3 Langkah Jitu Memotivasi Tim Sales

03:15 on July 18, 2015 by Editor in Competitive

Soal yang baik adalah yang sedang-sedang saja, tidak terlalu sulit namun juga tidak terlampau mudah. Apa yang disampaikan Albert Eisntein ini sangat tepat bagi seorang leader untuk merenungkannya. Merangsang bawahan haruslah sesuai dengan kapasitasnya. Benar saja filosofi Einstein ini. Seorang siswa yang merasa bahwa pertanyaan dari guru terlampau sulit maka ia enggan mencari tahu jawabannya alias mematahkan motivasinya. Sebaliknya, bila pertanyaan terlalu mudah, anak didik justru tak menggubris karena merasa tidak tertantang sama sekali.

ilustrasi : www.wittyparrot.com

ilustrasi : www.wittyparrot.com

Seorang pemimpin yang baik tahu kapasitas anak buahnya. Terlebih seorang sales leader, mematok target harus disertai alasan kuat. Bukan hanya reasonable dari sisi target, namun juga sumber daya manusia (SDM) yang menjalankannya. Mapping potensi karyawan ini membantunya mencapai target penjualan dimana butuh komunikasi terbuka antara atasan dan bawahan.

Michael Jahotsen, Country Head Indonesia Yoyo Holdings Pte. Ltd., menekankan pentingnya komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman kedua belah pihak. Bukan hanya internal yang baik, namun juga hubungan secara eksternal, menghindari pemberian info yang salah tentang produk.

Berikut 3 langkah yang bisa Stars people lakukan untuk menggenjot performa tim penjualan :

1. Tentukan Tujuan Bersama
Pedekatan Tujuan ini perlu. Bisa Stars people bayangkan bila masing-masing orang di sebuah perusahaan punya persepsi berbeda akan sebuah tujuan perusahaan. Michael memberikan tipsnya dalam hal mengomunikasikan tujuan ini : Open minded dan komunikasi dua arah. Tak ada tujuan lain kecuali memastikan tujuan yang sama atau adanya kesepakatan tujuan,

2. Akui Karyawan
Siapa sih yang tidak ingin dihargai? Sekecil apapun kontribusi bawahan berilah pujian. Pengakuan akan hal itu terbukti efektif mendorong mereka meningkatkan produktifitasnya. Apa penghargaan yang cocok? Michael berpendapat bentuknya dapat berupa finansial maupun non finansial.

3. Hargai Bawahan
Ini menarik. Seperti awal pembuka tulisan ini, pemberian reward akan efektif bila challenge yang diberikan kepada karyawan juga tepat. Peraih Best Sales Manager di The Jakarta Globe, ini menyarankan kepada para pemimpin untuk memberikan progresif challenge atau tantangan bertingkat. Bila bawahan sudah mencapai sebuah titik capaian, maka berikutnya bisa diberikan tugas yang lebih menantang. Atau dapat pula dengan memberikan penghargaan bergengsi seperti penganugerahan karyawan terbaik, pemberian pelatihan sesuai kapasitas keahlian yang dibutuhkan dan bentuk-bentuk reward lainnya.

Suka Jalan-Jalan : Michael Jahotsen menghabiskan waktu senggangnya dengan traveling, renang dan tenis.

Suka Jalan-Jalan : Michael Jahotsen menghabiskan waktu senggangnya dengan traveling, renang dan tenis.

Kualitas Perlu Ditingkatkan
Bicara keahlian menjual orang Indonesia, Michael berpendapat skill orang kita tidak kalah, meski masih diperlukan pemberian treatment khusus. Keberhasilan bawahan tak bisa lepas dari peran atasan. “Seorang pemimpin yang berhasil adalah yang mampu menjadikan pemimpin baru.” Tukas pria kelahiran Deli Serdang, Sumatera Utara, pengagum tokoh perubahan Afrika Selatan Nelson Mandela ini.

Pahami Peran Seorang Leader
Sebelum meminta bawahan menaikkan performanya, seorang pemimpin haruslah memulai terlebih dulu meningkatkan kapasitasnya. Bagi Michael pemimpin adalah seseorang yang dapat dipercaya dan mampu menjalankan tugas. Contoh nyata harus ada di diri sang pemimpin, baru bawahan akan memercayai. Pria penyuka traveling dan berenang ini menggarisbawahi peran seorang leader, yakni berinisiatif dan menginspirasi. (CEO Stars-FH)