7 Alasan Mengapa Fintech Makin Menjanjikan

12:55 on July 30, 2018 by Arie Prestiwanti in Capture

Menjamurnya toko online (e-commerce) dan marketplace di Indonesia menuntut adanya solusi yang lebih mudah dalam mengakses produk-produk keuangan, kemudahan dalam bertransaksi, dan juga meningkatkan literasi keuangan. Peluang ini dibidik, terutama oleh para start up bisnis, dengan melahirkan inovasi teknologi di bidang finansial, Fintech. Kependekan dari kata Financial Technology, fintech merupakan sebuah inovasi pembiayaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukungnya. National Digital Research Centre (NDRC) di Dublin, Irlandia mendefinisikan fintech sebagai “innovation in financial services”Fintech dapat menyasar segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C). Konsep Fintech sendiri mengadaptasi pada perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial yang diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman dan mengacu pada penggunaan teknologi canggih yang tepat guna.

Mendukung kelancaran bisnis

Fintech banyak memberikan dampak positif dalam perkembangannya. Pernyataan ini makin dikokohkan dengan bagaimana industri ini memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pasar yang sering dilupakan dalam transaksi perbankan konvensional. Fintech, memungkinkan semua masyarakat, terlebih yang unbanked, bisa menikmati semua fasilitas yang ditawarkan bank atau lembaga keuangan lainnya. Ini menjadi penting saat melihat kenyataan menurut data World Bank, Global Financial Inclusion Index pada tahun 2014, menyebutkan hanya 36 % orang dewasa di Indonesia yang mempunyai rekening.

Memberikan kemudahan masyarakat untuk memiliki rekening sendiri

Fintech juga mendukung mereka yang selama ini bukan tak ingin memiliki rekening sendiri di bank, namun mungkin karena keterbatasan waktu, tenaga, dan akses pada layanan keuangan membuat mereka enggan melakukannya. Apalagi, jam operasional bank yang hanya melayani nasabah pada hari kerja, Senin hingga Jumat saja, dengan waktu yang terbatas (office hour). Fintech mampu mengikis kendala tersebut, kini lebih mudah untuk mewujudkan keinginan memiliki rekening sendiri di bank maupun melakukan transaksi tanpa kepemilikan rekening. Maksudnya? Stars people cukup mendaftar dan memiliki akun yang disyaratkan pada StartUp fintech yang dipilih. Jangan lupa juga untuk selalu cek dan ricek, apakah layanan fintech tersebut sudah mematuhi ketentuan OJK dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ya, demi kenyamanan kita sebagai nasabah tentunya.

Memudahkan pemilihan produk dan layanan finansial sesuai kebutuhan

Nah, ini yang paling flesksibel. Stars people bisa memilih produk dan layanan finansial dari StartUp fintech sesuai porsi yang dibutuhkan. Tidak hanya produk berupa layanan penyimpanan sejumlah uang saja yang bisa kamu peroleh, pembayaran, hingga crowdfunding dari sejumlah investor yang mungkin tertarik pada usaha yang kita miliki. Jadi, bisa disimpulkan tidak hanya bank saja ya yang meramaikan industri fintech ini, tetapi juga pemain dunia fintech  sendiri yang ingin ikut andil dalam era big data dewasa ini.

Memudahkan melakukan investasi

Selain memudahkan transaksi keuangan, Stars people juga bisa berinvestasi melalui fintech. Kita bisa ikut berinvestasi pada sejumlah pendanaan, baik bisnis skala kecil yang sedang berkembang atau memilih produk investasi semacam saham dan reksadana. Sebelum berinvestasi, biasanya juga ada analisis data yang makin memudahkan untuk mengambil keputusan yang benar.

Memudahkan pembayaran

Transaksi dalam bidang usaha saat ini seringkali terjadi tak terduga, bisa kapan saja dan di mana saja. Penggunaan uang tunai kadang tak melulu dibutuhkan. Ini salah satu peluang yang dibidik pemain fintech, baik dari pihak bank maupun nonbank. Sebut saja seperti Uangku yang dikeluarkan Smart Telecom, Sakuku dan Flazz yang dikeluarkan BCA, Mandiri e-cash yang dikeluarkan Bank Mandiri, serta OVO atau Kudoku, dari non bank. Pembayaran non-tunai ini biasanya menggunakan teknik electronic data capture(EDC), near field communication (NFC), dan ada pula yang menggunakan alternatif pay by QR code.

Memudahkan pengelolaan keuangan

Ini dia yang juga ditunggu, banyak dari kita yang awal menjalani bisnis ataupun kehidupan keuangan pribadi, merasa membutuhkan semacam asisten keuangan untuk mengingatkan saat kamu mulai berlebihan atau mengerem pengeluaran yang tak perlu. Tujuannya, apalagi kalau tidak membuat cashflow menjadi seimbang dan tentu saja ‘sehat’. StartUp fintech yang bermain dalam ranah ini contohnya Jojonomic yang akan membantu merinci catatan pemasukan dan pengeluaran berbagai kategori seperti belanja, transportasi, makan, dan keperluan harian lainnya.

Tak hanya sebatas itu, fintech juga akan membantu dalam proses penghitungan, penyetoran, dan pelaporan pajak seperti teknologi yang dikembangkan Onlinepajak.com, bahkan ada pula startup yang mengembangkan proses menghitung rugi-laba usaha dalam satu pintu.

Memudahkan dalam berinvestasi sosial

Salah satu investasi yang juga akan memberikan kita keuntungan lahir dan batin adalah berinvestasi dalam bidang sosial. Banyak sekali saat ini jenis investasi sosial yang memungkinkan untuk berdonasi dan membantu sejumlah proyek yang akan memberi manfaat bagi masyarakat. Kitabisa.com adalah contoh dari StartUp fintech yang berhasil menarik perhatian dalam dunia investasi sosial ini. Di Kitabisa.com, kita dapat berpartisipasi dalam proyek penggalangan dana secara massal (crowdfunding). Ada juga StartUp fintech yang bergerak untuk membantu pendanaan wirausaha sosial (social entrepreneur). Melakukan hal-hal kecil menurut kita, bisa jadi merupakan sesuatu yang besar bagi orang-orang yang membutuhkan, dan mampu dampak terhadap aktivitas yang kita jalani. Korelasi positif itu seperti prinsip: “Siapa yang menanam, dia akan menuai”.

Oh ya, jangan lupa untuk menggunakan kecanggihan dunia fintech sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan semata. Sebab, meskipun meminimalisisasi ruang dan waktu, serta akses yang jauh lebih mudah, keputusan yang Stars people ambil dalam memilih produk dan layanan yang tepat akan tetap disertai beberapa risiko tertentu. Mari gunakan era fintech dengan kebutuhan yang positif, hingga bisa mengantarkan kita pada kemudahan bertransaksi untuk keperluan yang positif, termasuk menjadi pelaku bisnis yang diperhitungkan di pasar Indonesia, maupun internasional. (CEO Stars-AP)