5 Kunci Ampuh Mendapatkan Modal Bank

02:04 on March 21, 2017 by Teguh Prayogo in Capture

Penelitian Top Coach Indonesia menunjukkan 8 dari 10 pebisnis cenderung hanya memperhatikan profit daripada cash flow. Dampak berikutnya tentu perjalanan bisnis yang tidak sesuai harapan. Di situsnya, konsultan bisnis ini juga mencatat sekitar 80% hingga 90% bisnis gagal disebabkan cash flow yang buruk. Sementara di sisi lain, untuk mendapatkan modal tidak mudah. Terlebih modal perbankan. Ada 5 prinsip yang selalu dijadikan pedoman oleh bank dalam menggelontorkan kredit yang biasa dikenal dengan prinsip 5C:

1. Character

Hal paling utama bank dalam mengenali calon debitur adalah mengenali karakter calon peminjam. Prinsip ini melihat dari sisi kepribadian pebisnis selaku calon peminjam dana, yang bisa dilihat dari proses wawancara antara staf kredit bank kepada calon pengaju kredit. Analisanya mempertimbangkan latar belakang, kebiasaan hidup, pola hidup, dan lain-lain. Character ini menentukan apakah calon nasabah bisa dipercaya atau tidak dalam mengelola dana pinjaman.

2. Capacity

Prinsip ini menilai calon nasabah dari kemampuannya menjalankan keuangan dan proses bisnis yang dimilikinya, termasuk kemungkinan pernah mengalami permasalahan keuangan sebelumnya atau tidak. Analisa kapasitas seorang calon nasabah ini digunakan bank untuk menilai kemampuan membayar kredit di kemudian hari.

3. Capital

Hal ini terkait akan kondisi aset atau kekayaan yang dimiliki, baik secara pribadi maupun badan usaha. Capital atau modal dapat dinilai dari laporan keuangan berkala perusahaan yang dikelola oleh calon nasabah atau dari aktivitas pada rekening bank yang dimiliki. Dengan penilaian ini, pihak bank dapat menentukan layak tidaknya seseorang mendapatkan pinjaman, serta besaran nominal kredit. Pebisnis pemula biasanya mengabaikan pencatatan keuangan. Padahal Bank biasanya meminta data tersebut saat pengajuan permintaan kredit.

4. Collateral

Bank tentu mengharapkan bisnis dari debitur atau penerima pinjaman berjalan dengan lancar dan sukses sehingga dapat memenuhi kewajiban mengembalikan dana pinjaman tepat waktu. Namun karena bank juga merupakan sebuah bisnis, maka analisa risiko juga dilakukan. Bank meminimalisir kemungkinan terburuk debitur tidak mulus membayar angsuran berkala atau nilai pinjamannya dengan menetapkan keharusan calon nasabah menyertakan jaminan dalam pengajuan kreditnya. Jaminan bisa berupa aset tidak bergerak (tanah, bangunan, pabrik) dan/atau aset bergerak (kendaraan, mesin, dan lain-lain). Dengan adanya jaminan yang disepakati, maka jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya yakni mengembalikan pinjaman dari bank, maka bank berhak menyita aset tersebut.

5. Condition

Ada yang menyebutnya condition of economic, sebuah kondisi/kejadian di luar dari pihak bank maupun debitur, khususnya yang terkait dengan kondisi perekonomian suatu daerah atau ramalan ekonomi di masa yang akan datang karena dapat memengaruhi usaha yang dijalankan oleh debitur. Di sini komunikasi terbuka dan intensif antara pihak bank dan debitur akan sangat membantu menyelesaikan potensi masalah yang timbul dari kondisi eksternal di luar kendali debitur. Semoga berhasil! (CEO Stars-WS)

 

Dapatkan pelatihan bisnis langsung dari Sales Coach Teguh Prayogo dengan menghubungi CEO Stars di 0822.3122.3200 (telepon) atau 0896.3999.3200 (whatsapp).