5 Langkah Mengembangkan Kemampuan Visioner

08:48 on October 3, 2016 by Editor in CEO insight
Kemampuan Visioner

Stars people pernah melihat film animasi berikut: Toy Story, A Bugs Life, Toy Story 2, Finding Nemo, The Incredibles, atau Ratatouillie? Deretan film animasi garapan Pixar tersebut selalu menghasilkan sukses besar. Lantas, siapa dibalik kesuksesan produksi film-film animasi tersebut? Tak hanya sukses menjadikan Apple sebagai produk paling diminati masyarakat di dunia, kemampuan visioner yang dimiliki Steve Jobs juga sukses mengantarkan Pixar berjaya dengan film-film animasi produksinya. Steve Jobs adalah pemimpin yang sangat visioner, ia mampu melihat jauh kedepan dan mengantisipasi segala risiko yang mungkin terjadi atas keputusan yang diambilnya. Banyak orang mengatakan visioner adalah bakat, tetapi sebagai seorang pemimpin, kemampuan ini merupakan soft skill yang wajib untuk dimiliki. Artinya kemampuan visioner bisa diasah dan dilatih pada setiap orang. Stars people bisa melakukan beberapa hal ini untuk melatih dan mengembangkan kemampuan visioner:

Melakukan afirmasi

Terdengar begitu sederhana berlatih meraih tujuan melalui afirmasi. Cara melakukan afirmasi dengan mengimajinasikan sesuatu secara detil. Pada saat melakukan afirmasi sel-sel syaraf pada otak juga akan merespon dengan menggambarkan wujud dari apa yang kita bayangkan. Stars people bisa mengasah kemampuan visioner dengan meluangkan waktu membayangkan apa yang ingin dicapai dalam beberapa periode kedepan melalui proses afirmasi. Kemampuan berafirmasi adalah kunci sukses para visioner dalam memimpin, jadi tak ada salahnya mengajak tim untuk  berbagi dan menyamakan visi, karena akan jauh lebih baik untuk mengembangkan visi dengan orang lain daripada mencoba untuk melakukan semuanya sendiri.

Perluas sudut pandang dan perspektif

Dari sudut pandang yang tak sama kita akan menghasilkan perspektif dan hasil yang berbeda. Sebagai seorang leader, Stars people harus mampu berpikir jangka pendek maupun jangka panjang, menyelaraskan visi dengan tujuan, hingga mengambil keputusan yang tepat. Makin banyak sudut pandang  dan perspektif akan memperkaya ide, dan akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Visi tidak harus asli, visi yang sama akan melahirkan hasil yang sama sekali berbeda jika dieksekusi melalui sudut pandang yang berbeda. Sam Walton, pendiri Wall Mart pernah mengatakan, “Most everything I’ve done, I’ve copied from someone else.” Ide seperti ilmu, bisa datang dari mana saja dan kapan saja, eksekusi yang berbeda akan menghasilkan inovasi. Karena tidak ada yang betul-betul baru di dunia ini. Yang harus diingat adalah hak cipta, paten dan merek dagang tetap harus dihormati dan diakui legitimasinya.

Tentukan  target nyata dan terukur

Tugas pertama seorang pemimpin adalah menentukan target nyata yang terukur. Artinya leader harus mengetahui dan memahami kondisi organisasi atau perusahaan yang dipimpin saat ini, hingga pengambilan keputusan untuk mencapai visi ke depan bisa disesuaikan dengan kondisi realitas yang ada. Peter M Senge penulis buku The Fifth Discipline mengatakan, “An accurate, insightful view of current reality is a prerequisite for crafting vision. You must be committed to the truth.”

Lalu bagaimana menentukan target nyata yang terukur pada suatu perusahaan atau organisasi? Menurut Peter F Drucker, setiap organisasi harus memiliki jawaban yang tepat untuk beberapa pertanyaan ini agar mengetahui kondisi real yang terjadi:

  • Apakah misi kita?
  • Siapa pelanggan kita?
  • Apa yang pelanggan harapkan?
  • Apa yang telah kita hasilkan?
  • Apa rencana kita?

Pendekatan lain untuk menemukan target perusahaan adalah dengan analisa SWOT, yaitu dengan menentukan apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari perusahaan atau organisasi yang Stars people pimpin.

Membiasakan berpikir “what is the next?”

Sebagai seorang leader, berpikir dinamis adalah kewajiban. Selain dituntut untuk lebih kritis menyikapi segala sesuatu, Stars people juga harus membiasakan diri untuk berpikir “what is the next?” yaitu: membiasakan diri berpikir apa yang selanjutnya harus dilakukan, apa yang selanjutnya bisa dihasilkan, dan apa yang selanjutnya mampu memberi manfaat. Membiasakan berpikir “what is the next?” akan mendorong Stars people berpikir lebih dinamis, dan membantu otak menggambarkan visi. Semakin jelas gambaran visi, semakin besar peluang Stars people mewujudkan visi.

Tulis dan komunikasikan visi

Jangan meremehkan pentingnya menuliskan visi. Menulis membantu menyusun dan memperjelas apa yang Stars people pikirkan, hingga mempermudah untuk mengomunikasikan visi dengan orang lain. Menciptakan visi adalah hal yang mudah, tetapi dibutuhkan komitmen yang tinggi dan tantangan yang cukup besar untuk mewujudkan visi. Komunikasikan visi secara jelas dan terbuka dengan tim, hingga mereka merasa bahwa merekalah pembawa visi tersebut. Ketika tim yang Stars people pimpin merasa menyatu dengan visi tersebut, maka mewujudkannya bukanlah hal yang sulit.

Tidak semua visioner lahir secara alami, namun bisa dibentuk dengan kerja keras dan ketekunan. Stars people dapat mengembangkan kemampuan visioner untuk mengantisipasi masa depan.  Disamping itu kemampuan visioner menjadi atribut yang dapat membantu langkah Stars people menjadi the great leader. (CEO Stars-AP)