7 Tanda Anda Belum Siap Jadi Entrepreneur

06:50 on October 5, 2015 by Editor in Capture, Competitive

Meski banyak pihak giat mengampanyekan program entrepreneurship, jumlah wirausahawan kita masih jauh di bawah sejumlah negara. Jumlah pengusaha di Amerika Serikat mencapai 11,5%. Di level ASEAN saja, kita kalah dengan Singapura dengan jumlah 7,2%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%, Indonesia sendiri baru mencapai 1,65% dari total jumlah penduduk. Menurut Peter Drucker, diperlukan sekitar 2%  wirausaha inovatif dari total jumlah penduduk untuk menjadi negara maju.

Menjadi pengusaha sukses tak semudah membalik telapak tangan, perlu kerja keras, komitmen dan berani berteman dengan risiko. Selama ini telah mencoba namun masih juga gagal? Bisa jadi Stars people melupakan 7 tanda-tanda ini :

1. Tidak Mengenali Potensi Diri
Tidak jarang dari kita masih belum memahami potensi diri sendiri. Coba gunakan analisa SWOT. Selain untuk bisnis, analisa ini juga sangat berguna untuk mengetahui potensi seseorang. Analisa SWOT meliputi strength, opportunities, weakness & threads. Ketika kita memahami potensi diri, maka langkah untuk memulai sebuah usaha akan mudah. Sesuaikan saja dengan kekuatan kita, kesempatan akan mengikuti seiring dengan bagaimana kita mengevaluasi dan melakukan koreksi atas kelemahan yang ada pada diri sendiri.

2. Enggan Berjejaring
Networking adalah aset yang sangat penting. Semakin banyak jaringan pertemanan yang dimiliki semakin mudah seseorang mengenalkan bisnisnya. Tidak bisa dipungkiri, strategi marketing dari mulut ke mulut selain murah juga sangat efektif untuk memulai bisnis.

3. Enggan Belajar & Bertanya
Stars people tentu sering mendengar quote andalan Steve Jobs yang “stay foolish, stay hungry”, dimana sekelas dia saja masih menerapkan prinsip ‘lapar pengetahuan’. Belajar bisnis tidak harus di ruang formal, gali ilmu sebanyak mungkin. Banyak orang sukses di sekitar kita yang akan dengan senang hati membagi ilmunya. Orang sukses justru lebih senang berbagi ilmu untuk membantu orang lain sukses juga. Carilah mentor yang dapat membantu Stars people mengelola bisnis secara baik. Lifelong learning dibutuhkan bagi seorang pengusaha sukses.

4. Konsep Belum Matang
Bisnis bukanlah mainan bongkar pasang. Ibarat rumah, ia harus punya pondasi yang kuat dan konsep yang matang. Konsep matang membantu pengusaha melangkah dan mengarahkan bisnis menjadi sesuai yang diinginkan. Konsep brand yang lemah tidak membantu konsumen untuk mengingat dan apalagi membeli brand tersebut.

5. Tidak Mau Berisiko
Sukses butuh kerja keras dan pantang menyerah. Tidak mau berisiko sama halnya tidak mau melangkah dan tidak mengharapkan kesuksesan. Bisnis bukan hal instan yang bisa dinikmati begitu saja tanpa proses. Selain konsep yang matang, kita pasti akan mengalami fase trial and error. Di sinilah analisa SWOT juga bekerja. Lakukan evaluasi terus menerus dan ambil pelajaran dari setiap kejadian.

6. Tidak Konsisten
Konsistensi dalam memulai bisnis sangat dibutuhkan untuk mencapai progress dan hasil maksimal. Konsisten di sini berhubungan dengan target berkala dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, dalam seminggu kita harus approach 2 calon investor, diharapkan dalam sebulan kita bisa mendapatkan 5 investor. Selain itu konsistensi berhubungan dengan kebiasaan-kebiasaan positif yang menunjang keberhasilan dalam pengembangan pribadi dan bisnis. Ketidakajegan hanya akan menghasilkan langkah-langkah yang tidak terukur, dan berakibat pada kegagalan.

7. Tidak Fokus
Perhatikan mereka yang sukses dengan brand-nya. Rata-rata melakukan bisnis yang terfokus pada satu hal. Jika mereka menginginkan hal lain, biasanya akan menyelesaikan apa yang menjadi rencana awal. Buatlah daftar target berkala. Hasil pencapaian yang terus meningkat akan memacu semangat untuk selalu produktif. Secara psikologis, daftar capaian tersebut akan memacu pemiliknya untuk “menjaga” grafik terus melaju naik. (CEO Stars-AP)