7 Alasan Perusahaan Menolak Pelamar

06:44 on September 25, 2015 by Editor in Capture, Competitive

Persaingan yang sengit menjadikan seseorang berpikir dua kali untuk resign. Bukan ketakutan tidak diterima di perusahaan lain, melainkan kekhawatiran akan prospek perusahaan yang akan dimasuki apakah lebih baik atau justru sebaliknya. Tetapi bertahan terlalu lama di perusahaan tempat kita bekerja ternyata tidak disarankan, lebih-lebih bila mendapati sebuah kondisi dimana terdapat sinyal masa depan suram di sana.

Bureau Labor Statistic merilis data bahwa rata-rata karyawan bertahan di sebuah perusahaan selama 4,6 tahun. Sehingga rentang waktu sesudahnya dianggap sebagai kondisi yang perlu dievaluasi ulang. Berbeda jika karir cemerlang ditawarkan. Sementara Forbes menulis bahwa karyawan yang bertahan di perusahaan lebih dari 2 tahun, memiliki gaji 50% lebih rendah dibanding mereka yang memutuskan pindah perusahaan. Bila Stars people berancang-ancang untuk melamar perusahaan baru, pastikan memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Surat Lamaran Tidak Meyakinkan
Surat lamaran adalah kunci awal untuk dapat diperhitungkan oleh perusahaan baru nantinya. Cara kita menceritakan kelebihan dan kekurangan, bahkan hal yang lebih pribadi, menentukan persepsi HRD manager perusahaan calon tempat kita bekerja. Termasuk dari sisi pantas tidaknya kita pada posisi yang dilamar.

2. Penulisan CV Yang Berlebihan
Daftar riwayat hidup atau curriculum vitae adalah hal paling esensial yang akan dilihat perusahaan. Terlebih mereka yang sudah pernah bekerja, akan dilihat dengan seksama perjalanan karirnya. Tidak sedikit calon karyawan yang ‘jatuh’ di poin ini. Hanya karena ingin terlihat ‘lebih’ lantas semua data dicantumkan. Perusahaan tidak memerlukan riwayat hidup mulai dari lahir, jadi cukup sertakan poin-­poin penting saja. Penting juga untuk memasukkan surat referensi kerja. Tidak sedikit yang menulis pengalaman seabreg, tapi tak satupun surat referensi disertakan.

3. Penuhi Kualifikasi Yang Diminta
Seringkali pelamar tidak memerhatikan kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Berapa banyak dari mereka yang mencoba-coba. Ada yang beranggapan “Coba aja, syukur-syukur diterima.” Melamar kerja bukan ajang coba-­coba, tetapi pilihan. Tidak mau kan jadi bagian dari orang-orang yang terjebak dalam karir paksaan?

4. Penampilan
Penampilan adalah faktor yang tak kalah penting sebagai pertimbangan dalam menerima seorang karyawan. Hindari berdandan menor dan pemakaian parfum secara berlebihan.

5. Menceritakan Diri Sendiri Secara Berlebihan
Saat diminta bercerita tentang diri Stars people, berceritalah senatural dan sewajar mungkin. Ceritakan potensi tanpa terlihat mengunggulkan diri sendiri. Pasang harga yang wajar. Mematok harga terlalu tinggi justru dapat menjadikan bumerang.

6. Kalah Sebelum Berperang
Mental perlu ditata pada saat melamar. Mereka yang gagal tidak jarang ‘tersandung’ pada saat seleksi awal. Melihat yang datang melamar banyak, sudah grogi duluan. Parahnya lagi bila keyakinan cocok di pekerjaan yang dilamar luntur. Solusi untuk keadaan ini adalah menjadi diri sendiri dan mengeluarkan kemampuan terbaik.

7. Tidak Pernah Menanyakan Hasil
Setelah menaruh lamaran, pelamar biasanya pasrah. Artinya tidak mau menanyakan kembali apakah dia diterima atau tidak. Sebenarnya sah-sah saja menanyakan hasil seleksi. Apalagi jika Stars people sudah melalui tahap wawancara dan tes tulis maupun kesehatan. Dari sana Stars people akan mengetahui sejauh mana kemampuan dan bidang pekerjaan yang tepat. Sukses melamar pekerjaan bukan karena faktor keberuntungan saja namun juga dipengaruhi oleh kesungguhan niat. Selamat mencoba Stars people! (CEO Stars-AL)