebih kuat daripada yang kita bayangkan.

Seringkali ketakutan-ketakutan dalam melangkah dan bertindak, menjadi momok terbesar dalam diri seseorang. Diperlukan keberanian seorang leader dalam mengambil risiko untuk melakukan sesuatu. Berani dalam mengambil risiko bukan berarti tanpa perhitungan yang matang. Seorang leader harus bisa memetakan faktor Strengths-Weaknesses-Opportunities-Treats (SWOT) dirinya dalam memutuskan sebuah tindakan. (CEO Stars-TS)