3 Jurus Kuasai Market Perempuan

12:42 on September 30, 2017 by Editor in Capture, CEO on frame

Di bukunya, New Wave Marketing (2008), pakar marketing Hermawan Kartajaya menyebut 3 pasar baru potensial, di antaranya anak muda, perempuan, dan pengguna internet (netizen). Khusus pasar perempuan, jika kita bisa mengenali karakter dari golongan market ini, maka bukan hanya laju penjualan yang didapat, namun kita bisa memengaruhi golongan market lainnya. Menariknya, golongan konsumen yang satu ini sangat unik. Lilies Rolina, CEO WomanBlitz.com dan founder Woman Online Community Surabaya (WOSCA), berpendapat, menekankan pentingnya memahami karakter perempuan. Ada tiga hal yang menjadi kunci mengelola hubungan dengan konsumen perempuan:

1. Pahami kesukaannya

Ditanya tentang apa yang membuatnya bertahan di jalur perempuan, Lilies mengaku bahwa potensi di segmen ini sangat besar. Namun demikian, ia mengingatkan akan pentingnya memahami selera perempuan. Mereka itu unik, berbeda, dan seringkali sisi emosionalnya yang dikedepankan. Dengan memahami kesukaan perempuan, pemilik brand dapat dengan mudah menciptakan produk atau jasa yang menarik minat segmen tersebut.

2. Rangkul komunitasnya

Selain memahami kesukaannya, yang tak kalah penting dari pasar perempuan adalah orang-orang di sekitarnya. Karakter perempuan yang suka berkumpul menjadikannya sangat mudah memengaruhi atau dipengaruhi. Itu pula yang dilakukan Lilies dengan membentuk WOSCA, sebuah komunitas wanita pebisnis online. Ia dapat banyak berkreasi membuat acara yang dibutuhkan kaum hawa.

3. Pegang orang yang berpengaruh

Untuk poin ini, dibutuhkan kejelian tinggi. Sisi emosional perempuan yang tinggi dapat menjadi bumerang. Jika yang dirangkul adalah figur yang salah, bukan sukses yang didapat pada saat membuat event, namun sepi peminat. Cari orang-orang yang banyak disukai perempuan. Strategi ini bisa diaplikasikan pada saat meluncurkan produk.

Berbeda dari konsumen lain

Tiga alasan mengapa pasar perempuan penting. Pertama, karena mereka berpengaruh. Setidaknya 97% pembelian dipengaruhi perempuan. Dari mulai keputusan membeli kebutuhan rumah tangga hingga di tempat kerja.

Kedua, secara makro, angka pertumbuhan pekerja di gender ini melesat. Dewasa ini, pekerja perempuan makin meningkat seiring tuntutan hidup yang makin tinggi. Dampaknya, di sektor industri juga dipengaruhinya. Peran perempuan yang makin meluas di banyak aspek ini menjadikannya sangat diperhitungkan.

Ketiga, sisi emosional perempuan. Perilaku membeli mereka banyak dipengaruhi hal-hal yang sifatnya subyektif. Mereka konsumtif namun sangat jeli. Mereka bisa sangat sensitif pada harga, namun di sisi lain kadang membeli dengan harga yang tak masuk akal pun rela dilakukannya. (CEO Stars-FH)