10 Startup Lokal yang Mendunia

01:50 on April 1, 2017 by Arie Prestiwanti in Capture

Tak sedikit yang menyangka beberapa perusahaan lokal di bawah ini perusahaan asing atau setidaknya perusahaan multinasional. Padahal semuanya asli Indonesia. Yang menarik dari perjalanan mereka adalah tidak sedikit yang berawal dari hobi pendirinya. Tetapi lebih dari itu, semua didasari oleh kebutuhan pasar. Alasan itu yang menjadikan mereka bertahan hingga sekarang.

1. Traveloka

Bagi mereka yang sering bepergian jauh dan menggunakan pesawat, nama yang satu ini pasti sangat akrab. Bukan hanya di kalangan konsumen domestik, para pelanggan asing pun cukup mengenal Traveloka. Didirikan pada tahun 2012, Traveloka berhasil menjadi salah satu situs reservasi tiket dan kamar hotel favorit hingga akhirnya mendapatkan pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture.

Kunci suksesnya adalah Traveloka mampu menjawab kebutuhan konsumen yang ingin cepat dan praktis pada saat memutuskan hendak melakukan perjalanan udara maupun reservasi hotel. Yang kedua, tim di balik brand Traveloka adalah mereka yang benar-benar menyukai bisnis IT. Setidaknya itu pengakuan dari Ferry Unardi, founder perusahaan dengan logo burung tersebut.

2. Tokopedia

Siapa sangka ide yang tadinya dipandang sebelah mata ini menjadi sukses seperti sekarang. Meski diremehkan banyak orang hanya karena tak ada satupun dari keluarganya yang pebisnis, William Tanuwijaya, founder CEO Tokopedia, memantapkan hati. Ia juga awalnya hanya seorang karyawan IT dan Business Development Manager.

Berkat ketekunannya, Tokopedia berhasil mengukuhkan diri sebagai perusahaan online market place terbesar di Indonesia. Pendanaan didapat dari dua perusahaan investasi besar Sequoia dan Softbank dengan total suntikan modal hingga Rp 1,2 triliun.

3. KasKus

Ide awalnya karena Andre Darwis, founder KasKus, ingin menghubungkan banyak orang Indonesia yang punya hobi berkasak-kusuk. Kata itu pun mendasari nama KasKus. Berbagai penghargaan diraih KasKus seperti The Best Market Driving Company, The Best Innovation in Marketing, dan The Greatest Brand of the Decade tahun 2009-2010 dari Mark Plus Inc.

4. Kakatu

Ide bisnis ini bermula dari keprihatinan atas tingginya angka pengguna Internet di Indonesia yang didominasi anak dan remaja usia 10-19 tahun. Didirikan oleh Robi Tanzil Ganepi pada tahun 2014, perusahaan ini mencatat sejumlah sukses. Kakatu adalah aplikasi yang dibuat untuk membatasi konten atau aplikasi pada smartphone yang dikhususkan bagi orang tua untuk mengontrol pemakaian internet anak-anaknya. Bukan hanya laba tapi juga perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan ternama macam Samsung.

5. e-Fishery

Perusahaan ini tergolong unik. Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, sang founder, yang memiliki bisnis peternakan ikan lele membuat terobosoan dengan menggunakan sistem cerdas bernama e-Fishery. Dikatakan cerdas karena bisa memberi makan secara otomatis, mendeteksi nafsu makan ikan, bahkan bisa mencatat serta melaporkan performa dari pemberian pakan. September 2015, perusahaan ini mendapat pendanaan dari Aqua Spark, sebuah perusahaan asal Belanda serta dari dalam negeri, Ideosource.

6. Go-Jek

Siapa yang tidak kenal dengan si pasukan hijau ini. Go-Jek mulai beroperasi tahun 2011 di Jakarta dan kini tersebar di hampir di seluruh kota besar Indonesia. Nadiem Makarim sebagai founder Go-Jek mengaku walau bisa diminati pasar internasional, Go-Jek khusus untuk Indonesia. Meski kompetitor terus bermunculan seperti GrabBike, Ojek Syar’i, LadyJek, BlueJek dan masih banyak lagi merek lainnya, Go-Jek masih mendominasi pasar. Penambahan fitur seperti Go-Clean, Go-Busway, Go-Glam, Go-Mart, Go-Box, Go-Courier dan Go-Ride menjadi bukti bahwa Go-Jek terus berkembang.

7. Adskom

Adskom mengadopsi konsep bisnis pemasaran digital yang tengah menjadi primadona di Indonesia. Servisnya memungkinkan para agensi atau merek ternama bisa membeli iklan digital secara efektif dan maksimal. Para pemasang iklan juga dapat mengecek dan mengoptimasi iklan mereka secara berkala.

Dibandingkan dengan kelima startup lainnya yang ada di daftar ini, Adskom merupakan startup dengan jumlah investor terbanyak. Bagaimana tidak, saat ini saja startup yang didirikan oleh Italo Gani dan Daniel Armanto ini telah didanai oleh Rebright Partners, Digital Garage, East Ventures, Beenos Plaza, dan Skystar Capital.

8. Bornevia

Hadir dengan tagline “Layanan penanganan pelanggan yang tidak bikin ribet”, Bornevia memudahkan urusan perusahaan dalam membina hubungan yang baik dengan para konsumennya secara online. Bornevia sendiri adalah startup B2B yang menyediakan aplikasi layanan konsumen bagi bisnis online. Diakui pendirinya, B2B CRM adalah pasar yang sangat menarik di Asia Pacifik karena pemainnya hampir tidak ada. Sudah ada 550 perusahaan yang menggunakan jasa Bornevia.

9. iGrow

Perusahaan yang didirikan Muhaimin Iqbal ini sangat unik. iGrow merupakan aplikasi yang memungkinkan para penggunanya untuk bertani dan mendapatkan penghasilan dari bisnis pertaniannya. Dengan iGrow, seseorang bisa menjadi petani meskipun tidak memiliki tanah atau bahkan pengetahuan bercocok tanam. iGrow banyak meraih penghargaan di ajang internasional, seperti Istanbul Startup dan EuroAsia sebagai startup terbaik.

10. Picmix

Siapa sangka kalau ternyata aplikasi fotografi dan media sosial yang populer ini buatan Indonesia. Picmix dibuat dan dirilis oleh Calvin Kinzana pada tahun 2012. Programmer yang juga menyukai fotografi ini berhasil membuat nama Picmix bertengger sebagai salah satu aplikasi buatan lokal yang mendunia. (CEO Stars-RD)